Astaghfirullahal Adzim, Gerhana dan Gempa Tanda Kiamat Sudah Dekat Sesuai Hadis Rasulullah

Komentar

Gambar ilustrasi gerhan bulan dan gempa tanda datangnya hari kiamat. dilansir dari analisadaily.com

Kita baru saja menyaksikan fenomena gerhana, kemudian terjadi gempa yang begitu dasyat.

Tanpa di sadari, kita telah menyaksikan tanda-tanda akhir zaman.

Sebagai seorang muslim tentunya kita harus mengimani datangnya hari akhir.

Dengan mengimani hari akhir secara ikhlas dan benar, maka Allah telah menjanjikan kita dengan pahala besar.

Selain itu, jika kita mempercayai hari akhir maka kita tidak akan khawatir akan datangnya hari akhir dan tak akan mengira-ira kapan hari akhir itu datang karena di al- Qur’an sudah dituliskan ciri-ciri akan datangnya hari akhir.

Dan jika kita lebih teliti lagi, datangnya hari akair itu sungguh begitu dekat, bahkan sudah bermunculan tanda-tandanya di sekitar kita.

Gerhana tanda datangnya kiamat

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama.

Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi Muhammad SAW lantas bersabda,

”Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Akan tetapi jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah”, (HR Muslim 912).

Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan mengapa Rasulullah SAW takut pada gerhana. Karena gerhana merupakan salah satu tanda yang muncul sebelum kiamat, selain terbitnya matahari dari barat, dan keluarnya dajal.

Perselisihan, Gempa dan datangnya imam Mahdi

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad memprediksi adanya dua fenomena yang menjadi pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat.

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Para ulama telah membagi tanda-tanda Kiamat ke dalam dua kelompok. Ada tanda-tanda kecil Kiamat dan tanda-tanda besar Kiamat. Tanda-tanda kecil berjumlah sangat banyak dan umumnya datang lebih awal.

Di antara tanda-tanda kecil Kiamat tersebut ialah:
  • Bila manusia mulai membunuh (meninggalkan) sholat
  • Bila sifat amanah telah lenyap
  • Bila berdusta dihalalkan
  • Bila manusia memakan riba
  • Bila risywah (praktek suap) merajalela
  • Bila bangunan-bangunan tinggi pencakar langit bermunculan
  • Bila manusia memperturutkan hawa-nafsu
  • Bila manusia menjual dien (agamanya) untuk membeli dunia
  • Bila menumpahkan darah dianggap perkara ringan
  • Bila perilaku lemah-lembut dianggap sebagai sebuah kehinaan
  • Bila berlaku zalim menjadi suatu kebanggaan
  • Bila para pemimpin dan pembesar merupakan orang paling buruk
  • Dan bila para pembantu dan orang-orang kepercayaan pemimpin merupakan orang-orang fasiq
  • Bila para cendikiawannya merupakan orang-orang fasiq
  • Bila kezaliman merajalela
  • Bila thalaq (perceraian) banyak terjadi
  • Bila muncul fenomena kematian mendadak
  • Bila mushaf Al-Qur’an dicetak dengan ornamentasi yang indah-indah
  • Bila masjid dibangun megah-megah
  • Bila mimbar-mimbar masjid dibuat tinggi
  • Bila hati manusia menjadi kesat
  • Bila banyak perjanjian dan transaksi dilanggar secara sepihak
  • Bila peralatan musik banyak dibunyikan
  • Bila khumur (aneka jenis khamr) banyak diminum
  • Bila zina merajalela
  • Bila pengkhianat diberi kepercayaan, dijadikan pemimpin
  • Bila orang yang amanah dianggap pengkhianat
  • Bila istri berpartisipasi dalam bisnis suami karena cinta akan dunia
  • Bila salam hanya diucapkan kepada orang yang dikenal
  • Bila pasar-pasar (mall, plaza, hypermarket) muncul berdekatan
  • Bila manusia mengenakan baju domba sebagai penutup hati serigala
  • Bila hati manusia lebih busuk daripada bangkai
  • Bila manusia sudah berkata: ”Tidak ada Imam Mahdi.”

Tanda-tanda di atas hanya merupakan sebagian saja dari seluruh tanda-tanda kecil Kiamat.

Bila kita kaitkan dengan realitas kondisi masyarakat dunia dewasa ini, jelas terlihat bahwa seluruh tanda-tanda kecil di atas telah menjadi kenyataan.

BACA JUGA: Seperti Inilah Gambaran Ngerinya Yaumul Hisab! Yakin Masih Mau Menunda Taubat?

Perlu kita sadari bahwa dunia benar-benar telah mencapai usia senja.

Kemunculan fenomena alam dan tanda-tanda kecil di dunia hampir tuntas seluruhnya, maka itu berarti kita sudah harus bersiap-siaga menyongsong datangnya tanda-tanda besar Kiamat.

Dan jangan lupa, sebagian ulama mengatakan bahwa tanda besar pertama, yaitu keluarnya Dajjal, tidak akan terjadi sebelum munculnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Tanda penghubung itu ialah diutusnya seorang lelaki dari keturunan Nabi Muhammad yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan kejujuran setelah dunia diselimuti dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Lelaki itulah yang dikenal sebagai Imam Mahdi.

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”(HR Abu Dawud)

Perselisihan antar-manusia dewasa ini sudah sangat memprihatinkan. Sesama pendukung ideologi sekuler atau demokrasi berselisih. Sesama anggota organisasi, gerakan, partai Islam berselisih. Demikian pula dengan fenomena gempa. Begitu dahsyat terjadi belakangan ini.

Maka tinggallah kita menunggu datangnya kiamat besar.

“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (QS Muhammad ayat 18)

Pilihan ada di tangan kita sendiri, apakah kita akan mempedulikan tanda-tanda akhir zaman dengan semangat mengokohkan iman ataukah sekedar mengamatinya sebagai fenomena-fenomena sosial dan natural yang hanya dijelaskan sebatas penjelasan ilmiah tanpa kaitan dengan iman.

Demikian, wallahu a'lam.
Top