Anak Susah Bangun Pagi Cenderung Murung dan Pemalas, Bisajadi Tidurnya Diikat Setan

Komentar

Gambar ilustrasi diolah dari youtube.com

Bukan hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa pun sama.

Anak Bunda susah sekali di bangunkan padahal hari sudah siang, kalau bangun marah-marah dan cenderung menjadi pemalas dalam kesehariannya. Hati-hati Bunda bisa jadi tidur anak-anak kita diikat oleh setan.

Setan akan membuat ikatan di tengkuk manusia ketika ia tidur.

Ikatan tersebut seperti sihir yang dijalankan oleh setan untuk menghalangi seseorang untuk bangun malam.

Karena ikatan itu ada akhirnya setan terus membisikkan atau merayu supaya orang yang tidur tetap terus tidur dengan mengatakan ‘malam itu masih panjang’

Dilansir dari rumaysho.com. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَقِدَ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Sebagai makhluk kecil yang baru terlahir ke dunia, anak-anak masih dalam kondisi yang sangat lemah.

Mereka membutuhkan pertolongan, perlindungan, dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

Hal terpenting lainnya adalah melindungi anak-anak dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada di sekitar mereka.

Namun, ada pula gangguan yang terkadang tidak disadari dan tak nampak oleh orang tua, termasuk gangguan setan.

Tidak diragukan lagi bahwa setan adalah musuh terbesar manusia.

Mereka akan selalu berusaha mengganggu manusia selama hidupnya, semenjak terlahir ke dunia sampai menjelang wafatnya.

Sekuat apa pun manusia, tetap harus menghindari gangguan setan ini dengan meminta perlindungan kepada Allah darinya.

Dalam firman-Nya yang agung, Allah subhanahu wa ta’ala memerintah kita,

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٢٠٠

“Dan apabila setan mengganggumu, mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (al-A’raf: 200)

Bagaimana Melindungi Anak dari Setan

Melindungi anak dari setan bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yaitu:

1. Mendoakan mereka dengan doa,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memintakan perlindungan bagi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, sengatan binatang, dan dari pandangan mata yang berbahaya.” (Hadits ini dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Misykatul Mashabih no. 1535)

Beliau mendoakan kedua cucu beliau, Hasan dan Husain, dengan doa ini.

BACA JUGA: Perhatikan, Rasulullah Melarang Tidur Seperti ini Ternyata Memang Berbahaya Bagi Kesehatan

Beliau juga mengatakan bahwa Nabi Ibrahim pun mendoakan kedua putra beliau, Ismail dan Ishaq, dengan doa ini.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita mesti mengamalkannya, membacakan doa ini pada waktu pagi dan petang agar buah hati tak diganggu setan.

2. Menjaga rumah dengan senantiasa berzikir kepada Allah.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengabarkan,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Apabila seseorang masuk ke rumahnya dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika masuk dan ketika hendak makan, berkatalah setan (kepada teman-temannya, -ed.), ‘Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.’ Apabila dia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam.’ Apabila dia juga tidak berzikir ketika hendak makan, setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam’.” (HR. Muslim no. 3762)

3. Menjaga mereka di awal malam.

Rasulullah juga memberi kita tuntunan untuk menjaga diri, anak, dan rumah kita dari setan.

Beliau bersabda,

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

“Apabila malam telah datang atau pada waktu sore, tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari awal malam, biarkanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (membaca basmalah) karena setan tidak bisa membuka pintu yang ditutup (dengan menyebut nama Allah). Tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dengan menyebut nama Allah, walaupun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Mungkin kebanyakan kaum muslimin masih asing dengan adab-adab ini.

Banyak pula dari mereka yang keluar masuk rumah pada malam hari dengan ringan tanpa membaca basmalah.

Bahkan, terkadang mereka biarkan pintu dan jendela terbuka lebar.

Mereka biarkan pula anak-anak bermain, berkeliaran di luar rumah setelah matahari terbenam padahal disitulah celah setan datang pada anak-anak kita.

Semoga, dengan penjelasan singkat ini, kaum muslimin semakin tahu arti penting perlindungan terhadap anak-anak, lalu mengamalkannya dalam keseharian mereka.

Top