Anak Nakal, Rewel, Suka Nangis Memang Bikin Pusing! Tapi Jangan Dibentak, Begini Caranya

Komentar

Gambar ilustrasi anak yang suka nangis, diolah dari youtube.com

Bukan karena orang tua tak becus kemudian membentak.

Anak nakal dan suka menangis memang membuat kepala pusing, bahkan serasa mau pecah.

Jika bunda mengalami hal yang sama, maka atasi dengan cara ini.

Pada dasarnya anak-anak memang sering menangis hanya karena masalah sepele, namun tidak jarang seorang anak benar-benar sering menagis, bahkan marah dan meronta-ronta.

Sebelum Anda merasa jengkel dan bingung harus bagaimana menghadapi reaksi si kecil yang cengeng dan gampang marah, berikut ini adalah beberapa informasi mengenai penyebab dan tips untuk mengatasinya.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seorang anak berperilaku cengeng dan gampang marah, diantaranya adalah sebagai berikut:

Penyebap anak cebgeng dan gampang marah.

Anak merasa frustasi

Ketika anak dihadapkan pada situasi dimana mereka menginginkan sesuatu dan tidak dipenuhi oleh orangtuanya atau teman sebaya ketika mereka sedang bermain. Maka hal itu akan diekspresikan dalam reaksi menangis untuk mengungkapkan kekesalannya.

Dihadapkan pada situasi baru

Ada kalanya anak akan merasa kurang suka dengan situasi yang baru sehingga membuat mereka merasa tidak betah, seperti misalnya ketika mereka diajak dalam sebuah acara yang penuh dengan orang yang tidak dikenalnya.

Kesulitan untuk mengungkapkan ketidaknyamanan tersebut akhirnya diekspresikan dalam bentuk tangisan.

Anak dalam kondisi kurang sehat

Kondisi anak yang tidak fit atau sedang sakit bisa membuat anak cenderung rewel atau cengeng.

Hal ini sangat wajar karena pada saat sakit mereka merasakan kondisi tubuhnya tidak nyaman dan lesu, mulai dari makan yang tidak enak hingga sulit untuk tidur nyenyak.

Merasa kekelahan

Jika orang dewasa mampu mengungkapakan bahwa tubuhnya lelah, maka berbeda dengan anak-anak.

Mereka akan cenderung merespon rasa lelah dengan menangis atau bahkan cenderung mudah marah, yang sebenarnya merupakan sebuah sinyal bahwa mereka ingin beristirahat.

Memberontak

Ketika anak terlalu banyak dilarang ini dan itu, mereka akan cenderung merasa kesal dan biasanya akan menunjukkannya dengan tangisan atau marah. Seperti misalnya tidak boleh lari-lari atau lompat-lompat.

Bukankah pada usia tersebut mereka mengalami perkembangan motorik yang kuat?  Sehingga ketika Anda terlalu banyak melarangnya melakukan aktifitas fisik hal itu justru akan menghambat perkembangan motoriknya.

Tidak nyaman

Kondisi cuaca yang panas, berada dalam ruangan yang sempit atau terganggu dengan suara yang terlalu bising bisa menyebabkan anak merasa tidak nyaman dan cenderung cengeng menghadapinya.
Anak cari perhatian

Ketika anak melihat orangtuan tidak sedang fokus memberikan perhatian kepada mereka, maka anak akan cenderung mencari perhatian dengan cara menangis.  Biasanya mereka juga akan melakukan tindakan untuk memancing perhatian Anda.

Kehilangan figur yang mereka sayangi

Ketika dihadapkan pada situasi dimana mereka harus berjauhan dengan Anda sebagai figur yang mereka sayangi, maka situasi tersebut bisa membuat mereka bersikap lebih cengeng dan merasa kehilangan.

BACA JUGA:Allah Menyebut Anak Adalah Musuh, Hati-Hati Orang Tua yang Masih Mendidik Anak Seperti ini

Cara mengatasi anak yang nakal dan gampang nangis

Membentak si kecil yang cengeng dengan reaksi marah tidak akan banyak membantu Anda untuk membuatnya merasa lebih baik tapi justru akan membuat mereka semakin tertekan. seperti dilansir dari sayangianak.com

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi si kecil yang cengeng dan gampang marah, yaitu:

1. Jangan memarahinya dan menganganggap tangisannya sebagai kesalahan.

Anda perlu mencari tahu apa penyebab si kecil menangis, jika si kecil menangis karena merasa tidak dipenuhi permintaannya, maka cobalah untuk memberikan penjelasan yang bisa diterimanya tanpa harus membentaknya.

Cobalah untuk memahami kecengengan si kecil sebagai reaksi ketika mereka tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.

Menghardiknya dengan sebutan ‘anak cengeng’ di depan umum justru akan mempermalukan mereka dan membuat mereka merasa bahwa dirinya memang cengeng.

2. Cobalah untuk meningkatkan sosialiasi anak.

Cobalah dengan mengajaknya banyak bertemu dengan orang lain atau bermain bersama teman-teman sebayanya.

Dengan begitu mereka bisa belajar bagaimana temannya bersikap tanpa harus menangis.

3. Berikan situasi aman dan jangan menakut-nakuti 

Cobalah untuk membawanya dalam situasi yang nyaman dan terlindungi, dengan situasi yang nyaman mereka akan merasa aman.

Dan sebisa mungkin hindari untuk menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang menakutkan seperti monster atau hantu hanya karena Anda menginginkannya untuk tidur tepat waktu.

4. Jangan terlalu dimanja

Selain cara di atas, Anda bisa juga mengabaikan tangisannya dan jangan terlalu memanjakannya karena hal itu akan membuat cengengnya semakin menjadi-jadi dan justru memanfaatkan situasi tersebut dengan menjadikan tangisan sebagai senjata agar semua keinginannya dipenuhi.

Cobalah untuk mengajaknya berbicara, dan yang terpenting adalah kuasailah emosi Anda ketika menghadapi si kecil yang cengeng.

Demikianlah ulasan tentang cara mengatasi anak yang nakal dan suka nangis, mudah-mudahan bisa menjadi solusi masalah pada anak-anak Anda.
Top