Mengenal 10 Macam Anak Berkebutuhan Khusus

Komentar

anak berkebutuhan khusus via hellosehat.com

Anak-anak adalah makhluk Tuhan yang dimana selalu memberi kebahagiaan dan keceriaan untuk sekelilingnya. Membesarkan anak berkebutuhan khusus mungkin merupakan suatu tantangan bagi orangtua. Kenali jenis-jenis anak berkebutuhan khusus, ciri-ciri, dan terapinya

Pengertian anak berkebutuhan khusus yaitu anak yang jika di lihat secara signifikan merupakan seoarng anak yang memiliki kelainan, baik dalam fisik, emosional, mental ataupun sosial, dalam proses pertumbuhannya jika di bandingkan dengan sejumlah anak yang lainnya yang memang seusia dengannya.

Maka dari itu, seoarng anak yang memiliki kebutuhan khusus membutuhkan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Dengan begitu, walaupun anak tersebut memiliki kebutuuhan khusus, namun ia masih bisa belajar seperti yang lainnya, dan yang pasti di tempat atau sekolah yang menyediakan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus.

Macam-Macam Anak Berkebutuhan Khusus

Ada berbagai macam jenis-jenis anak berkebutuhan khusus, namun khusus untuk kebutuhan pendidikan inklusi, yaitu sebagai berikut:

1. Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan

Tunanetra merupakan seoarng anak yang memang mengalami gangguan terhadap penglihatannya. Hal ini berupa kebutaan yang menyeluruh ataupun hanya sebagian, walaupun anak yang mengalami kejadian seperti ini telah di berikan pertolongan dengan sejumlah alat bantu khusus, namun ia tetap masih membutuhkan pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

2. Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran

Tunarungu adalah seorang anak yang kehilangan sebagian atau bahkan seluruh daya pendengarannya, sehingga ia tidak atau bahkan kurang mampu untuk melakukan komunikasi dengan baik.


3. Tunadaksa/mengalami kelainan angota tubuh/gerakan

Anak yang mengalami kelainan tunadaksa yaitu anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap yang terjadi pada alat gerak sedemikian rupa, sehingga anak tersebut sangat membutuhkan pendidikan khusus.

4. Berbakat/memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa

Anak yang berbakat merupakan seorang anak yang memiliki potensi kecerdasan dengan tingkat yang baik. Bukan hanya kecerdasan, ia juga memiliki kreativitas serta tanggung jawab terhadap tugas yang kemampuannya melampawi anak-anak seusianya.

5. Tunagrahita

Kejadian ini merupakan anak yang secara kenyataan mengalami hambatan juga keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata sedemikian rupa, sehingga ia akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan sejumlah tugas yang menjadi tanggung jawabnya, komunikasi ataupun sosial.

6. Lamban belajar (slow learner)

Lamban belajar merupakan anak yang memiliki potensi intelektual dengan jumlah yang tidaklah banyak, bahkan jumlahnya di bawah normal namun belum memasuki tunagrahita.

7. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik

Seorang anak yang memiliki kesulitan dalam belajar spesifik merupakan anak yang di lihat secara mental mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademis khusus, hal ini di duga karena adanya faktor disfungsi neugologis, dan bukan di sebabkan karena faktor inteligensi.

8. Anak yang mengalami gangguan komunikasi

Seorang anak yang mengalami gangguan dalam berkomunikasi yaitu anak-anak yang memang mengalami kelainan terhadap suara, artikulasi, atau bahkan kelancarannya dalam berbicara, yang memang mengakibatkan terjadinya penyimpangan dalam bentuk bahasa.

9. Tunalaras/anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku.

Tunalaras adalah seorang anak yang mengalami kesulitan dalam proses menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitarnya, yang memang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam lingkungan kelompok uisanya.

10. Autistis atau autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf pusat yang mengakibatkan gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.

Jenis-Jenis Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

terapi anak berkebutuhan khusus via ypacjakarta.org


Ada beberapa jenis terapi untuk anak berkebutuhan khusus atau ABK yang kami kutip dari berbagai sumber.

1. Terapi bermain

Kedengarannya memang aneh, terapi kok bermain? Ya, terapi bermain ini jangan dianggap sepele. Karena dengan terapi bermain, cara belajar ABK bisa tertolong.

Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar bicara, komunikasi dan interaksi social. Seorang pendidik/terapis bermain bisa membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu.

2. Terapi perkembangan

Adapun contoh dari terapi perkembangan di antaranya Floortime, Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention). Terapi ini mempelajari minat ABK, kekuatan dan tingkat perkembangannya.

Kemudian perlu ditingkatkan lagi kemampuan sosial, emosional dan intelektualnya. Terapi perkembangan berbeda dengan terapi perilaku seperti ABA (untuk penjelasan terapi ABA bisa dibaca berikutnya) yang lebih mengajarkan ketrampilan yang lebih spesifik.

3. Applied Behavioral Analysis (ABA)

Dikutip dari PAUD Jateng, ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai, telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme.

Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bias diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

4. Terapi perilaku

Anak autistik seringkali merasa frustrasi. Teman-temannya seringkali tidak memahami mereka, mereka merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya, Mereka banyak yang hipersensitif terhadap suara, cahaya dan sentuhan.

Tak heran bila mereka sering mengamuk. Seorang terapis perilaku terlatih untuk mencari latar belakang dari perilaku negatif tersebut dan mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya,

5. Terapi wicara

Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.

Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

Jika dilihat secara kasat mata, memiliki anak berkebutuhan khusus tentu bukan perkara yang mudah. Namun segala sesuatunya tentu sudah diatur oleh Sang Pencipta, termasuk memilih orangtua yang akan menerima berkat untuk membesarkan anak-anak seperti ini.

Untuk orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tetaplah semangat dan bersyukur, sebab tidak semua orang mampu menanggung tanggung jawab yang besar seperti Anda.
Top