Akhir Zaman, Kehancuran Dimulai dari Rasa Malu yang Hilang

Komentar
Gambar diolah dari instagram.com

Na'udzubillahimindzalik...

Datanglah generasi yang semakin tak memiliki  rasa malu, pembodohan malah mendapatkan apresiasi.

Di zaman ini, suatu zaman yang rasa malu sudah berkurang bahkan hilang bagi sebagian orang, kemungkaran merajalela, hal-hal yang memalukan dilakukan dengan terang-terangan bahkan keburukan dinilai sebagai sebuah kebaikan.

Bahkan sebagian orang merasa bangga dengan perbuatan tercela dan hina sebagaimana yang kita lihat sekarang.

Yang paling mirisnya lagi ada saja yang menganggap ini adalah prestasi, seakan akan bahwa pembodohan mental ini layak di apresiasi. Na'udzubillahimindzalik

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam bersabda:

الحياء و الإيمان قرنا جميعا فإذا رفع أحدهما رفع الآخر .

“Rasa malu dan iman itu terikat menjadi satu. Jika yang satu hilang maka yang lain juga akan hilang.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar dengan penilaian ‘shahih Bukhari dan Muslim. 1603)

Dilansir dari muslim.or.id. Hilangnya rasa malu pada diri seseorang merupakan awal datangnya bencana pada dirinya. Sebuah hadits menyebutkan :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ عَبْدًا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ فَإِذَا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا نُزِعَتْ مِنْهُ رِبْقَةُ الْإِسْلَامِ

dari Ibnu Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila Allah ‘azza wajalla hendak membinasakan seorang hamba maka Dia akan memcabut rasa malu darinya, apabila rasa malu sudah dicabut darinya maka kamu akan mendapatinya dalam keadaan sangat dibenci. Jika kamu tidak mendapatinya melainkan dalam keadaan sangat dibenci, maka akan dicabut amanah darinya, apabila amanah telah dicabut darinya, maka kamu tidak mendapatinya kecuali dalam keadaan menipu dan tertipu. Apabila kamu tidak menjumpainya melainkan dalam keadaan menipu dan tertipu, maka akan dicabut darinya sifat kasih sayang, dan apabila dicabut darinya kasih sayang, kamu tidak akan menjumpainya kecuali dalam keadaan terlaknat lagi terusir, dan apabila kamu tidak menjumpainya melainkan dalam keadaan terlaknat lagi terusir, maka akan dicabut darinya ikatan Islam.” [Sunan Ibnu Majah 4044 ].

Dunia modern telah menunjukkan kecemerlangannya, ilmu pengetahuan dan teknologi kian menunjukkan kecanggihannya.

Baca Juga: Jangan Mungkir! Banyak Suami Istri “berselingkuh" Terang-terangan Bahkan Saat Berdua Diranjang

Tetapi sangat disayangkan jika manusia-manusia yang bercokol diatas bumi ini hanyut dalam arus moderenisasi dengan keangkuhannya.

Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya degradasi moral yang terlihat dengan nyata disetiap sudut dan pelosok.

Akhlak yang miskin akan syari’at semakin meluncur jatuh ketitik nadir sehingga sepertinya sulit untuk bangkit kembali.


Gambar diolah dari instagram

Jika rasa malu pada jaman dahulu saja sangat ditekankan oleh rasulullah sallallahu alaihi wasallam, maka zaman ini lebih butuh lagi oleh kita.

Kita membutuh generasi-generasi yang masih memiliki rasa malu untuk membenahi ummat serta menuntun mereka pada jalan kebenaran.

Hilangnya rasa malu dalam diri kebanyakan orang merupakan penyebab dari kehancuran iman, karenanya apabila dibiarkan berlarut-larut tanpa disadari oleh mereka maka ujung-ujungnya berakhir pada kemurkaan Allah ‘aazza wa jalla.

Marilah kita lihat diri kita, apakah rasa malu saat berbuat dosa masih kita rasakan ?

Atau bahkan bangga dengan perbuatan dosa ?

Hanya pada Allah kita memohon agar diberikan rasa malu tersebut dan dikuatkan pada diri kita.


Top