AIDS Adalah Penyakit Ganas yang Belum Ada Obatnya, Berikut Gejala dan Penyebabnya

Komentar

AIDS via slideshare.net

AIDS adalah? Kita sering mendengar kata HIV dan AIDS yaitu sebuah penyakit yang timbul karena virus mematikan. Simak penjelasan lengkap tentang AIDS ini.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik. Seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, untuk lebih lengkapnya simak artikel ini.

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS adalah penurunan kondisi kesehatan yang disebabkan oleh virus HIV. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sekumpulan tanda dan gejala penyakit akibat hilangnya/menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

HIV dan AIDS, kedua singkatan ini sering kali disandingkan sehingga orang biasanya menganggapnya suatu kondisi yang sama, oleh karena itu disini kamu akan membahas tentang gejala, penyebab, dan cara mengatasi AIDS.

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

AIDS adalah kepanjangan dari aquaired immunodeficiency syndrome atau sindrom penurunan kekebalan tubuh, AIDS merupakan satu-kesatuan dari virus HIV. Penyakit ini menjadi momok yang menakutkan bagi siapa saja, upaya yang bisa kita lakukan adalah mengenali setiap gejala HIV AIDS. Inilah gejala, penyebab dan cara mengatasi AIDS.

Virus aids via rappler.com

HIV kepanjangan dari human immunodeficiency virus. Penyakit akibat HIV lebih tepat kita sebut sebagai “infeksi HIV”. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS adalah kondisi dimana perjalanan penyakit HIV sudah lanjut di mana kekebalan tubuh pasien sudah sangat turun sehingga pasien rentan mengalami berbagai macam penyakit lainnya.

AIDS kepanjangan dari aquaired immunodeficiency syndrome atau sindrom penurunan kekebalan tubuh. AIDS merupakan satu-kesatuan dengan infeksi HIV sehingga istilah yang umum dipakai ialah “HIV/AIDS”. Penderita HIV/AIDS sering disebut sebagai “Odha”, yakni kepanjangan dari Orang Dengan HIV/AIDS.

Gejala HIV/AIDS

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh. Pada saat jumlah virus belum banyak, sistem pertahanan tubuh masih dapat bekerja baik untuk mencegah timbulnya penyakit. Pada fase di mana virus sudah memperbanyak diri dan sistem pertahanan tubuh turun, tubuh menjadi rentan terhadap segala jenis penyakit. HIV-nya sendiri tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala pada pasien HIV/AIDS ialah gejala berbagai penyakit yang terjadi akibat pertahanan tubuh turun atau disebut sebagai penyakit infekso oportunistik.

Perjalanan penyakit HIV/AIDS dapat dibagi dalam beberapa stadium sebagai berikut:

1. Stadium awal HIV. 

Fase stadium awal atau fase akut ini terjadi 2-4 minggu setelah seseorang terinfeksi HIV. Gejala yang dirasakan adalah respon normal tubuh terhadap masuknya infeksi ke dalam tubuh. Gejala yang timbul antara lain:
  • demam
  • menggigil
  • kemerahan pada kulit
  • keringat malam hari
  • nyeri-nyeri pada otot dan sendi
  • sakit tenggorokan
  • pembesaran kelenjar limfe
  • ariawan, dan sebagainya.
Namun gejala-gejala tersebut tidak spesifik untuk infeksi HIV. Pada beberapa orang bahkan tidak merasakan gejala tersebut.

2. Stadium kronis atau fase laten

Fase ini dimulai setelah gejala fase awal hilang hingga sesaat sebelum gejala infeksi oportunistik muncul. Pada fase ini seseorang tidak merasakan gejala apapun. Ia merasa sehat bugar. Pada fase ini, jumlah virus belum banyak. Namun di dalam tubuh, sebenarnya virus terus memperbanyak diri. Fase ini dapat berlangsung selama hitungan bulan hingga 10 tahun.

3. Stadium AIDS

Saat jumlah virus sudah sangat banyak dan sistem pertahanan tubuh melemah, penderita mengalami berbagai macam penyakit infeksi oportunistik dan terjadilah fase AIDS. Gejala yang sering dikeluhkan ialah demam, kecapaian, diare, sariawan, mual, keringat malam hari, dan penurunan berat badan. Selain itu penderita juga mengalami gejala-gejala dari infeksi oporunistik seperti: 
  • TBC, gejala: batuk darah, keringat malam hari, demam, penurunan berat badan
  • Infeksi radang otak, gejala: sakit kepala cukup berat, demam, mual
  • Infeksi jamur pada mulut, gejala: nyeri mulut, tampak keputihan yang melekat pada lidah, dan sebagainya.

Penyebab gejala via slideserve.com

Penyebab HIV/AIDS

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Cara Mengatasi HIV/AIDS

Pengobatan HIV/AIDS dikenal dengan nama antiretroviral (ARV). Terdapat banydak golongan dan jenis ARV. Namun seperti disinggung di atas, ARV tidak bermanfaat untuk membunuh virus. ARV bertugas untuk mengontrol jumlah virus dalam tubuh dengan cara menghambat proses perbanyakan virus, mencegah masuknya virus ke sel inang, menrusak sistem sintesis virus, dan sebagainya.

ARV tidak dijual bebas melainkan disediakan pemerintah pada pusat-pusat pelayanan HIV/AIDS. Umumnya rumah sakit pemerintan yang menyediakan pelayanan ARV. ARV belum tersedia luas di puskesmas-puskesmas.

Terdapat pengobatan yang disebut post-exposure prophylaxis (PEP). Obat ini mampu menghentikan infeksi HIV namun efektivitas PEP hanya terbatas pada 3 hari pertama setelah terinfeksi HIV. Obat ini biasanya digunakan untuk praktisi kesehatan yang secara tidak sengaja tertusuk alat yang terkontaminasi cairan penderita HIV, misal jarum suntik.

Mengingat belum adanya obat yang dapat membunuh virus penyebab HIV/AIDS, maka hal terpenting dalam manajemen HIV/AIDS ialah pencegahan penyakit. Segala jalur perpindahan virus HIV seperti disebutkan di atas harus dihindari, yakni:
  1. Hindari penggunaan jarum suntik bersamaan
  2. Saat mendapat transfusi darah, pastikan darah yang didonorkan tersebut negatif untuk HIV
  3. Hindari hubungan kegiatan seks bebas. Kondom dapat melindungi dari penularan HIV
  4. Pada ibu yang menderita HIV dan sedang mengandung, sedapat mungkin dianjurkan untuk melahirkan dengan metode sesarea. Pemberian ASI juga dihindari.
Hal terpenting lainnya ialah memeriksakan diri. Saat ini telah tersedia alat mengecek HIV dengan hasil cepat (rapid test). Kelompok berisiko tinggi, misal pekerja seksual, kelompok homoseksual, pengguna obat-obatan terlarang suntik, dan praktisi kesehatan sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri sedini mungkin. Semakin cepat HIV terdeteksi, semakin besar angka harapan hidup dan semakin baik prognosisnya.

Stop aids via klinikapollo.com

Itulah Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi AIDS. Sebaiknya kita harus selalu menghindari penyebab AIDS ini, karena virus ini sangat berbahaya dan mematikan. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan Anda.
Top