Subhanallah, Sudah Terjadi Seperti Hadis Nabi. Tanah Kuburan Dibeli Seharga Satu Orang Budak

Komentar

Gambar diolah dari klikkalsel.com

Fakta, jual beli tanah makam yang begitu mahal...

Pertanda kiamat sudah dekat kah?

Sudah menjadi kewajiban bagi keluarga dan orang mukmin menguburkan jenazah orang yang meninggal.

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

Dari tanah Kami menciptakan kalian dan kepada tanah Kami akan mengembalikan kalian dan dari tanah pula Kami akan mengeluarkan kalaian pada kesempatan yang lain. [Thâhâ/20:55].

Apalagi Allah Subhanahu wa ta’ala juga telah menyebutkan penguburan bagi mayit di dalam beberapa ayat-Nya, di antaranya adalah,

مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ

Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya. Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur. [QS. Abasa/ 90: 19-21].

Sulitnya mengurus makak untuk keluarga

Namun mengurus makam untuk keluarga yang meninggal ternyata bukan hal sederhana karena terbatasnya lahan makam, bahkan ada yang harus membeli dengan harga yang sangat mahal.

BACA JUGA: Mengapa Rasulullah Menyebut "ipar adalah maut"? Untuk yang Masih Satu Atap Dengan Ipar
Ketidaksesuaian antara ketersediaan lahan dengan jumlah penduduk akhirnya membuat harga tanah kian melambung tinggi, bahkan fenomena ini ternyata ditangkap sebagai peluang bisnis oleh sebagian orang.

Harga Tanah Kuburan Kelak Sangat Mahal


Gambar diolah dari idntimes.com

Kami teringat dengan hadits yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 14 abad yang lalu. Beliau bersabda kepada sahabat Abu Dzar radhiallahu ‘anhu,

‏ ‏يا ‏ ‏أبا ذر ‏ ‏قلت لبيك يا رسول الله وسعديك فقال ‏ ‏كيف أنت إذا أصاب الناس موت يكون ‏ ‏البيت ‏ ‏فيه ‏ ‏بالوصيف ‏ ‏يعني القبر ‏ ‏قلت الله ورسوله أعلم ‏ ‏أو ما ‏ ‏خار ‏ ‏الله ورسوله ‏ ‏قال عليك بالصبر ‏ ‏أو قال ‏ ‏تصبر ‏

“Wahai Abu Dzar’, aku menjawab, ‘saya penuhi panggilanmu wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘bagaimana kamu jika manusia ditimpa kematian sehingga rumah mereka berada di Al-Washif (tanah kuburan)?. Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui atau terserah Allah dan Rasul-Nya’. Beliau berkata, ‘kamu harus bersabar’.”

Maksud Al-Washif adalah tanah kuburan yang mahal seharga satu orang budak.

Muhammad Asyraf dalam ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud berkata,

يريد أنه يكثر الموت حتى يصير موضع قبر يشترى بعبد من كثرة الموتى

“Maksudnya (dari Al-Washif) adalah kematian banyak terjadi sampai-sampai tanah kuburan dibeli seharga satu orang budak karena banyaknya kematian.”

Al-Khatthabi rahimahullah berkata,

وقد يكون معناه أن مواضع القبور تضيق عنهم فيبتاعون لموتاهم القبور كل قبر بوصيف

“Bisa juga maknanya bahwa tanah kuburan telah sempit, maka mereka saling berjual beli tanah kubur untuk orang-orang mati dari mereka. Setiap kubur dihargai satu orang budak.”

Tanah kuburan sebaiknya tanah wakaf

Agama Islam memberikan solusi yang baik mengenai hal ini.

Islam menganjurkan sebaiknya tanah kuburan adalah tanah wakaf dan mendorong waliyul pemerintah dan masyarakatnya agar hendaknya tanah kuburan adalah tanah wakaf. Sehingga kaum muslimin khusunya yang tidak mampu tidak perlu memberatkan diri dalam hal ini, seperti dilansir dari muslimafiah.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَكَتَمَ عَلَيْهِ غُفِرَ لَهُ أَرْبَعِيْنَ مَرَّةً, وَ مَنْ كَفَّنَ مَيِّتًا كَسَاهُ اللهُ مِنَ السُّنْدُسِ وَ إِسْتَبْرَقِ الْجَنَّةِ وَمَنْ حَفَرَ لَمَيِّتٍ قَبْرًا فَأَجَنَّهُ فِيْهِ أُجْرِيَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ كَأَجْرِ مَسْكَنٍ أَسْكَنَهُ إِلَيَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang memandikan jenazah dan ia menyembunyikan cacat jenazah tersebut, niscaya dosanya diampuni sebanyak 40 dosa. Dan barang siapa yang mengkafani jenazah, niscaya Allah akan memakaikan kepadanya kain sutra yang halus dan tebal dari sorga. Dan barang siapa yang menggali kuburan untuk jenazah, dan dia memasukkannya ke dalam kuburan tersebut, maka dia akan diberi pahala seperti pahala membuatkan rumah, yang jenazah itu dia tempatkan (di dalamnya) sampai hari kiamat“.
Top