Suami yang Sayang Istri Akan Bertanya, Uang Belanja Masih Ada?

Komentar

Sumber gambar ummi-online

"Belum ada 2 minggu uang belanja sudah habis? kamu itu bisanya cuma shoping"

Suaminya siapa yang biasanya begitu?

Bayangkan jika istri meminta tambahan uang belanja karena sekarang kebutuhan terus naik tetapi suami malah ngomong seperti itu...?

Daripada jadi peperangan rumah tangga ada solusi yang suka ngomong seperti itu, InsyaAllah uang belanja tambah lancar...

Tanggal tua biasanya menjadi sumber masalah bagi seorang istri, dimana di akhir bulan jatah dari suami yang diberikan awal bulan sudah mulai menipis bahkan habis.

Entah untuk keperluan belanja, keperluan anak suami tidak pernah menanyakan jika pemberiannya di awal bulan masih tersisa atau tidak.

Padahal kebutuhan belanja terkadang naik sehingga pemberian uang belanja suami sudah di habis walaupun belum sampai akhir bulan.

Sebagai istri yang harus mengurus keperluan suami dan anak pun mulai berputar otak untuk mencukupkan uang belanja yang diberikan suami yang sudah mulai menipis.

Untuk suami cobalah mengerti meskipun urusan dapur itu kewajiban istri, tetapi suami juga harus tahu mengenai uang belanja istri.

Cobalah sesekali untuk menanyakan uang belanja yang diberikan istri masih ada atau sudah habis tak tersisa, hal ini perlu di lakukan suami sebagai bukti istri di perhatikan dan di sayang.

Baca Juga: Bukti Kasih Sayang Allah Tersembunyi Dibalik Maksiat dan Dosa yang Kita Lakukan

Takut Meminta Tambahan Uang Belanja? Begini Caranya

“Kamu itu cuma tahunya shoping! Boros! Baru seminggu saja uang sudah habis!” 

Bayangkan saja bila itu ucapan suami terhadap istrinya. Akan terjadi apa di dalam rumah? Keteduhan akan terusik! Bisa-bisa suhu di dalam rumah meningkat menjadi lebih panas dari suhu di luar rumah.

“Kamu tahu apa? Kamu pikir uang seratus ribu bisa dapat apa?” 

Kemungkinan demikianlah jawaban pihak istri.

Nah, bisa dibayangkan perang yang akan terjadi bukan? Maka tahanlah dulu jika terpancing argumentasi dan cobalah untuk membicarakan semuanya secara baik-baik. Carilah waktu yang tepat; tenangkan diri dulu sebelum memulai perbincangan yang sensitif ini.

“Pa, bisa minta tolong ga?”

“Minta tolong apa Ma?”

“Uang dari Papa sudah habis, ini sudah Mama catat pengeluaran untuk satu minggu ini. Kira-kira menurut Papa apa yang harus dikurangi ya?”

Percakapan yang seperti ini tampaknya lebih asyik, ya? Suami pun akan senang ketika istri meminta pendapat, bukan mengajak berdebat, semoga bermanfaat.
Top