Ini Berbagai Dampak Buruk Konflik Rumah Tangga, yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak

Komentar
    netralnews.com

Pengertian konflik rumah tangga, dampak buruk/negatif akibat konflik rumah tangga, cara mengatasi konflik rumah tangga, dan akibat konflik dalam rumah tangga. Kami menemukan dampak masalah dan konflik keluarga yang diakibatkan dari pengelolaan emosi yang buruk, dan perilaku yang tidak sehat.

Ahkir-akhir ini muncul beberapa isu konflik rumah tangga, bahkan salah satu penyebab dari muculnya isu konflik rumah tangga itu akibat banyaknya kekerasan dalam rumah tangga. Banyak orang yang bertanya apa isu konflik rumah tangga itu benar? Apa itu konflik rumah tanggaBagai mana cara mengatasi konflik rumah tangga tersebut? apa akibat konflik dalam rumah tangga? Nah, disini kami akan membahas dampak buruk, dampak baik, dan cara mengatasi konflik rumah tangga,

Konflik adalah pertentangan atau perselisihan antar individu sebagai makhluk sosial. Lalu apa itu konflik rumah tangga? Konflik rumah tangga adalah satu keadaan di mana kehidupan suami istri senantiasa berada di dalam suasana yang tidak harmonis dan selalu ada konflik, biasanya mereka selalu salah paham, dan tidak sependapat lagi.

Jika menurut pandangan kami, apa itu konflik rumah tangga? Konflik rumah tangga adalah perselisihan antara suami istri yang sudah tidak sependapat lagi dan tidak saling mempercayai lagi,  yang memicu konflik dalam hubungan mereka. Atau bisa juga, konflik rumah tangga adalah hal yang sering terjadi dalam keluarga dan menjadi salah satu bumbu dalam konflik keluarga tersebut, yang menjadi tantangan dan pelajaran bagi setiap orang untuk menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi.

Namun permasalahan orangtua bisa menimbulkan dampak negatif bagi buah hati mereka. Orangtua yang mempunyai konflik rumah tangga sebaiknya segera menyelesaikan masalah tersebut dengan membicarakan baik-baik, dan tidak mengutamakan dirinya sendiri namun mengutamakan kebaikan buah hatinya. Karena, akibat konflik dalam rumah tangga sangat mempengaruhi keadaan buah hati Anda, salah satunya adalah mempengaruhi psikis anak dalam konflik rumah tangga.

Di setiap rumah tangga pasti tak terlepas dari konflik. Namun tidak diindahkan untuk menyelesaikannya dalam bentuk kekerasan yang berujung pada perceraian. Konflik demi konflik selalu terjadi dalam rumah tanggan, yang bisa membuat hubungan semakin renggang, namun bisa juga menjadi semakin erat karena konflik tidak selamanya membawa dampak buruk.

Dampak Buruk Akibat Konflik Rumah Tangga :

(1) Merenggangkan Hubungan Antar Manusia

Masalah dan konflik keluarga bisa merenggangkan hubungan antar manusia yang sudah terjalin sebelumnya. Baik hubungan antar anggota keluarga maupun hubungan dengan orang lain yang bukan keluarga.

Salah satu indikator terjadinya kerengganan hubungan tersebut, yaitu melemahnya kepercayaan yang mengikat hubungan antara dua orang/lebih. Lambat laun, hal tersebut ikut mempengaruhi hubungan yang sudah terjalin sebelumnya, yang akhirnya sebuah hubungan tidak lagi dianggap penting.

(2) Memunculkan Gangguan Psikologis

Masalah dan konflik keluarga bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang/anak mereka. Stress yang terbentuk, jika tidak dikelola dengan baik/tidak diselesaikan, akan berpotensi memunculkan gangguan-gangguan psikologis berupa kesalahan berpikir, pengelolaan emosi yang buruk, dan perilaku yang tidak sehat.

Berbagai gangguan psikologis tersebut bisa muncul dengan tingkat keparahan rendah hingga tinggi. Bahkan, kadangkala, seseorang berkemungkinan untuk tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gangguan psikologis. Tetapi orang lain bisa merasakan/mengamatinya, terutama orang-orang yang dekat dengan orang tersebut.

(3) Menghambat Perkembangan Karir

Masalah dan konflik keluarga bisa mengganggu kinerja seseorang saat melakukan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Kinerja yang terganggu bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan gagal mencapai target sesuai tuntutan. Kegagalan tersebut membuat seseorang mendapatkan rapor merah dalam penilaian kinerjanya. Hal tersebut berimbas pada kemungkinan untuk mencapai jenjang karir optimal atau karir mereka akan hancur.

(4) Menjadi Motif Tindak Kejahatan

Masalah dan konflik keluarga bisa membuat seseorang gelap mata untuk melakukan tindakan yang membuatnya berhadapan dengan hukum. Pasal yang dikenakan sifatnya bisa menyangkut kekerasan dalam rumah tangga, pencurian, penipuan, pembunuhan, dan lainnya.

Biasanya, tindak kejahatan yang dilakukan bisa dipengaruhi atau mempengaruhi dampak lainnya. Misalnya, dipengaruhi oleh adanya gangguan psikologis berupa kontrol emosi yang lemah, mempengaruhi perkembangan karir, menjadi sulit untuk mencari sekolah/pekerjaan karena punya rekam jejak buruk dalam catatan kepolisian.

(5) Memicu Motivasi Bunuh Diri

Masalah dan konflik keluarga juga bisa memunculkan niat dalam diri seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Biasanya, bunuh diri menjadi pilihan terakhir seseorang karena usaha-usaha yang dilakukannya tak kunjung berhasil untuk menyelesaikan permasalahan dan konflik dalam keluarganya.

Akan tetapi, pada orang-orang tertentu yang kemampuan adaptasi terhadap tekanan tergolong sangat rendah, dan yang tidak memiliki pengalaman dalam menyelesaikan persoalan hidup secara mandiri.Maka, bunuh diri bisa menjadi pilihan pertama.

Itulah dampak buruk yang diakibatkan dari konflik rumah tangga. Jika ada konflik rumah tangga/keluarga, sebaiknya bicarakan baik-baik jangan terlalu terbawa emosi terlebih dahulu, pikirkan apa akibat dan dampak dari konflik rumah tangga jika tidak segera menyelesaikannya dengan baik.

Tapi, tidak selamanya konflik rumah tangga memiliki dampak negatif, ada juga dampak positif dari konflik rumah tangga. Lau, bagai mana cara mengatasi konflik rumah tangga? Berikut ini cara menyelesaikan konflik rumah tangga dan dampak baik dari konflik rumah tangga:

Cara Mengatasi Konflik Rumah Tangga :

1. Berusaha Menyelesaikan Masalah
Ketika kehidupan pernikahan selalu diwarnai pertengkaran, jangan sampai dikendalikan oleh emosi. Hal tersebut hanya akan akan memperburuk keadaan.

"Ketika berada dalam masalah, dan merasa dalam tekanan, kemudian Anda marah pada orang-orang sekitar, yang Anda dapatkan akhirnya adalah perasaan kesepian dan terisolasi," ungkap Dr. Phill. Daripada Anda marah-marah, lebih baik bicarakan dengan pasangan dan berusaha menyelesaikannya bersama.

2. Identifikasi stres dalam hubungan Anda
Pekerjaan sehari-hari, perekonomian yang tidak stabil, permasalahan rumah tangga seringkali membuat stres. Namun, jangan sekali-kali Anda meluapkan kekesalan dengan memarahi pasangan. Jika Anda terus menyalahkannya atas kondisi yang sedang terjadi, maka Andalah yang membuat konflik rumah tanga tersebut. Kenali hal-hal yang mengganggu pikiran, diskusikan dengan pasangan dan carilah solusi terbaik bersama.

3. Mengatasi Ketakutan
Tak hanya wanita, pria pun memiliki ketakutan untuk melakukan yang terbaik bagi pasangan. Tuntutan untuk menjadi seorang pria sejati yang dapat melindungi keluarga, bisa menjadi beban bagi suami. Dr. Phill menganjurkan untuk membicarakan rasa takut itu bersama, sehingga Anda sebagai istri dapat menghargai pasangan dalam keadaan senang maupun susah.

4. Memiliki Integritas Emosional
Komunikasi yang efektif dimulai dari kejujuran. "Katakan apa yang ingin Anda ungkapkan, dan jangan diungkapkan jika Anda tidak bermaksud demikian," jelas Dr. Phill. Terbukalah dengan segala masukan dari pasangan, walaupun itu harus mengorbankan ego Anda.

5. Bersedia Meminta Bantuan
Segala sesuatu yang dikerjakan bersama akan terasa lebih mudah, begitu pula dalam urusan rumah tangga. Jadi jangan pernah malu untuk meminta bantuan kepada pasangan jika Anda merasa tidak mampu menyelesaikan masalah. Utamakan untuk mengandalkan pasangan Anda terlebih dahulu sebelum meminta tolong kepada orang lain agar pasangan merasa dihargai.

6. Membuat Daftar
Buatlah daftar apa yang menjadi prioritas Anda berdua. Tidak hanya uang tapi juga bicarakan seperti rencana kedepan, tujuan hidup dari masing-masing pihak agar merasa saling dihormati dan didengar. "Seperti menggabungkan dua perusahaan yang berbeda, Anda harus membuat daftar untuk menyenangkan kedua belah pihak, dan terkadang Anda juga perlu untuk melakukan rapat bersama," kata Dr. Phill.

7. Memiliki Rencana
Mimpi dapat memotivasi Anda melakukan apapun, tapi terlalu banyak bermimpi tanpa memikirkan hal realistis yang ada disekitar juga bukan hal yang baik. Dr Phill mengatakan, "Perbedaan antara mimpi dan rencana adalah garis waktu".

Tanyakan pada diri Anda sendiri, 'apakah mimpi itu bisa diwujudkan?' Lebih baik, buatlah rencana yang lebih realistis bagi Anda dan pasangan agar kedua belah pihak merasa terpacu namun tak terbebani.

Dan inilah jawaban dari bagaimana cara mengatasi konflik rumah tangga tersebut? Semoga, cara ini bisa sangat bermanfaat bagi Anda. Sekarang kami akan memberitahu dampak baik dari konflik rumah tangga.

Dampak Baik dari Konflik Rumah tangga :

1.Menyadarkan kita bahwa ada persoalan yang perlu diselesaikan dalam hubungan dengan orang lain

Ketika suami istri mengalami konflik rumah tangga, mereka menjadi sadar bahwa ada persoalan yang perlu diselesaikan di antara mereka berdua. Mungkin selama ini masing-masing disibukkan oleh ritme kehidupan yang rutin dan menjemukan, sehingga seakan-akan hidup hanya mengalir mengikuti angin berhembus.

Mereka tidak menyadari tengah menumpuk persoalan selama ini. Ketika konflik pecah, masing-masing menjadi sadar bahwa selama ini mereka memang tengah menyimpan masalah yang tidak segera diselesaikan.

Mungkin karena tertelan oleh ritme kesibukan masing-masing, tidak sempat lagi melakukan kontemplasi dan evaluasi. Suami atau istri, atau keduanya,  menganggap semua berjalan normal dan tidak ada sesuatu yang menjadi masalah. Saat muncul konflik, mereka akan segera sadar bahwa ada persoalan di antara mereka yang harus segera dicari penyelesaian dan pemecahan.

2.Menyadarkan dan mendorong untuk melakukan perubahan-perubahan dalam diri

Konflik rumah tangga yang terjadi antara suami dan istri, dapat menyadarkan kedua belah pihak bahwa ada banyak hal yang harus dibenahi dan diperbaiki dalam diri masing-masing. Mungkin selama ini merasa tidak ada masalah atau tidak ada kekurangan. Namun saat terjadi konflik, suami dan istri menjadi mengerti bahwa ada sisi-sisi kelemahan dan kekurangan dalam dirinya untuk diperbaiki dan diupayakan perbaikan. Mungkin ada sikap yang harus diubah, mungkin ada perilaku yang harus diubah, mungkin ada gaya komunikasi yang harus diubah.

Kehidupan keluarga memang sangat unik, karena menyatukan dua pikiran, dua hati, dua jiwa yang jelas-jelas tidak sama. Kesediaan suami dan istri untuk saling menyesuaikan dengan harapan dan keinginan pasangan sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga. Dengan meletusnya konflik rumah tangga, masing-masing lebih merasakan adanya sisi dalam dirinya yang harus diubah untuk menyesuaikan dengan keinginan pasangan.

3.Menumbuhkan dorongan dalam diri kita untuk memecahkan persoalan yang selama ini tidak jelas, tidak disadari atau tidak muncul ke permukaan

Di antara manfaat konflik rumah tangga adalah memberikan dorongan dalam diri suami dan istri untuk segera menyadari adanya persoalan tersembunyi atau tersimpan yang selama ini tidak tertampakkan. Saat muncul konflik, kedua belah pihak menjadi tersadarkan bahwa selama ini ada sisi-sisi yang tidak mereka ketahui karena tidak pernah muncul. Seperti seseorang yang merasa sehat dan baik-baik saja. Suatu saat merasakan sakit, begitu diperiksakan ke dokter ternyata selama ini sebenarnya sudah ada gangguan kesehatan namun tidak diperhatikan. Sehingga saat diperiksa dokter, penyakitnya sudah sedemikian parah karena terlambat megetahui gejalanya.

Konflik suami dan istri memberikan informasi penting mengenai adanya persoalan yang mungkin selama ini dianggap tidak ada karena tidak pernah muncul. Dengan adanya konflik, masing-masing memahami bahwa ada persoalan yang perlu diselesaikan atau dicari solusinya bersama-sama.

4.Menjadikan kehidupan lebih menarik

Sering orang mengatakan secara menghibur, bahwa konflik adalah bumbu keharmonisan keluarga. Kehidupan akan terasa hambar dan berjalan sangat monoton apabila tidak ada bumbu konflik. Bisakah anda membayangkan melihat suatu film dengan durasi waktu yang panjang, sampai tiga atau empat jam, namun sepanjang alur cerita dalam film tersebut tidak ada sisi konfliknya. Saya bayangkan anda akan keluar gedung bioskop dengan penuh penyesalan mengapa melihat film monoton seperti itu.

5.Membimbing ke arah tercapainya keputusan-keputusan bersama yang lebih matang dan bermutu

Kadang konflik antara suami istri terjadi dalam pengambilan keputusan penting yang menyangkut masa depan rumah tangga mereka. Misalnya ketika mereka berbeda pendapat mengenai lokasi rumah yang akan dibangun. Apakah akan membeli rumah di suatu komplek perumahan atau apartemen di perkotaan, atau membangun rumah sendiri di tanah yang dibeli di wilayah pedesaan. Konflik rumah tangga ini akan membuat mereka mengemukakan argumen dan alasan masing-masing sehingga saat mengambil kesimpulan akhir, mereka sudah menimbang dengan lebih cermat dan matang.

Demikian pula saat terjadi konflik suami istri mengenai pendidikan anak mereka, apakah akan sekolah di lembaga pendidikan negeri atau ke sekolah-sekolah swasta unggulan. Konflik ini mendorong terputuskannya sebuah pilihan yang lebih matang dan bertaggung jawab karena sudah menimbang-nimbang banyak sisi sesuai keyakinan dan pendapat kedua belah pihak.

6.Menghilangkan ketegangan-ketegangan kecil yang sering kita alami dalam hubungan dengan seseorang

Kadang hubungan suami dan istri mengalami ketegangan yang tidak diketahui sebabnya secara jelas. Komunikasi terasa kaku dan selalu tidak nyaman, bahkan setiap berkomunikasi akan melahirkan pertengkaran baru, ketika ketegangan memuncak dan melahirkan konflik, di titik itulah sesungguhnya akan muncul antiklimaks. Setelah konflik mampu terselesaikan, ketegangan-ketegangan yang selama ini terjadi dan menumpuk segera hilang. Hilangnya ketegangan ini berdampak positif dalam kehidupan di waktu-waktu berikutnya.

7.Menyadarkan tentang siapa atau macam apa diri kita sesungguhnya

Konflik yang terjadi antara suami dan istri memberikan informasi mengenai kondisi pribadi masing-masing. Seorang suami yang mudah tersinggung dan marah dalam berkomunikasi dengan istri, sesungguhnya harus bisa menyadarkan diri sendiri tentang jati dirinya, bahwa ia adalah seorang yang emosional. Seorang istri yang mudah tersulut emosi dan meledak kemarahannya, sesungguhnya harus membuat dia bisa mengevaluasi kepribadiannya, untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang.

Mungkin selama ini suami dan istri saling bersikukuh dengan ego masing-masing. Tidak menyadari siapa dirinya sesungguhnya, tidak menyadari kualitas macam apa kepribadiannya. Cenderung menyalahkan dan merendahkan pasangan, dan mencari-cari kesalahan pasangan. Dengan munculnya konflik rumah tangga, akan menunjukkan siapa dan seperti apa kualitas kepribadian masing-masing.

8.Menjadikan konflik sebagai sumber perbaikan kualitas pribadi

Jika suami dan istri mampu mengambil pelajaran dari berbagai konflik yang terjadi selama ini, akan membuat kedua belah pihak mengerti kelemahan dan kekurangan masing-masing untuk dijadikan bahan melakukan perbaikan. Ada banyak kelemahan  yang harus bisa dirasakan dan  dipahami oleh suami dan istri untuk memperbaiki diri masing-masing. Justru dengan munculnya konflik, akan membuka berbagai sisi kepribadian secara lebih jelas, sehingga lebih jelas pula sisi apa yang perlu perbaikan.

9.Mempererat dan memperkuat keintiman hubungan

Konflik yang mampu disikapi dan diselesaikan dengan baik, justru akan mampu mempererat dan memperkuat keintiman hubungan antara suami dan istri. Hubungan yang semula kering, kaku, tegang, dan penuh permusuhan, akan berubah total setelah konflik mampu mereka lalui dan mereka selesaikan secara bijak dan konstruktif. Pada akhirnya terjadilah fase antiklimaks yang melegakan.
Hubungan dan komunikasi suami istri kembali berseri, justru menjadi bertambah intim dan berkualitas dibandingkan dengan sebelum konflik terjadi.

Dengan demikian, konflik rumah tangga dalam kehidupan sesungguhnya memiliki potensi memperbaiki dan menguatkan perkembangan pribadi masing-masing, yang akhirnya berdampak terhadap perbaikan kualitas relasi antara suami dan istri. Tentu saja, suami dan istri harus sanggup menghadapi dan menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari secara bijak dan konstruktif.

Itulah dampak buruk, cara mengatasi, dan dampak baik dari konflik rumah tangga. Jika Anda sudah pernah mengalami konflik rumah tangga sebaiknnya anda menggambil hikmah dan sisi positifnya, agar hal tersebut tidak terjadi lagi.
Top