Hati-hati, Penelitian Menunjukkan Mata Bisa Buta Karena Stres Kerja

Komentar

Gambar ilustrasi diolah dari tempo.co.id

Terlalu sibuk bekerja bisa buta...

Terkadang kita percaya menjadi "sangat sibuk" adalah sesuatu yang baik, namun ternyata terus menerus mengatakan kita terlalu sibuk bisa mengarah pada siklus negatif dan membahayakan kesehatan.

Selain tekanan darah tinggi dan depresi, baru-baru ini para ilmuwan membuktikan stres juga dapat merusak penglihatan.

Laporan yang terbit di jurnal European Association for Predictive, Preventive, and Personalized Medicine, edisi 9 Mei 2018 mengungkap, memburuknya penglihatan dipicu oleh meningkatnya kadar hormon kortisol saat sedang mengalami stres.

"Ada bukti yang jelas dari gangguan  psikosomatis terhadap gangguan penglihatan," kata peneliti utama penelitian Bernhard Sabel dari Institut Psikologi Kesehatan, dari Universitas Magdeburg, Jerman, dilansir dari kompas.com

"Faktor risiko gangguan penglihatan ini sama seperti glaukoma, optik neuropati, retinopati diabetik, dan degenerasi makula karena usia," imbuhnya.

BACA JUGA: Nauzubillahminzalik, Bahkan Rasulullah Enggan Menyalatkan Jenazah Orang Meninggal Dalam Keadaan Ini

Sabel dan timnya menemukan, hormon stres kortisol tidak hanya dapat merusak penglihatan dan otak, tapi juga mengganggu aliran darah di bagian tubuh tertentu.

Selain itu, stres dipercaya sebagai penyebab munculnya penyakit mata seperti glaukoma yang merusak saraf optik dan mengakibatkan kebutaan.

Dengan penelitian ini, penting bagi dokter mata untuk menyarankan pasiennya agar tidak mengalami stres.

Selain itu, dokter mata juga diharapkan tidak menambah stres pasien saat memberitahu diagnosis penyakit pasien.

"Perilaku dan anjuran dokter dapat berdampak panjang pada prognosis memburuknya penglihatan. Banyak pasien diberitahu prognosisnya buruk dan mereka harus siap mengalami kebutaan suatu hari nanti," kata Dr. Muneeb Faiq dari Fakultas Kedokteran Universitas New York.

"Bahkan meski kemungkinan mengalami kebutaan hampir tidak terjadi, rasa takut dan kecemasan sering melanda neurologis dan psikologis, sehingga memperburuk kesehatan," imbuhnya.

Bekerja keras di dunia jangan lupakan akirat

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِى أَمْلأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلاَّ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'la berfirman: "Wahai manusia, Luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku akan menutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan yang demikian itu, niscaya Aku akan penuhi kedua tanganmu (hari-harimu, pent) dengan kesibukan (pekerjaan2) dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu."  HR At-Tirmidzi IV/642 no.2466

Firman Allâh Azza wa Jalla :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh balasan di akhirat kecuali neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” [Hûd/11:15-16]
Top