Ungkapan Fauzi Baadila Saat di Perbatasan Suriah, yang Dianggap Nerakanya Dunia

Komentar

Foto via facebook aksi cepat tanggap

Menyaksikan langsung ganasnya perang dan dampak yang mengerikan dari pertikaian manusia itu.

Dunia ini tak cuma ketawa-ketiwi, ngobrol, hidup normal, lalu ada masalah ngeluh, masih banyak yang jauh lebih sulit dibanding anda. Fauzi Baadila Aktor terkenal Indonesia yang baru-baru ini memdatangi daerah konfil di perbatasan Suriah-Turki, ia tak kuasa melihat semua itu.

AKTOR ngetop Indonesia, Fauzi Baadila, belum lama ini mengunjungi daerah konflik di Timur Tengah.

Dia bersama tim Aksi Cepat Tanggap pergi ke perbatasan Suriah-Turki.

Perang Suriah telah menjadi bencana yang perlahan-lahan akan menghantam hampir di seluruh dunia.

Perang Suriah ini merupakan sebuah konflik bersenjata dari berbagai pihak dengan intervensi internasional.

Kerusuhan tumbuh sejak adanya protes kebangkitan dunia Arab pada tahun 2011.

Konflik ini kemudian meningkat ke konflik bersenjata setelah adanya kekerasan atas protes kepada Pemerintah Presiden Bashar al Assad.

Baca juga : Wisuda PAUD yang Dianggap Kurang Etis dan Berlebihan, Malah Membuang-Buang Uang

Di tempat ini, Fauzi Baadila mengaku menyaksikan langsung ganasnya perang dan dampak yang mengerikan dari pertikaian manusia itu.

Cerita Fauzi Baadila dan gambar yang ditampilkan bisa bikin mata menangis.

"Pernah nggak lagi gendong anak kecil, tiba-tiba di belakang ada suara (tembakan dan bom)," ujar Fauzi dalam satu video yang diunggah di instagram.

Dia melanjutkan, "Saya bukan orang melankolis. tapi di situ hati saya hancur. Hati saya seperti diiris. Ada anak kecil rindukan sosok ayah. saat dipeluk tak mau lepas. Anak-anak ini, matanya pun kosong."


Foto via facebook aksi cepat tanggap

Video penuturan Fauzi Baadila itu diunggah di akun instagram Indonesiamengaji.id.

Berikut narasi yang tertulis di akun @indonesiamengaji.id.

Belum lama ini Fauzi Baadilla @fauzibaadilla2018 berangkat ke perbatasan Suriah bersama Aksi Cepat Tanggap dan menyaksikan kondisi nyata anak-anak korban perang.

Dengan mata berkaca-kaca, Fauzi Baadila menceritakan keadaan pengungsi Suriah

Ia mengakui berubah menjadi lebih sensitif setelah pulang memberikan bantuan kepada pengungsi di perbatasan Suriah

Tonton segera video ini hingga selesai. Semoga apa yang telah Fauzi Baadilla lakukan, menginspirasi Ramadhan sahabat. :)



Berikut ini fakta peperangan di Suriah mulai dari sejak kapan Perang Suriah terjadi sampai seperti apa kehidupan di Suriah.

1. Konflik mulai tercetus pada tahun 2011

Pada Maret 2011, protes damai meletus di seluruh negeri sebagai bagian dari bentuk pemberontakan Musim Semi Arab.

Panitia menyerukan Presiden Suriah Bashar al Assad untuk melakukan reformasi demokratis. Namun, pemerintah justru  menanggapinya dengan kekerasan.

Beberapa pengunjuk rasa bekerja sama dengan pihak militer untuk membentuk Tentara Pembebasan Suriah.

Pada tahun 2012, perjuangan bersenjata ini telah berubah menjadi perang sipil sepenuhnya.

Baca juga : Ucapan Umar Patek Mantan Teroris yang Mengoyak Hati Ketua BNPT

2. Rusia menjadi pendukung Assad

Rusia telah lama mendukung pemerintahan Assad.

Menurut seorang sarjana, Rusia membantu membangun militer Suriah modern dan Assad adalah salah satu sekutu terkuat Presiden Rusia, Vladimir Putin di Timur Tengah.

Rusia juga mengubah jalannya perang untuk mendukung Assad dengan melakukan intervensi militer pada tahun 2015.

3. Amerika Serikat terlibat dalam Perang Suriah karena dua alasan

Pertama, Negara Islam mulai mengembangkan pijakan di negara itu pada tahun 2013.

Sehingga pada tahun berikutnya, Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terhadap kelompok militan. Amerika juga mengirim pasukan darat ke dalam pertempuran.

Sampai saat ini, ada sekitar 2000 pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di sana.

Alasan ke dua adalah Amerika Serikat bertindak untuk menghukum pemerintah Assad yang telah menggunakan senjata kimia seperti sarin dan gas klorin pada warga sipil Suriah.

4. Selain Rusia, Assad juga mendapat dukungan dari Iran

Salah satu sekutu kunci Assad adalah Iran.

Iran membutuhkan Suriah untuk memindahkan senjata dan milisi proksinya di seluruh Timur Tengah. Jadi, ketika Assad terancam, Iran akan melangkah untuk mendukungnya.

Begitu pula dengan Hizbullah, partai politik dan milisi Libanon yang merupakan sekutu Teheran.

Israel mulai menyerang basis Assad dengan serangan udara.

Itu berarti, sekarang ini ada banyak peperangan yang terjadi di Suriah.

Pemerintah Suriah masih berperang dengan para pemberontak.

Sedangkan Israel berperang dengan pasukan yang didukung Iran.

Dan Amerika Serikat mencoba membunuh Negara Islam.

5. Kehidupan di Suriah sangat mengerikan

Keluarga Suriah sering tidak memiliki kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal dan perawatan medis.

Anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah. Karena peperangan terus terjadi di kota-kota dan di jalanan.

Sejak dimulainya perang, lebih dari 465.000 warga Suriah tewas, satu juta lainnya terluka.

Sementara 12 juta (lebih dari separuh penduduk negara) telah dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka. Lebih dari 5,5 juta telah pindah ke luar negeri dan terdaftar sebagai pengungsi.

Semoga, peperangan ini segera berakhir dan dunia dipenuh dengan kedamaian
Top