Umar Patek Pelaku Bom Bali 1 Bongkar Perbedaan Aliran Jemaah Islamiyah Dengan Pelaku Bom Surabaya

Komentar

Sumber gambar Tribun Jabar

Pelaku bom Bom Bali I, Umar Patek mengungkapkan perbedaan aliran Jamaah Islamiyah dengan pelaku bom di Surabaya.

Seperti yang kita tahu Jamaah Islamiah adalah sebuah organisasi militan Islam di Asia Tenggara yang berupaya mendirikan sebuah negara Islam raksasa di wilayah negara-negara Indonesia, Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Melansir tribunwow.com melalui tayangan youtube najwa shihab dengan judul "Bangkit dari Teror Umat Patek Minta Maaf Kepada Korban Teror Bom".

Dikesempatan itu, Najwa Shihab selaku pembawa acara menanyakan tanggapan Umar Patek soal kasus bom yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Riau.

Saat ditanya tanggapan soal bom yang terjadi di Surabaya, Umar Patek mengatakan mengecam perbuatan tersebut.

"Peristiwa yang terjadi belakangan, merupakan perbuatan yang biadab, yang tidak bisa diterima dalam ajaran islam dalam madzhab manapun, karena hal itu melibatkan anak kecil dan perempuan," ujarnya.

Baca Juga: Pengakuan Anak Pelaku Bom Bunuh Diri yang Sering Diajak Berjihad Namun Menolak

Setelah itu, Najwa Shihab menanyakan perbedaan antara Aliran Jamaah Islamiyah (JI) dengan aliran kepercayaan pelaku bom di Surabaya.

"Pelaku yang sekarang yang melakukan aksi teror ini, mereka memahami paham takfiri, kaum takfiri ini merupakan paham yang diusung kaum khawarij dibawa oleh ISIS, di mana mereka mengkafirkan atau memurtadkan orang yang tidak sejalan dengan mereka, karena itu, siapapun yang bertentangan dengan mereka boleh di bunuh, nah, ini bertentangan dengan apa yang kami anut di jamaah islamiyah pada saat itu, " ujarnya.

Top