Takut Lupa, Boleh Nggak Niat Puasa Dibaca Sekali Untuk Niat Satu Bulan Penuh?

Komentar
Sumber gambar jatim.tribunnews.com

Puasa tidak sah tanpa niat, nah kalau takut lupa baca niat terus kita membaca niat puasa sekali di awal ramadhan dan sekaligus untuk niat penuh satu bulan...

Apa boleh seperti itu...?


Biasanya, setelah dilaksanakan sholat Tarawih atau Shalat Tarawih yang ditutup sholat Witir, di beberapa masjid imam sholat mengajak jamaah untuk melafazkan niat puasa Ramadhan untuk esok hari.

Ajakan ini biasanya dilafazkan secara berjamaah dan diucapkan secara jahr atau dilafalkan. Setiap malam lafaz niat diulang untuk puasa esok hari. Begitu juga puasa Ramadhan 2018 atau Ramadhan 1439 H.

Di sisi lain, muncul pertanyaan bolehkah niat puasa Ramadhan dikumpulkan dalam satu hari pada awal untuk puasa sebulan penuh?

Karena puasa Ramadhan ini tidak hanya sehari, tetapi sebulan penuh, lalu bagaimana dengan niatnya? Ada orang mengatakan bahwa niat puasa Ramadhan bisa dilakukan sekaligus di awal Ramadhan. Dengan niat sebulan penuh itu, ia mungkin berharap tidak perlu berniat setiap malam sebelum puasa di keesokan siangnya.

Perihal ini Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hishni dalam Kifayatul Akhyar menerangkan sebagai berikut.

ولا يصح الصوم إلا بالنية للخبر. ومحلها القلب, ولايشترط النطق بها بلا خلاف, وتجب النية لكل ليلة لان كل يوم عبادة مستقلة , ألا ترى أنه لا يفسد بقية الأيام بفساد يوم منه. فلو نوى الشهر كله, صح له اليوم الأول على المذهب.

Artinya, “Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadits. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat ulama tanpa perbedaan pendapat. Niat puasa wajib dipasang setiap malam. Karena, puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadhan merupakan ibadah terpisah. Coba perhatikan, bukankah puasa Ramadhan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan, maka puasanya hanya sah di hari pertama. Demikian pendapat ini madzhab (Madzhab Syafi’i),” (Lihat Taqiyuddin Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar)

Berita: Tulis Status Ujaran Provokatif di Facebook, Wanita Ini Bosan Dengar Toak Masjid Setiap Jam

Adapun niat puasa sekaligus sebulan penuh adalah pandangan dari Madzhab Hanafi. Menurut Madzhab Hanafi, puasa seseorang dengan niat sebulan penuh di awal Ramadhan dinilai sah meskipun ia tidak menetapkan niat puasa setiap malam.

Kendati demikian, mereka juga tetap menganjurkan orang yang telah melakukan niat puasa wajib sebulan penuh di awal Ramadhan untuk mengulang niat puasa di setiap malam Ramadhan.

Karenanya, melihat keistimewaan puasa Ramadhan itu, seseorang wajib memasang niat setiap malam. Untuk menghindari lupa niat, ada baiknya ia mengikuti tarawih berjamaah. Di samping mendapat pahala sembahyang tarawih dan silaturahmi yang berlipat ganda itu, ia tidak akan luput dari niat puasa yang lazim dipimpin imam sebelum tarawih bubar.

Sebagai tambahan, berikut bacaan doa niat puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. 
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كِلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri ramadhaana kulihi lillaahi ta’aalaa 
"Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala"

Semoga penjelasan ini bisa dipahami dengan baik. Perbedaan kedua pandangan madzhab ini hendaknya bukan menjadi titik pertikaian, tetapi menambah khazanah pengetahuan kita perihal hukum Islam. Kami selalu menerima kritik dan saran.
Top