Saat Kondisi Suami Susah, Ini Keutamaan Jika Istri Tetap Sabar dan Qona'ah

Komentar

Sumber gambar Islampos

Inilah kemuliaan seorang istri, dan Surga adalah tempat yang layak baginya karena sikapnya yang menentramkan suami ketika suami dalam kesusahan...

Memberi nafkah adalah kewajiban seorang suami terhadap keluarganya.

Dengan adanya nafkah tersebut maka kebutuhan keluarga baik makanan, pakaian serta keperluan yang lain diharapkan akan terpenuhi.

Namun bagaimana bila kemampuan suami dalam memberikan nafkah itu minim sehingga sudah tak mencukupi lagi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan keluarga tersebut?

Bagaimana seorang istri menyikapi permasalahan tersebut dan bagaimana pula solusi alternatifnya?

Menyikapi Kesempitan Rezeki Suami

Ketika suami sedang mengalami kesempitan rejeki hingga nafkah yang diberikan sudah tidak mencukupi, maka seorang istri yang baik tidak akan memojokkan suaminya namun perlu menyikapinya dengan:

1. Ingatlah Jika Banyak Bersyukur Allah Akan Menambah Nikmat

Ia yakin bahwa dengan tetap mensyukuri atas apa yang suami berikan meskipun cukup minim, maka Allah pasti akan menambah nikmat itu kepadanya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu …’.”(QS. Ibrahim: 7)

2. Tetap Bersabar Sebagai Bukti Istri yang Shalihah 

Ketika suami sedang dalam kesempitan rezeki dan istri menyikapinya dengan penuh sabar maka Allah memberi predikat kepadanya sebagai orang yang benar imannya dan bertaqwa.

Allah Ta’ala berfirman:“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam pepera ngan, mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang -orang yang bertaqwa.”(QS. Al-Baqarah : 177)

3. Tidak Putus Asa Agar Tidak Jauh dari Rahmat Allah

Sikap terpuji seorang istri saat ekonomi suaminya sedang dalam kesempitan yaitu tidak putus asa, ia harus tetap bersemangat menjadi pengatur rumah tangganya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنرَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”(QS. Yusuf : 87)

4. Tetap Qona’ah (Merasa Cukup) dan Pandai Bersyukur

Apapun keadaan suami sekarang ini ia tetap akan menerimanya dengan Qona’ah yang menjadikan hati tenang dan merasa cukup.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

“Sungguh sangat beruntung orang yang masuk Islam kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan padanya sifat qona’ah ats pemberian-Nya.”(HR. Ibnu Majah)

5. Banyak Berdoa dan Istiqomah Melaksanakan Dhuha

Ketika rezeki suami sedang dalam kesempitan, ia selalu berdoa untuk kelapangan rezeki suami-nya dengan kerendahan hati. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Berdoalah kepada Tuhan dengan merendahkan diri dann dengan suara hati yang lembut tersembunyi …”(QS. Al-A’raf : 55)

Dari Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ‎shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad, 4: 153. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi kitab shahih kecuali Nu’aim bin Himar termasuk dalam perawi Abu Daud dan An-Nasa’i).‎

6. Memanfaatkan Nafkah dari Dengan Baik

Ketika nafkah suami sudah minim karena keadaan, maka istri harus bisa memebelanjakannya dengan hemat dengan cara mengurangi kebutuhan-kebutuhan sekundernya. Yang demikian itu supaya mendapat rahmat Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan hartanya secara hemat, dan bisa menyisihkan tabungan sbg persediaan di saat kekurangan dan kebutuhannya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA 4 Perawatan Kecantikan Terlarang Bagi Muslimah, Malah Banyak yang Menjadikan Tren

Kesimpulan

Sungguh terpuji seorang istri yang mampu menyikapi kesempitan rezeki suaminya itu dengan tetap bersyukur, tetap sabar, tetap qona’ah, bisa berhemat, selalu berdoa dan ikut memberikan solusi alternatif membantu suaminya mengubah keadaan.

Itulah kemuliaan seorang istri, dan Surga adalah tempat yang layak baginya. Semoga bermanfaat, Amin.
Top