Penolakan Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri Mengingatkan Kisah Jenazah yang Ditolak Bumi

Komentar

Sumber gambar pekanbaru.tribunnews.com
Naudzubillah jika jenazahnya sampai ditolak...

Masyarakat menolak jenazah pelaku bom bunuh diri yang sudah sangat meresahkan masyarakat karena perbuatannya yang dinilai sangat merugikan dan melukai hati masyarakat.

Warga Makam Tembok Surabaya menolak, pemakaman keluarga teroris. Sejumlah warga setempat pada intinya tidak ingin pelaku teroris bom pengantin tersebut dimakamkam di tempat tersebut.

Fauzi (55) salah satu warga Jalan Makam Tembok Gede menuturkan meski salah satu pelaku teroris. Orang tuanya pernah tinggal di daerah Jalan Kranggan Surabaya. Warga tetap menolak pelaku dimakamkan di Makam Tembok Gede Surabaya.

"Kami tetap menolak sebab, pelaku sudah meresahkan masyarakat Surabaya dan sekitarnya terkait peledakan bom di tiga gereja," tuturnya, seperti yang dikutip dari kumparan.com.

Masih menurut Fauzi, meski ada informasi salah satu orang tua keluarga teroris pernah tinggal di daerah Jalan Kranggan Surabaya. Namun, sudah pindah sangat lama dan bukan lagi warga Jalan Kranggan.


"Kendati orang tuanya pernah disini kami intinya tetap menolak karena perbuatanya sudah merugikan banyak korban yang tak berdosa," paparnya.

Seperti diberitakan, keluarga Dita Oeprianto dan istrinya Puji Kuswati dan dua anak perempuanya Fadhilah Sari, dan Pamela Rizkita serta anak lelakinya Yusuf Fadhir, dan Firman Halim.

Warga asal Wonorejo Asri Rungkut, Surabaya meninggal mengenaskan usai melakukan pengeboman di tiga gereja Surabaya.


Sumber gambar palembang.tribunnews.com

Kejadian ini mengingatkan kita pada sebuah kisah jenazah yang ditolak bumi karena perbuatan semasa hidupnya yang meresahkan.

Jenazah wanita yang sudah 3 kali dimasukkan ke dalam liang lahat namun tidak muat.

Setelah gagal melakukan pelebaran liang lahat, seorang ustadz menyuruh anggota keluarga untuk adzan di pengebumian itu, barulah jenazah bisa di makamkan.

Singkat cerita, beberapa tetangga almarhumah adalah wanita yang suka mengumpat serta memfitnah tanpa bukti. Almarhumah juga tidak pernah menutup auratnya selama hidup. Dia suka memakai pakaian seksi menampilkan bentuk tubuhnya.

Lantas bagaimana dengan keluarga pelaku bom bunuh diri yang membunuh nyawa orang-orang yang tidak berdosa.

Terlepas dari cerita ini tentu dapat dipetik pelajaran bagi kita agar kita tak menjadi umat seperti ini.

Wallahu a'lam.
Top