Mengaku Teman Teroris, Petugas Akhirnya Turunkan Penumpang KA ini

Komentar

foto via tribunnews.com

Viral di media sosial digegerkan adanya seorang penumpang KA yang diturunkan petugas karena mengaku sebagai teman teroris.

Apakah benar demikian? Berikut faktanya!

Minggu (27/5/2018), peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/5/2018) dini hari di kereta api (KA) Jayakarta Premium tujuan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

DMR (31), nama wanita yang viral itu, awalnya meminta kepada sepasang suami-istri di KA untuk berbagi jaringan WiFi.

Setelah satu jam, penumpang gerbong 4 itu memberi Rp100 ribu kepada pasutri itu, namun ditolak.

Kemudian, DMR tiba-tiba memukuli si istri menggunakan botol air mineral.

"Pelaku memukul si korban sambil bilang 'Kamu merebut suami saya'," kata Edy.

Sejumlah polisi khusus kereta api (Polsuska) pun datang melerai lalu memindahkan DMR ke gerbong 10.

Setelah itu, DMR malah berbalik ke gerbong 5 sambil berbicara sendiri menggunakan nada tinggi.

Polsuska lantas mendatangi DMR dan memindahkannya lagi lantaran membuat para penumpang lain resah.

Baca Juga : 4 Stadium yang Dilewati Seseorang Teroris Agar Berani Lakukan Bom Bunuh Diri

DMR pun marah dan menantang petugas sambil melantur sebagai teman teroris.

"Saya tantang Bapak sekarang, Bapak lihat saya nantang Bapak sekarang. Harga emas saya yang punya. Saya kemarin yang nendang..... Teman saya yang kalian tangkap, teroris teman-teman saya," kata perempuan itu.

Kalau belum percaya simak video berikut :



Ia bahkan menyobek tiket dan uang pecahan Rp100 ribu.

Setibanya di Stasiun Cirebon, petugas memutuskan untuk menurunkan DMR.

"Penumpang tersebut oleh tim Polsuska diajak bicara baik-baik. Namun, si penumpang tidak menerima seperti dalam video. Selanjutnya penumpang itu di turunkan di Stasiun Cirebon," ujar Edy.

Wanita tersebut diduga stres sehingga tak bisa mengontrol perilakunya.
Top