Menelan Ludah Bisa Membatalkan Puasa, Jika 3 Hal ini Luput

Komentar

foto via abiummi

Pak ustadz, kemarin saat puasa, saya menelan ludah karena tenggorokan saya terasa begitu kering..

Itu setelah wudhu karena bibir saya agak basah...

Memang kebiasaan saat puasa seperti ini masih sering dilakukan orang, baik secara sadar maupun tak sadar.

Dan pertanyaan-pertanyaan pun bermunculan mengenai hal ini.

Apakah menelan ludah saat puasa itu membatalkan puasa atau tidak?

Ludah itu berasal dari dalam tubuh manusia, namun ada yang ragu ketika menelan ludah saat puasa. Bahkan ada yang harus meludah terus saat puasa.

Dengan kata lain, intensitas meludahnya makin banyak ketika sedang berpuasa. Pada dasarnya, atau hukum asalnya, meludah saat berpuasa tidaklah membatalkan puasa. Namun juga dapat membatalkan puasa.

Hal ini katakan oleh imam An-Nawawi sebagai ijma’ (kesepakatan ulama), beliau berkata,

ابتلاع الريق لا يفطر بالإجماع

“Menelan air ludah tidak membatalkan puasa secara ijma’”[1]

Tidak bisa diipungkiri bahwa menahan diri agar tidak menelan air ludah adalah hal yang sulit karena terkadang manusia otomatis menelan ludah mereka. Dan agama Islam tidaklah diturunkan untuk memberatkan manusia.

Tapi jika ada pertanyaan sepertti “Bolehkah menelan dahak dengan sengaja?” maka jawabannya:

Tidak boleh menelan dahak, baik bagi yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa, karena dahak adalah benda kotor. Bahkan, bisa jadi membawa penyakit hasil metabolisme tubuh. Akan tetapi, menelan dahak tidak membatalkan puasa, selama belum diludahkan. Menelan dahak juga tidak bisa dinamakan makan maupun minum. Jika ada orang yang menelannya, padahal dahak sudah berada di mulut, hal ini pun tidak membatalkan puasanya.

Baca Juga : Tanpa Banyak yang Sadar, Karena Alasan Inilah Berbohong Bisa Membatalkan Puasa!

Sikap yang tepat, ketika terjadi perselisihan ulama, kembalikan kepada al-Quran dan sunnah. Jika kita ragu dalam suatu hal, apakah termasuk pembatal ibadah ataukah tidak, hukum asalnya adalah tidak membatalkan ibadah. Berdasarkan hal ini, menelan dahak tidak membatalkan puasa.

Selain itu, meski sudah jelas menelan ludah itu tidak membatalkan puasa, ternyata ada pendapat lain lho yang mengatakan jika menelan ludah itu bisa membatalkan puasa.

Tapi jika 3 hal ini belum terpenuhi, maka menelan ludah bisa membatalkan puasa. Berikut diantaranya :

1. Ludah Murni Tidak Tercampur Sesuatu

Hal pertama yang harus digarisbawahi supaya menelan ludah tidak membatalkan puasa adalah bahwa ludah yang ditelan itu murni. Artinya, tidak ada sesuatu yang tercampur di dalamnya.

Jika ludah yang ditelan bercampur dengan sesuatu seperti sisa makanan, maka batal puasanya. Aman dan tidak batalnya jika memang yang ditelan hanyalah ludah saja, benar-benar ludah murni.

2. Tidak Keluar Dari Batas Mulut

Selanjutnya, posisi ludah pada saat sebelum ditelan juga menentukan batal tidaknya puasa seseorang yang menelan ludah . Menelan ludah tidak membatalkan puasa selama ludah masih ada dalam mulut. Sebaliknya, jika ludah tersebut sudah keluar dari batas bulu, misalnya sudah keluar bibir, kemuadian baru ditelan, inilah yang kemudian akan membatalkan puasa.

3. Ludahnya Suci

Pada dasarnya, ludah itu sui. Asal tidak bercampur dengan sesuatu lain yang najis. Jika ludah ditelan hanya ludah saja, maka tidak apa-apa atau tidak membatalkan puasa. Namun, ketika ludah bercampur dengan darah yang bercampur mungkin berasal dari gusi dan kemudian ditelan. Hukum puasanya akan menjadi batal. Oleh karena itu anda tahu ada darah keluar dari gusi, segera ludahkan keluar. Jangan sampai tertelan.
Top