Memasang Susuk Adalah Kesyirikan, Wajib Bertaubat Bagi Para Pelakunya

Komentar

Sumber gambar Keganjilan.Com

Tidak ada yang akan menjamin kesyirikan itu membawa keuntungan bagi pelakunya, padahal dosa syirik adalah dosa yang tidak di ampuni Allah

Belum lagi yang bersekutu dengan jin atau setan dalam hidupnya akan jauh dari ketenangan karena jin dan setan akan terus menganggu

Pelet dan susuk adalah solusi yang telah dicoba oleh beberapa orang untuk membuat wanita yang mereka sukai menjadi jatuh cinta kepadanya.

Tips cinta ini katanya telah terbukti dan bisa dihandalkan. Ilmu pelet pemikat hati wanita ini juga bisa dipakai saat ikut casting sinetron dan iklan agar bisa terpilih menjadi bintang di kemudian hari.

Seperti yang dikisahkan salah seorang pria ini, Tahun 1997 saya merantau ke jakarta, disana saya terjebak syirik yakni dengan memasang susuk pada tubuh. setelah itu pada saat tidur saya sering merasa diganggun oleh makhluk halus (mimpi buruk dan menyeramkan), malas beribadah dsb..Yang saya tanyakan:

1. Mungkinkah dosa saya diampuni, bagaimana cara saya bertobat?

2. Bila saya meninggal dunia sementara susuk yang saya pasang masih ada (berpengaruh), apakah kematian saya kafir?

3. Bolehkan saya minta tolong orang untuk ruqyah, atau mungkinkah susuk itu bisa hilang sendiri?

4. Sudah beberapa bulan ini saya mengikuti kajian salaf atau salafy, apakah saya terkategori sebagai orang munafik bila saat ini kadang kadang masih menggunakan pakaian isbal terutama bila di masyarakat umum. Soalnya saya takut di kira orang alim bila berpakaian diatas mata kaki sementara saya masih sangat awam. saya sangat membutuhkan jawabannya. saya ingin meninggal dunia sebagai muslim. Jazakummullah Khairon wa barrokallahu fiik

Jawab : Wa’alaykumussalam warohmatullah wabarokatuh


Sumber gambar youtube.com

1. InsyaAllah dosa anda akan diampuni, jika anda jujur dalam bertaubat, meninggalkan dosa, dan tidak mengulanginya. JIka anda mengulangi dosa syirik itu, dan anda meninggal diatasnya maka dosa anda tidak akan diampuni dan kelak akan dimasukkan dalam neraka. Allah Ta’aala berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)

2. Adapun masalah susuk, maka anda berusaha menghilangkannya dengan cara meruqyah diri sendiri dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, dan dzikir-dzikir pagi dan sore yang ada dalam hadits yang shahih. Jika susuk itu tidak bisa hilang, sedangkan anda sudah bertaubat dan menyesali perbuatan tersebut, lalu anda meninggal, maka anda insyaAllah akan meninggal diatas tauhid.

3. Tidak usah meminta ruqyah kepada orang lain, dan cukup meruqyah diri sendiri dan dengan izin Allah dan usaha dari anda niscaya susuk itu akan hilang.

4. Pakailah pakaian yang sunnah yaitu pakaian yang tidak melewati mata kaki, sekalipun orang-orang sekitar kita menganggap kita aneh, karena itulah sunnatullah bagi para penegak sunnah; mereka akan dicemooh, dianggap asing, dijauhi.

Namun bersabarlah diatas sunnah, niscaya Anda termasuk dalam sabda Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam :

“Islam ini awal kali munculnya dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang sholeh (baik) ketika manusia rusak. Maksudnya, mereka (orang-orangasing karena melaksanakan sunnah) tetap dalam keadaan baik aqidahnya,
ibadahnya, dan akhlaknya bagus di tengah manusia yang rusak akidahnya, Ibadahnya, dan akhlaknya.

Jadi seseorang yang menapaki manhaj salaf di akhir zaman ini, harus bersabar ditengah manusia-manusia rusak yang menganggap para penegak sunnah sebagai orang yang asing, dan musuhnya. Inilah yang dikabarkan oleh Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam :

“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari di mana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. 
Para Shahabat bertanya:
“Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian”.(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim. Dan dishahihkan oleh Imam Hakim dan disepakati oleh Dzahabi; lihat Dlaruratul Ihtimam, Syaikh Abdus Salam bin Barjas, hal.49)

Dibawah naungan cahaya hadits ini, kita mendapatkan petunjuk dan bimbingan bahwa orang-orang asing yang melaksanakan sunnah akan menghadapi kondisi yang susah antara mengikuti sunnah ataukah meninggalkan sunnah.

Disinilah seorang membutuhkan kesabaran agar dia tetap berada dalam sunnah. InsyaAllahu Ta’aala, kesabaran inilah yang akan mengumpulkan kita bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam di akhirat kelak. Allahumma Amin.
Top