Viral Video Ibu Siksa Balita di Kalimantan, Itu Bisa Membuat Anak Jadi Bipolar

Komentar

foto via facebook

Bagi yang belum tahu bipolar...

Akibatnya begitu buruk bagi kehidupan penderitanya...

Seorang ibu di Kalimantan Timur tega menyakiti anaknya sendiri karena kelakuan suaminya. Wanita ini diketahui tak terima dengan perlakuan sang suami yang telah menduakannya.

Untuk itu, ia nekat menyakiti anaknya yang masih balita dengan maksud mengancam sang suami.

Balita laki-laki itu tampak mengeluarkan darah di hidungnya.

Entah perlakuan keji apa yang dilakukan wanita itu hingga mengakibatkan sang anak terluka seperti itu.

Ia juga merekam aksi kejinya itu dan mempostingnya di Facebook. Wanita itu juga sengaja memukuli anaknya di video itu sambil mengancam suaminya. Ia meminta suaminya memilih anaknya atau wanita selingkuhannya. Dalam video tersebut terlihat jelas hidung anak laki-laki yang balita tersebut bercucuran darah akibat disiksa oleh ibunya.

Perempuan tersebut diduga ibu kandungnya yang tak terima dengan perlakuan suaminya hingga melakukan penyiksaan pada anaknya.

Baca Juga : Nekat Lakukan Hal Haram, Sampai Bayi yang Masih 1 Tahun Dianiaya Pacar Ibunya

Ia sengaja merekam aksi penyiksaannya dan diunggah sendiri ke Facebook untuk mengancam suaminya.

"Kau lihat anakmu? Berdarah dia. Mana kau pilih? anakmu atau Yeni? kurang ajar itu bapakmu" kata perempuan tersebut di video sambil memukul.

Tak hanya memberikan pukulan pada anaknya, ia juga mengancam anak balita itu mati jika suaminya tak pulang.

Sang anak pun terlihat terbata-bata dan ketakutan saat diancam oleh perempuan tersebut dan meminta ayahnya pulang.

"Iya...iyaa..iyaa...iyaa," ujar sang anak sambil terbata-bata dengan pandangan ketakutan.

Video itu kemudian diposting ulang oleh akun Instagram @lambe_turah, Kamis (24/5/2018).


foto via tribunnews.com

"#HELP #SaveThisChild

Suaminya nya selingkuh, ibu ini ancam akan membunuh anak nya, lokasi di Sambaliung, Kab. Berau, Kalimantan Timur. Anak ini di siksa hingga berdarah darah oleh Ibu kandung nya
.
((ini yang upload pertama kali ke FB adalah ibu nya sendiri ya, FB nya sudah di delete dan karena dia upload di FB memudahkan Polisi mengendus keberadaan nya, pelaku sudah tercyduk namun belum di lakukan penahanan, untuk sementara masih wajib lapor))," tulis akun itu.
Postingan tersebut sontak memancing komentar netizen.

Baca Juga : Balita 3 Tahun Disiksa Gurunya, ini yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Dianiaya Guru

Kok tega sekali ya, bukannya dijaga dan dirawat dengan baik, malah dianiaya. Padahal begitu buruk akibatnya jika menganiaya dan membentak anak ittu.

Apa sih dampaknya jika membentak atau sampai menganiaya anak?

Kekerasan dan Bentakan Orangtua Perbesar Peluang Anak Jadi Bipolar

Bipolar adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan suasana hati yang mudah berubah

Menurut dr. Natalia Widiasih, SpKJ (K), selain faktor genetika dan penyakit, bipolar juga bisa disebabkan oleh pola asuh salah.

Utamanya pola asuh yang mengedepankan kekerasan.

Kekerasan di sini tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, tapi juga kekerasan verbal seperti membentak.

Semua itu bila dilakukan dalam jangka waktu lama serta terus menerus akan menyebabkan anak stres.

“Sedangkan stres yang berkepanjangan tanpa diatasi berisiko menyebabkan bipolar,” tegas dokter yang akrab disapa Lia.

Dengan kata lain, anak yang dibentak atau dimarahi berisiko menjadi bipolar.

Hanya saja, perlu diingat, berbagai faktor di atas, mulai kekerasan, kehilangan orangtua, kondisi rumah tangga yang rusak, merupakan faktor risiko.

Artinya, tidak berarti semua anak yang mendapatkan kekerasan akan menjadi bipolar.

Melainkan hanya risikonya saja menjadi lebih besar dibandingkan anak lain yang tidak mendapatkan kekerasan.
Top