Luka Sembuh, Masih Bisa Kena Tetanus, Pahami Gejala Tetanus yang Bahaya ini

Komentar


Foto via serisehat.com

Tetanus telah membunuh puluhan ribu bayi di seluruh dunia, dan juga orang dewasa

Luka pada kulit yang terbuka pastinya lama untuk sembuh dan menimbulkan rasa sakit, tetapi ternyata bukan hanya hal itu saja yang bisa terjadi, masih ada proses yang bisa terjadi dalam kurun waktu berikut ini bisa berubah menjadi penyakit tetanus yang serius

Penjelasan lengkap tentang penyakit tetanus, mulai dari penyebab, gejala tetanus, pencegahan, dan pengobatannya.

Tetanus adalah kejang bersifat spasme (kaku otot) yang dimulai pada rahang dan leher. Kondisi ini disebabkan oleh racun berbahaya bakteri Clostridium tetani.

Penyakit Tetanus merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi kejang karena serangan bakteri. Clostridium tetani

Tetanus merupakan proses akibat toksin, bukan bersifat infeksi ataupun inflamasi dan disebabkan oleh Clostridium tetani

Baca juga : Penyebab Bayi Kuning dan Gejala Awal yang Timbul, Waspada!

Tetanus telah membunuh puluhan ribu bayi di seluruh dunia. Namun, orang dewasa pun bisa terkena. Apa saja gejala tetanus yang harus diwaspadai

Gejala tetanus pada manusia paling berbahaya, dari gejala ringan hingga lanjut, serta metode diagnosa dan pengobatannya.

Anda perlu mengenali jenis dan gejala tetanus karena penyakit ini dapat mengancam jiwa jika pasien tidak segera menerima pengobatan.

Tetanus dapat terjadi sebagai komplikasi luka, baik luka besar maupun kecil. Toksin inilah yang menimbulkan gejala-gejala penyakit tetanus

Luka Sudah Sembuh, Masih Mungkinkah Kena Tetanus?


summitmadness.com

Adapun jarak antara munculnya gejala tetanus dengan saat terkontaminasi (misalnya tertancap paku berkarat) berkisar antara 7-14 hari.

Bila luka telah sembuh, maka kami perkirakan lama luka telah berlangsung lebih dari 14 hari sejak kejadian.

Maka masa inkubasi telah lewat dan bila tidak ada gejala yang muncul, berarti Anda tidak mungkin akan terkena tetanus. Untuk Anda, berikut kami jelaskan lebih lanjut mengenai tetanus:

Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini akan memproduksi racun yang menyebabkan kejang otot kronis.

Tetanus ini sangat berbahaya tapi mudah diatasi jika Anda teliti dan bertindak cepat. Bakteri penyebab tetanus biasanya hidup di kotoran dan tanah, khususnya di area yang terdapat banyak kotoran hewan seperti di peternakan.

Bakteri tetanus biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka atau potongan yang ada di tubuh. Bakteri ini  tumbuh lebih cepat di area yang kekurangan oksigen.

Jadi, semakin dalam dan semakin sempit lukanya, akan semakin sedikit oksigen yang berada di sekitarnya, dan kemungkinan terjadinya tetanus semakin besar.

Sebagai contoh, bakteri bisa masuk ke dalam luka dari jarum akupuntur yang kotor. Semakin kotor lukanya, semakin tinggi risiko terjadinya tetanus. Tapi, tetanus juga bisa tumbuh di luka yang bersih.

Baca juga : 8 Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami dalam Waktu 1 Minggu

Gejala tetanus dan tanda tatanus



Riwayat mendapat trauma, pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril, riwayat menderita otitis media supurativa kronik (OMSK), atau gangren gigi.

Riwayat tidak diimunisasi/tidak lengkap imunisasi tetanus.

Pemeriksaan fisis

Masa inkubasi 7-14 hari.

Gejala awal adalah trismus; pada neonatus tidak dapat/sulit menetek, mulut mencucu. Disertai dengan kaku kuduk, resus sardonikus, opistotonus, perut papan. Selanjutnya dapat diikuti kejang apabila dirangsang atau kejang spontan; pada kasus berat dijumpai status konvulsivus.

Derajat penyakit

Derajat I  (tetanus ringan)

Trismus (kaku otot wajah, sulit buka mulut) ringan sampai sedang

Kekakuan umum: kaku kuduk, opistotonus, perut papan

Tidak dijumpai disfagia (sulit menelan) atau ringan

Tidak dijumpai kejang

Tidak dijumpai gangguan pernapasan


Derajat II (tetanus sedang)

Trismus sedang

Kekakuan jelas

Dijumpai kejang rangsang, tidak ada kejang spontan

Takipneu

Disfagia ringan


Derajat III (tetanus berat)

Trismus berat

Otot spastis, kejang spontan.

Takipne, takikardia

Serangan apne (apneic spell)

Disfagia berat

Aktivitas sistem autonom meningkat

Baca juga : Merasa Hamil Tapi Ragu? Kenali Tanda Awal Kehamilan Sebelum Telat Haid Berikut


Derajat IV (stadium terminal), derajat III ditambah dengan

Gangguan autonom berat

Hipertensi berat dan takikardi, atau

Hipotensi dan bradikardi

Hipertensi berat atau hipotensi berat

Karena infeksi tetanus seringkali berakibat fatal, maka tindakan pencegahan merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Pencegahan bisa dilakukan dengan dua cara utama, imunisasi dan penanganan luka.

Saat luka, bahkan goresan sekecil apapun, sepanjang merusak kulit, mempunyai kemungkinan mengalami tetanus. Sebagain besar dokter menyarankan  langkah berikut:

Jika lukanya bersih dan Anda belum menerima imunisasi tetanus selama 10 tahun terakhir, Anda direkomendasikan untuk melakukan imunisasi.

Jika lukanya kotor atau cenderung mengalami tetanus, dokter menyarankan Anda untuk melakukan imunisasi jika Anda belum melakukan imunisasi selama 5 tahun terakhir.

Luka yang cenderung mengalami tetanus adalah luka yang dalam dan terkontaminasi dengan kotoran atau tanah. Jika tidak yakin kapan terakhir kali Anda menerima imunisasi, lebih baik memilih cara aman dengan melakukan imunisasi.

Jika Anda belum pernah menerima imunisasi saat anak-anak dan mengalami luka terbuka, dokter mungkin akan memberikan vaksin saat perawatan pertama luka. Anda harus kembali memeriksakan diri ke dokter 4 minggu kemudian dan 6 bulan kedepannya untuk melengkapi vaksin pertama Anda.

Hal kedua yang sangat penting untuk dilakukan adalah membersihkan luka secara menyeluruh. Bersihkan luka dengan air bersih dan sabun, cobalah mengeluarkan semua partikel dan kotoran dari luka. Hal ini tidak hanya akan mencegah tetanus tetapi juga mencegah infeksi bakteri lainnya.
Top