Penyebab dan Gejala Kurang Darah yang Banyak Menyerang Orang Zaman Modern

Komentar

Photo by Kiwihug on Unsplash

Kalau orang yang darahnya rendah biasanya, kepala terasa ringan, pusing, tubuh terasa tidak stabil atau goyah, bahkan sampai kehilangan kesadaran..

Anda yang merasa, wajibbaca ini...


Tekanan darah rendah atau hypotention atau lebih sering dikenal postural hypotention (lebih sering terjadi pada orang yang sedang berdiri atau sit-up). Biasanya tekanan darah dikendalikan seiring perubahan posisi tubuh, tetapi orang yang mengalami postural hypotention tidak bisa menjaga tekanan darahnya.

Apakah Anda sering merasa pusing dan lelah? Hati-hati, bisa jadi Anda memiliki tekanan darah rendah. Dan kapan seseorang dinyatakan memiliki tekanan darah rendah?

Anemia atau kurang darah bisa terjadi pada siapa saja, khususnya jika zat hemoglobin dalam sel darah merah seseorang kurang.

Gejala-gejala yang ditimbulkan pun bermacam, tergantung pada penyebabnya. Ada yang disebabkan karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 atau akibat dari perdarahan yang serius.

Gejala Darah Rendah

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah rendah atau tidak, Anda perlu melakukan tes tensi darah. Ketika Anda melakukan tes tekanan darah akan muncul dua angka. Angka yang pertama (angka yang muncul paling atas) menunjukkan tekanan sistolik – tekanan pada arteri di mana jantung berdetak dan diisi oleh darah. Angka yang kedua (angka yang muncul di bawah) menunjukkan tekanan diastolik – tekanan pada arteri saat jeda jantung pada setiap detakan.

Jika hasil tes tersebut  90/60 (90 mm Hg per 60 mm Hg), artinya Anda memiliki tekanan darah atau tensi rendah. Ada berbagai macam hal yang menyebabkan tekanan darah rendah, seperti kehamilan, alergi, faktor psikologi, atau masalah pada jantung.

Baca Juga : Dari Kejang Sampai Hilang Nyawa, Waspadai Gejala Diare Pada Anak Berikut

Meskipun tidak semua tekanan darah rendah merupakan kondisi serius, Anda tetap tidak boleh meremehkannya. Dalam kasus yang fatal, tekanan darah rendah bisa saja menyebabkan kematian.

Tekanan darah rendah terkadang diartikan sebagai tanda tidak cukupnya darah yang mengalir pada otak dan organ vital lainnya, sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala kurang darah. Seperti berikut ini:
  • Pening atau badan terasa ringan
  • Pingsan
  • Penglihatan kabur
  • Detak jantung lebih cepat dari normalnya dan iramanya menjadi tidak teratur
  • Merasa kebingungan
  • Mual atau merasa tidak enak badan
  • Lemah
  • Merasa kedinginan
  • Kulit pucat (pucat karena sakit)
  • Merasa haus atau dehidrasi – dehidrasi bisa menjadi penyebab tekanan darah menurun
  • Susah fokus atau berkonsentrasi

Penyebab darah rendah

1. Kehamilan

Pada saat hamil, peredaran darah wanita berkembang sangat cepat, berbeda dengan normal. Hal ini terjadi karena selama kehamilan terdapat  perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah membesar, dan tekanan darah menurun. Tekanan darah mulai turun pada awal kehamilan dan biasanya umum terjadi pada usia kehamilan trimester kedua.

2. Penyakit jantung

Pada penderita penyakit jantung memang mudah ditemukan juga serangan darah rendah. Kondisi ini juga mungkin ditemukan pada gagal jantung dan serangan jantung. Hal ini disebabkan oleh darah yang tidak dapat dipompa baik oleh jantung yang bermasalah, sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

Baca Juga : 5 Cara Mencegah 'Stroke' Sebelum Terlambat, Kenapa Perokok Jarang yang Terkena Stroke?

3. Hormon yang berubah

Kondisi kesehatan sering dipengaruhi hormon tubuh kita. Salah satunya tekanan darah rendah yang berhubungan dengan penyakit Addison. Penyakit Addison adalah penyakit di mana sistem imun tubuh menyerang dan merusak kelenjar-kelenjar adrenal. Penyakit Addison menyerang dua buah kelenjar yang berukuran kecil yang berada di atas ginjal.

Kedua kelenjar tersebut adalah kelenjar yang memproduksi hormon-hormon yang mengendalikan tekanan darah dan menjaga keseimbangan garam dan air yang berada di dalam tubuh. Tekanan darah yang rendah juga terjadi saat kelenjar-kelenjar adrenal rusak, misalnya jika terjadi infeksi atau tumor pada kelenjar tersebut.

4. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan cairan. Selama dehidrasi, darah yang bergantung pada air tidak dapat memasok peredaran darah ke seluruh tubuh. Sehingga, kondisi ini menurunkan volume darah pada arteri dan vena dan menyebabkan darah rendah terjadi.

5. Sedang mengonsumsi obat-obatan

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda juga dapat terserang darah rendah. Biasanya jika Anda mengalami sakit tertentu, Anda jarang menyadari kondisi ini. Beberapa obat yang dapat memengaruhi antara lain alpha blocker (obat darah tinggi), beta blocker, dan obat antidepresan.

6. Kondisi neurologis

Kondisi ini melibatkan penyakit Parkinson sebagai penyebab darah rendah. Parkinson adalah penyakit yang menyebabkan kondisi yang mempengaruhi sistem saraf. Sedangkan tekanan darah rendah sendiri terjadi jika bagian sistem saraf yang dinamakan sistem saraf otonom sudah terganggu.

Sistem saraf otonom merupakan bagian sistem saraf yang mengontrol fungsi-fungsi tubuh seperti berkeringat dan sistem pencernaan. Sistem saraf ini juga memiliki fungsi lain yakni untuk melebarkan serta menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh. Sehingga, jika terjadi masalah atau gangguan pada sistem saraf otonom, pembuluh darah bisa tetap dalam kondisi melebar dan tidak dapat menyempit kembali. Hal inilah yang menyebabkan darah rendah.

Baca Juga : Waspada! Bayi Anda Bisa Terserang Gagal Ginjal Jika Pernah Mengalami Gejala ini

7. Anemia

Pada saat seseorang mengalami anemia, yang akan terjadi adalah tubuh kekurangan darah, di mana hemoglobin di dalam tubuh berada dalam jumlah di bawah angka normal. Dan dalam hal ini dapat dipastikan tekanan darah di dalam tubuh juga menjadi sangat rendah

Cara Mengatasi Darah Rendah

Pada umumnya gejala kurang darah bukanlah menjadi penyakit inti mula-mula begitu saja, ada banyak penyakit lain yang melatarbelakangi timbulnya gejala kurang darah, bisa dari imbas penyakit ganas seperti misalnya kanker ataupun juga dikarenakan buruknya asupan nutrisi pasien demi memenuhi bahan dasar pembuatan sel darah baru setelah sel darah lama mengalami masa kadaluarsanya. 

Biasanya pasien saat mengalami kekurangan darah akan merasakan keluhan lemah sepanjang waktu dikarenakan kurangnya asupan oksigen serta sari nutrisi yang diterima seluruh jaringan dalam tatanan anggota tubuhnya.

Untuk itu perlunya solusi untuk menghindari kurang darah. Maka cara mengatasi kurang darah bisa dilakukan untuk mengembalikan kesehatan tubuh. Berikut cara mengatasi kurang darah yang bisa dilakukan.

Konsumsi Bayam Duri

Bayam duri mengandung banyak zat besi, garam, fosfat, vitamin A, C, dan K. Ambil setengah genggam bayam duri. Cuci bersih, lalu giling halus. Selanjutnya, tambahkan setengah cangkir air matang. Setelah diperas dan disaring hanya untuk diambil airnya, tambahkan satu kuning telur ayam dan 1 sdm madu. Aduk campuran itu hingga rata. Ramuan tersebut untuk sekali minum, dilakukan 2x sehari.

Kacang Hijau

Kacang hijau mengandung vitamin B1, B12, dan niacin. Sediakan 1 cangkir kacang hijau. Setelah dicuci, campur dengan 2 gelas minum air, rebus hingga tersisa sekitar ¾-nya. Setelah hangat-hangat kuku, minumlah air rebusan itu. minumlah itu 2x sehari.

Daun Kacang Panjang

Cuci bersih setengah genggam daun kacang panjang, lalu diasapkan sebentar. Konsumsilah sebagai urap pada saat makan. Sebaiknya dikonsumsi 2x sehari.

Konsumsi Sayuran Hijau

Anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau seperti bayam dan kangkung. Sayuran hijau mengandung zat besi yang dapat mengatasi anemia.

Konsumsi Daging

Daging sapi juga mengandung zat besi yang dapat mengatasi anemia.

Jangan khawatir bila anda terkena anemia karena banyak solusi mudah mengatasi anemia dengan cara yang alami. Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen penambah darah. Terapkanlah gaya hidup sehat, agar terhindar dari penyakit seperti anemia dan penyakit lainnya.
Top