Ciri-Ciri Orang Hamil Diluar Nikah yang Makin Marak Terjadi Saat ini

Komentar

Ilustrasi by Xan Griffin on Unsplash

Cara mengenali wanita hamil diluar nikah

Banyak terjadi pada remaja masa kini. Dan buat para orangtua yang mempunyai anak perempuan harus tahu ini, tanda-tanda wanita hamil diluar nikah.

Semoga anak kita tidak mengalami hal seperti itu. 

Memang terkadang memang mendapatkan kehamilan diluar nikah lebih mudah dibandingkan mendapatkan kehamilan secara resmi setelah menikah.

Kondisi hamil diluar nikah merupakan sebuah aib di masyarakat dan terkadang mereka yang hamil diluar nikah dapat dikenali melalui beberapa ciri atau tanda

Kehamilan menjadi momen yang ditunggu tunggu untuk setiap pasangan.

Tapi sekarang banyak kasus tentang menikah diluar nikah, dan banyak dari mereka adalah para remaja yang masih sekolah.

Ciri-ciri orang hamil diluar nikah

Kehamilan Merupakan Suatu Anugrah Yang Di Tunggu – Tunggu Bagi Mereka yang Sudah Menikah Secara Resmi Menurut Agama Dan Undang – Undang.

Berbagai Cara Usaha Untuk Mendapatkan Proses Kehamilan Terhadap Pasangan Mereka. Namun Berbeda Lagi, Apabila Hamil Di Luar Nikah. Mereka Berantusias Untuk Menyembunyikan Rahasia pada Dirinya Dan Bahkan Ada Juga Yang Mencurigai Kebenarannya.

Kondisi hamil diluar nikah merupakan sebuah aib di masyarakat dan terkadang mereka yang hamil diluar nikah dapat dikenali melalui beberapa ciri atau tanda. Berikut tanda wanita hamil diluar nikah.

Baca Juga : Anak Hamil Diluar Nikah, Bapaknya Minggat, Bagaimana Saat Menikah Kelak?

1. Usia anak pertama sama atau lebih lama dari usia pernikahan

Usia anak pertama normalnya adalah lebih muda dari usia pernikahan. Saat ini ada istilah ‘hamil dipercepat’ yaa karena si calon ibu sudah hamil duluan saat menikah, walaupun sudah ditutupi tapi dengan kenyataan yang terlihat maka dapat saja setiap orang menyimpulkan wanita tersebut hamil duluan atau tidak.

Hal ini berbeda dengan pasangan yang sudah menikah baru hamil dan anaknya lahir prematur yaa. Semua kondisi memang bisa terjadi tapi akan jelas terlihat wanita hamil di luar nikah saat tanda tanda aneh lainnya juga muncul saat dia hamil.

2. Tiba tiba menggunakan jaket dan baju besar padahal hari sedang panas

Dengan baju besar bisa menyamarkan perut yang semakin membuncit, jadi solusi yang dipakai yaitu mengenakan pakaian yang lebih besar. Nahh patut dicurigai yaa kalau ada temen sekolah yang tiba tiba pakai baju besar padahal biasanya pakai baju yang seksi. Bisa jadi dia hamil di luar nikah.

Tapi jangan suudzon dulu sebelum menanyakan langsung pada dia yaa, karena kalau kita berprasangka pada seseorang dan belum mengetahui kebenarannya tapi kita sudah membuat gosip maka jatuhnya adalah fitnah, dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram,

kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.” (Q.S. Al Baqoroh: 191).

3. Mendadak wanita tersebut menjadi pendiam dan pemurung

Wanita yang hamil di luar nikah pasti akan merasakan tekanan batin yang tinggi, dia merasa dirinya kotor dan tidak diterima di masyarakat. Menerima beban mental seperti ini akan membuat wanita menjadi pemurung dan lebih menyendiri.

Yang biasanya bergabung dengan siapa saja tiba tiba menyendiri memang menimbulkan pertanyaan. Keadaan menyendiri bisa jadi juga untuk menghindari pertanyaan pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan padanya karena perubahan sikap tersebut.

4. Tiba tiba pindah sekolah tanpa alasan yang jelas

Anak sekolah yang mengalami hamil di luar nikah biasanya akan melakukan pindah sekolah secara tiba tiba. Sebelum dirinya diketahuan dan dikeluarkan dari sekolah dia memilih untuk pergi dengan baik baik walaupun waktunya mendadak.

Ketika dia pindah sekolah sebenarnya ada untungnya juga bagi sekolah yang bersangkutan karena nama sekolah tidak akan terbawa bawa atas kasus amoralnya. Remaja tersebut akan menanggung kehamilannya seorang diri.

Hukum Islam dan hadist tentang Nikah

Seorang Wanita Yang Telah Hamil Di Luar Nikah Otomatis Sudah Melakukan ZINA. Hukum Hamil Di Luar Nikah Merupakan Hasil Perbuatan yang Memiliki Dosa Yang Sangat Besar Dan Wajib Mendapatkan Hukuman Menurut Syariat. Adapun Hukumannya Sebagai Berikut

Baca Juga : Anak Hasil Diluar Nikah Itu Tidak Ada Hak Warisan, Mungkin Mereka yang Zina Tidak Tahu

1. Wanita Yang Melakukan Zina Entah Hamil Atau Tidak Hamil Dan Mengakui Perbuatannya Maka Hukumannya Di Dera Atau Di Jambuk. Hukuman Ini Di Berikan Bagi Mereka Yang Tidak Memiliki Pasangan Hidup Atau Belum Menikah. Sebagai Mana Yang Di Jelaskan Dalam Al-quran Surat An-Nur Ayat 2 Berbunyi



Yang Artinya : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (An Nur :2)

2. Bagi Yang Berzina Sudah Memiliki Pasangan Secara Menikah Maka Hukumannya Adalah Di Rajam. Dengan Cara Di Lempari Batu Sampai Sampai Mati. Termasuk Wanita Yang Sedang Hamil.

3. Wanita Yang Hamil Sebelum Menikah Wajib Bertobat Atas Perbuatannya. Hukum Wanita Sedang Hamil Di Luar Pernikahan Di Perbolehkan Meningkah Dengan Pasangannya, Tunangannya, Dengan Lelaki Yang Mengamilinya Atau Lelaki Yang Tidak Menghamili. Demi Harga Diri Dan Martabat Keluarga Dan Nama Baiknya Lebih Baik Wanita Tersebut Segera Menikah.

Baca Juga : Ciri-Ciri Orang Hamil Diluar Nikah Bisa Dilihat Dari Beberapa Hal ini

Di Balik Itu Sering kali Banyak Wanita Yang Mencoba Menutup – Nutupi Kasus Kehamilannya DiLuar Nikah Untuk Tidak Banyak Di Ketaui Orang.

Karena Tidak Ingin Menanggung Malu Dari Ucapan Banyak masyarakan Orang Di Luar Mereka Mencoba Dan berupaya Supaya Tidak Nampak Hamil. Kondisi Dimana Perempuan hamil Di Luar Nikah merupakan Sebuah Abib Di Depan Orang Banyak. Adapun Cirinya Akan Kami Jelaskan Di bawah Ini.

Diluar pembahasan dosa zina, ada beberapa hal perlu diperhatikan terkait hamil di luar nikah:

Pertama, Janin Hasil Zina Tidak Boleh Digugurkan
Bagaimanapun proses janin ini muncul, dia sama sekali tidak menanggung dosa orang tuanya. Baik dari hasil zina maupun pemerkosaan. Karena itu, mengganggu janin ini, apalagi menggugurkannya adalah sebuah kezaliman dan kejahatan. Allah berfirman,

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ – بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

“Dan apabila anak-anak yang dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8 – 9)

Tidak bisa kita bayangkan, jawaban apa yang akan kita sampaikan di hadapan Allah, ketika ditanya apa alasanmu membunuh anakmu?

Kedua, Anak Hasil Zina di-nasab-kan kepada Ibunya dan Tidak Boleh Kepada Bapaknya
Karena sesungguhnya bapak biologis bukanlah bapaknya secara syariat. Sehingga anak ini terlahir tanpa bapak. Dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).

Baca Juga : Menikah dengan Wanita yang Lebih Tua Rentan Perceraian? ini Faktanya!

Dalil lainnya adalah hadis dari Aisyah radhiallahu’anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الولد للفراش وللعاهر الحجر

“Anak itu menjadi hak pemilik firasy, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian.”

Imam An-Nawawi mengatakan, “Ketika seorang wanita menikah dengan lelaki atau seorang budak wanita menjadi pasangan seorang lelaki, maka wanita tersebut menjadi firasy bagi si lelaki. Selanjutnya lelaki ini disebut “pemilik firays”. Selama sang wanita menjadi firasy lelaki maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya. Meskipun bisa jadi, ada anak yang tercipta dari hasil selingkuh yang dilakukan istri dengan laki-laki lain. Sedangkan laki-laki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikitpun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain.” (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10:37)

Berdasarkan keterangan di atas, para ulama menyimpulkan bahwa anak hasil zina SAMA SEKALI bukan anak bapaknya. Karena itu, tidak boleh di-bin-kan ke bapaknya.

Bagaimana jika di-bin-kan ke bapaknya?

Hukumnya terlarang bahkan dosa besar. Ini berdasarkan hadis dari Sa’d, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari no. 6385)

Baca Juga : Benarkah Menikah Dilangkahi Adik Duluan Itu Pamali?

Karena bapak biologis bukan bapaknya maka haram hukumnya anak itu di-bin-kan ke bapaknya.

Bagaimana dengan nasabnya?

Karena anak ini tidak punya bapak, maka dia dinasabkan ke ibunya, misalnya: paijo bin fulanah. Sebagaimana Nabi Isa ‘alaihis salam di-bin-kan ke ibunya, Isa bin Maryam, karena beliau terlahir tanpa bapak.

Ketiga, Wali Nikah
Jika anak yang terlahir dari zina perempuan, maka anak ini tidak punya wali dari pihak keluarganya. Karena dia tidak memiliki bapak, sehingga tidak ada jalur keluarga dari pihak bapak. Sementara wali nikah hanya ada dari pihak keluarga bapak. Karena itu, wali nikah pindah ke hakim (KUA).

Keempat, Laki-Laki yang Menzinai Wanita Hingga  Hamil, Tidak Boleh Menikahi Wanita Tersebut Sampai Melahirkan
Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا توطأ حامل حتى تضع

“Wanita hamil tidak boleh diajak berhubungan sampai dia melahirkan.” (HR. Abu Daud, Ad-Darimi, dan disahihkan Al-Albani)

Laki-laki yang berzina dengan wanita, bukanlah suaminya. Sementara pengecualian yang boleh melakukan hubungan badan dengan wanita hamil adalah suami. Sebagaimana yang pernah di jelaskan di: https://konsultasisyariah.com/menggauli-istri-yang-sedang-hamil.

Karena konsekwensi nikah, yaitu halalnya hubungan badan, tidak ada, maka nikah dalam kondisi demikian ini, tidak diperbolehkan.

Kemudian, dalil lain yang menunjukkan terlarangnya menikahi wanita hamil hasil zina adalah hadis dari Ruwaifi’ bin Tsabit Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لاِمْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ يَسْقِىَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ

“Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, untuk mengairi tanaman orang lain.” (HR. Abu Daud, Ahmad dan dishahihkan Ibnu Katsir dan Al-Albani)

Maksud hadis di atas adalah seorang laki-laki dilarang ‘mengairi’ (memasukkan air mani) ke rahim wanita, yang di dalamnya terdapat janin orang lain. Padahal, janin yang berada di rahim si wanita, sama sekali bukanlah tanaman lelaki yang menzinainya. Karena hasil hubungannya sama sekali tidak dianggap sebagai keturunannya.

Kelima, Pernikahan Tidaklah Menghilangkan Dosa Zina
Dosa zina tidak bisa hilang hanya dengan menikah. Jangan sampai Anda punya anggapan bahwa dengan menikah berarti pelaku zina telah mendapatkan ampunan. Dosa zina bisa hilang dengan taubat yang sungguh-sungguh. Seseorang akan tetap dianggap sebagai PEZINA selama dia belum bertaubat dari dosa zina.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التائب من الذنب كمن لا ذنب له

“Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)
Top