Hanya dalam Semalam, ini Cara Menyembuhkan Pilek yang Aman tanpa Obat

Komentar

Ilustrasi via tribunnews


Pilek tak kunjung sembuh, walau sudah seminggu menghampiri?

Obat alami atau obat tradisional adalah obat alternatif dari obat medis yang biasanya diresepkan oleh dokter, pilek sangat menggangu apalagi jika ditambah kepala yang pusing. 

Kebanyakan masyarakat lebih suka yang gratis-gratis memilih obat tradisional, namun ada yang lebih ampuh dan mujarab bisa langsung sembuh dalam semalam begini caranya.

Batuk pilek yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Meski begitu, batuk pilek terkadang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Baca juga : Cara Memilih Vitamin Anak yang Baik Agar Anak Tetap Sehat dan Kuat

Lalu, bagaimana caranya agar batuk pilek cepat sembuh dan Anda dapat beraktivitas kembali seperti biasanya? Berikut beberapa anjuran untuk Anda.

Tips agar batuk pilek cepat sembuh

Batuk pilek merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh semua orang, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak stabil.

Pilek adalah infeksi ringan pada hidung, saluran sinus, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas akibat serangan virus. Seseorang yang sakit pilek biasanya juga mengalami batuk, pernapasan tidak lancar, dan suara serak.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan batuk pilek, di antaranya:

1. Banyak minum air

Batuk dan pilek menyebabkan postnasal drip, yaitu kondisi yang terjadi ketika lendir (ingus) yang berlebihan menumpuk pada bagian belakang tenggorokan. Memastikan diri Anda terhidrasi dengan baik akan membantu menipiskan lendir akibat postnasal drip.

Selain itu, banyak minum juga akan membantu menjaga selaput lendir tetap lembap. Beberapa bukti klinis mengatakan bahwa minum teh hangat dengan madu juga bisa menenangkan tenggorokan.

2. Mengisap permen Lozenges

Permen pelega tenggorokan ini mengandung menthol sehingga bisa membantu meredakan hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, serta mengurangi refleks batuk.

3. Berendam air hangat

Mandi air hangat tidak hanya membantu mengurangi batuk dan pilek, tapi juga alergi. Bagi beberapa orang penggunaan humidifer alias mesin pelembap udara juga bisa membantu meringankan gejala batuk dan pilek. Pasalnya alat ini bisa melembapkan ruangan saat udara kering.

4. Minum obat batuk

Ketika semua cara di atas tidak membantu, Anda bisa beralih ke obat batuk yang banyak dijual bebas di toko obat. Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung dekongestan.

Dekongestan membantu meredakan hidung tersumbat dengan mengecilkan jaringan hidung yang bengkak serta mengurangi produksi lendir. Obat dekongestan hadir dalam sediaan pil, sirup, serta semprotan hidung.

Baca juga : Bahaya Cacar Ular, Penyakit yang Timbulkan Nyeri Hebat dan Sering Menyerang Anak

Apakah batuk dan pilek selalu butuh obat antibiotik?

Minum antibiotik untuk batuk dan pilek biasa tidak akan menyembuhkan masalah Anda. Obat-obatan antibiotik hanya bekerja melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sementara dalam hampir sebagian kasus batuk dan pilek, penyakit merepotkan ini disebabkan oleh virus.

Bahkan, kebanyakan kasus bronkitis dan sinusitis yang sama-sama ditandai oleh gejala batuk pilek juga disebabkan oleh virus.

Batuk dan pilek biasa dapat Anda tangkis dengan konsumsi obat generik yang biasa dijual di apotek tanpa harus menebus resep.

Seperti apa obat batuk pilek yang efektif akan tergantung dari jenisnya, berikut yang wajib Anda ketahui:

  • Obat batuk ekspektoran biasanya bermanfaat untuk mengencerkan dahak, agar dahak lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Oleh karena batuk memang diperlukan untuk mengeluarkan dahak, maka obat untuk meredakan batuk tidak disarankan.
  • Guaiphenesin atau bromhexine adalah bahan utama pereda batuk berdahak yang juga aman untuk ibu hamil. Meski begitu perlu diingat bahwa bahan ini tidak dapat menyembuhkan kondisi lebih serius yang melatarbelakangi gejala Anda.
  • Jika batuk disertai demam, konsumsi ibuprofen atau parasetamol juga dapat membantu meredakan sakit pada tenggorokan.
  • Hati-hati mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin yang berguna untuk meredakan hidung tersumbat, karena bahan ini justru dapat membuat dahak lebih sulit dihilangkan dari paru-paru.
Tak hanya pada orang dewasa saja, terkadang pilek juga menyusahkan orangtua yang memiliki bayi sedang diserang pilek, kondisi ini akan membuat bayi rewel orangtua pun kebingungan.


Bagaimana Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi?

Tindakan yang Dapat Dilakukan di Rumah

Keluarnya ingus pada saat pilek, sebenarnya merupakan suatu cara menyingkirkan kuman dalam tubuh. Namun, jika ingus yang keluar dari hidung terlalu banyak, dapat mengganggu pernapasan bayi.

Berikut beberapa cara untuk meringankan gejala pilek pada bayi yang dapat dilakukan orang tua di rumah :

  • Tempatkan bayi di ruangan tanpa AC untuk mengurangi hidung tersumbat. Bila bayi lebih nyaman dalam ruangan AC, gunakan mesin pelembap udara atau manfaatkan uap air panas.  Anda dapat menambahkan minyak esensial seperti mentol.
  • Jika pilek pada bayi sudah sangat mengganggu, encerkan lendirnya dengan air garam yang diteteskan ke ujung lubang hidung bayi. Lalu, gunakan alat penyedot ingus bayi untuk membersihkan hidung.
  • Tepuk perlahan punggung bayi untuk membantu meringankan penapasannya yang tersumbat. Baringkan bayi dengan posisi tengkurap pada lutut atau biarkan bayi duduk di pangkuan dengan condong ke arah depan.
  • Untuk menghindari iritasi, Anda dapat mengoleskan petroleum jelly di bagian luar lubang hidung.
  • Bersihkan cairan hidung atau lendir yang mengeras pada hidung bayi. Gunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat.
  • Anda dapat memberikan teh hangat untuk bayi yang berusia di atas 6 bulan. Hal ini dapat membantu meredakan hidung tersumbat.
  • Jangan Sembarangan Memberi Obat
  • Pilek yang tidak mengganggu pola makan bayi atau aktivitas bayi, tidak memerlukan tindakan khusus atau obat pilek bayi. Hindari penggunaan obat-obat bebas pada anak di bawah usia 6 tahun karena kemungkinan efek sampingnya yang berbahaya. Sebaiknya obat-obatan yang diberikan selalu melalui pengawasan dokter.

Jika bayi demam, maka konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan memberikan paracetamol atau ibuprofen. Jangan pernah memberikan aspirin pada bayi karena dapat berisiko menyebabkan efek samping berbahaya.

Baca juga : Cara Mempercepat Haid Normal atau yang Lambat dengan Aman dan Alami

Kondisi yang Harus Diwaspadai

Meski pilek merupakan salah satu penyakit yang umum dialami bayi, namun ada beberapa kondisi yang membuat orang tua perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter, antara lain :
  • Pilek yang diiringi batuk dan demam lebih dari 39 derajat Celsius pada anak di bawah usia 3 bulan, atau demam mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada anak di atas 3 bulan.
  • Demam berlangsung lebih dari dua hari.
  • Mata berair atau muncul kotoran mata.
  • Batuk semakin parah atau diiringi napas yang cepat, terdengar bunyi mengi saat bayi bernapas.
  • Perubahan signifikan pada pola makan atau tidur, sering mengantuk atau rewel.
  • Bayi menangis saat menyusu sambil menggosok atau menarik telinga, dan menangis ketika diletakkan di tempat tidur.
  • Pilek tidak membaik setelah 7-10 hari

Bayi dengan daya tahan tubuh yang belum sempurna, berisiko mengalami berbagai penyakit. Oleh karenanya, pilek pada bayi yang disertai dengan gejala-gejala berat, harus diwaspadai. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang sesuai dan aman bagi bayi.
Top