Hanya 5 Menit, Begini Cara Menghilangkan Batuk Berdahak Pada Bayi Tanpa Obat

Komentar

Foto via youtube.com

Cukup dengan ramuan ampuh ini, batuk dahak minggat

Paling membuat orangtua takut, cemas, saat anak batuk bunyi grok-grok susah bernafas tersumbat batuk kering, dan juga batuk penuh dahak kental pada bayi. 

Kondisi seperti ini membuat orangtua panik, dan bingung apa yang harus dilakukan, untuk itu cara menghilangkan batuk berdahak pada anak ini wajib orangtua pahami

Batuk berdahak pada bayi tentunya dapat membuat bayi tidak nyaman. Untuk itu, orang tua perlu memahami cara menangani batuk berdahak pada bayi dengan tepat.

Bayi dan anak-anak sering banget terserang penyakit batuk-pilek, bahkan ada yang baru saja sembuh kena lagi.

Hal yang paling ditakutkan orang tua adalah ketika terjadi batuk berdahak pada bayi, batuk bunyi grok-grok seolah-olah dahak itu kental dan susah dikeluarkan.

Baca juga : Cara Mempercepat Haid Normal atau yang Lambat dengan Aman dan Alami

Batuk berdahak pada bayi dan anak-anak seringkali awalnya disebabkan oleh penyakit batuk-pilek, dalam bahasa medis disebut sebagai common cold, dalam bahasa masyarakat kita disebut juga sebagai “masuk angin“.

Sebagai gambaran, awal mula gejala yang muncul biasanya badan demam, hidung ingusan, tersumbat, batuk kering, lalu batuk berdahak.

Berhubung common cold disebabkan oleh virus, maka sebenarnya penyakit ini akan sembuh dengan sendiri, tetapi memang butuh waktu. 

Butuh waktunya ini yang membuat orang tua gerah, tak sabar menunggu sehingga segala macam cara mengatasi batuk pilek pada bayi pun dilakukan, misalnya diberi obat-obatan yang dijual bebas dan lain-lain. 

Seiring waktu, gejala batuk-pilek akan menyembuh dengan sendirinya, yang pertama hilang adalah demam, sakit kepala, dan badan pegel, setelah itu disusul dengan nafsu makan yang mulai membaik, dan anak tampak lebih sehat. 

Hal ini membutuhkan waktu sekitar 3 hari sampai 7 hari (sangat bervariasi). Saat ini gejala yang masih ada adalah pilek atau ingus di hidung, ini pun akan berangsur menghilang melalui beberapa tahapan, seperti pada saat awal mungkin yang dominan adalah rasa gatal dihidung, bersin-bersin, ingus bening dan encer, begitu pilek akan menyembuh ia akan berubah warna menjadi kekuningan dan mungkin lebih kental. 

Setelah pilek hilang, maka tinggallah batuk yang tersisa, awalnya batuk kering, lama-lama batuk berdahak, yang ditandai dengan batuk berbunyi grok-grok.. dan terasa berat seolah anak sulit atau tidak bisa mengeluarkan dahak. 

Berdasarkan pengamatan, batuk berdahak pada bayi ini juga akan menyembuh (jika tidak terjadi infeksi skunder) dan ini membutuhkan waktu rata-rata hingga 3 minggu sejak awal serangan.

Itulah singkat cerita perjalanan penyakit batuk-pilek yang dapat sembuh sendiri walaupun tanda pengobatan dengan catatan tidak ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan lemahnya daya tahan tubuh (imunodefisiensi). 

Lantas, apa upaya kita untuk mengatasi berdahak pada bayi supaya lebih cepat sembuh? 


Cara Mengatasi Batuk Berdahak Pada Bayi 


Banyak orang tua yang khawatir terhadap kondisi anaknya yang mengalami batuk berdahak, apalagi sampai susah tidur dan batuk berbunyi grok-grok bahkan ada yang sampai sesak karenanya. Tak jarang mereka meminta agar anaknya diuap agar dahak bisa keluar. 

Namun apakah uap itu bisa menjadi obat batuk berdahak pada bayi yang tepat?

Pada beberapa kasus batuk berdahak seperti yang disebabkan oleh asma (batuk disertai mengi), bronkiolitis, dan Croup memang terapi uap sangat bermanfaat. 

Namun pada batuk berdahak pada anak yang disebabkan oleh common cold belum ada bukti keberhasilan penggunaannya dan ini memang tidak termasuk dalam standar penatalaksanaan common cold – seperti dikutip dari blog dr. Arifianto, Sp.A 

Boleh tidak dikasih obat batuk yang dijual bebas? 

Buat anak jangan coba-coba, sebuah artikel yang diterbitkan oleh American Academy of Family Physician (AAFP) menyebutkan bahwa obat-obatan untuk batuk pilek tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 2 tahun, karena setelah diteliti obat tersebut tidak memiliki efek yang bermanfaat dan risiko efek sampingnya yang malah lebih besar dan berbahaya. 

Bahkan Data di Amerika menyatakan bahwa obat-obatan pereda gejala batuk-pilek berada dalam daftar 20 obat tersering yang dapat menyebabkan kematian pada anak balita. 

Lantas, obat apa yang paling efektif mengatasi batuk berdahak pada bayi? 

Jawabannya adalah minum, minum, dan minum. Banyak minum cairan merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan untuk membantu cara meredakan batuk berdahak yang disertai pilek ataupun tidak. Perlu diketahui bahwa yang membuat batuk berdahak susah sembuh adalah dahak yang kental, susah dikeluarkan. 

Jadi prinsip cara mengobati batuk pada bayi berdahak adalah mengencerkan dahak disamping mengobati penyebab batuk. 

Jika seorang anak banyak minum sehingga kebutuhan cairan tercukupi, maka cairan yang cukup akan membuat dahak menjadi lebih encer sehingga akan lebih mudah dikeluarkan atau bagi bayi yang belum bisa mengeluarkan dahak agar dahak itu mudah untuk ditelan atau diserap oleh tubuh. 

Banyak minum juga dapat mencegah kekurangan cairan akibat demam (jika ada). 

Cairan yang dapat diminum dapat bervariasi, bagi bayi dibawah satu tahun sangat baik ketika diintensifkan untuk minum ASI

Oleh karena itu ibunya juga harus banyak minum dan makan-makanan bergizi. Bagi anak yang lebih besar cairan yang dapat diminum lebih bervariasi lagi, misalnya susu formula, air putih, jus buah, kuah kaldu, kuah sop, dan lain-lain. 

Kapan Harus Ke dokter? 

Walau demikian, kita juga harus selalu mengawasi kondisi bayi atau anak, sehingga kita tahu kapan harus diperiksakan ke dokter: 
  • Batuk yang disertai demam lebih dari 3 hari. 
  • Batuk tak kunjung sembuh setelah 3 minggu. 
  • Batuk berdahak pada bayi atau anak yang disertai dengan sesak nafas, dan/atau disertai mengi (wheezing) 
Pada akhirnya, langkah pencegahan adalah yang terpenting, disamping melakukan personal higiene yang baik, suplemen tertentu juga bisa membantu mencegah terulangnya batuk pilek pada anak misalnya zink dan vitamin C, konsultasikan dengan dokter mengenai dosis yang tepat.

Baca juga : Allah Melarangnya, 3 Kebiasaan ini Bisa Membawa ke Neraka dan Menimbulkan Penyakit

Berikut ini video mengeluarkan dahak pada bayi : 




Beberapa Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi

Meski keluarnya dahak adalah mekanisme tubuh untuk menyingkirkan kuman, namun dahak perlu dikeluarkan jika sudah menumpuk terlalu banyak. Berikut beberapa cara untuk mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan bayi yang aman dilakukan:

1. Memakai tetes air garam

Cara pertama yang direkomendasikan untuk mengeluarkan dahak pada bayi adalah dengan memakai alat tetes yang diisi air garam. Alat ini bisa dibeli di apotek dan amat berguna untuk bayi usia 6 bulan ke bawah.

Orang tua cukup memberikan beberapa tetes air garam pada setiap lubang hidung lalu gunakan syringe atau alat suntik tanpa jarum tajamnya untuk mengeluarkan lendir. Hal ini bisa dilakukan beberapa kali dan baik dilakukan sebelum makan agar si Kecil mudah mengonsumsi makanan.

2. Memakai kapas basah

Pada kondisi tertentu, lendir atau dahak kemungkinan akan menempel dan lengket pada hidung bayi. Bersihkan memakai kapas yang dibasahi air hangat lalu usapkan dengan lembut di area di mana dahak mengering. Cara ini lebih aman dan tak menyakiti si Kecil.

3. Melembapkan udara di sekitar bayi

Melembapkan udara di sekitar bayi yang saluran pernapasannya tersumbat oleh dahak adalah salah satu solusi yang bisa orang tua lakukan di rumah.

Prosedur seperti ini dipercaya dapat membantu mengencerkan lapisan dahak pada bayi. Jika lapisan dahak sudah lebih encer, maka ketika si Kecil batuk, dahak akan lebih mudah dikeluarkan dari saluran napas.

Menaruh air panas pada baskom merupakan metode lama untuk memberikan uap di sekitar bayi. Namun, prosedur ini belum didukung oleh banyak ahli terkait keamanannya terhadap saluran pernapasan.

Dibandingkan dengan penggunaan uap air panas, orang tua bisa memilih beberapa jenis humidifier (alat pelembap udara) yang aman dijalankan sepanjang hari. Jangan lupa untuk membersihkannya secara rutin agar terhindar dari kontaminasi jamur!

4. Coba metode uap seperti sauna ini

Jika orang tua enggan menggunakan humidifier, coba terapkan cara yang satu ini. Duduklah sekitar lima menit di kamar mandi yang telah dipenuhi uap air panas.

Biarkan si Kecil bernapas beberapa saat di dalam ruangan kamar mandi yang penuh uap. Setelahnya, Bunda bisa memberikan ASI atau cairan agar dahaknya bisa tertelan dan tidak lagi menghambat saluran napas.

5. Memastikan anak mengonsumsi cukup banyak cairan

Jika anak mengalami sumbatan jalur napas karena dahak, Bunda perlu memerhatikan asupan cairannya. Selain mencegah terjadinya dehidrasi, langkah ini juga dapat membantu mengencerkan dahak pada hidung atau saluran napasnya.

Dahak dapat disebabkan karena infeksi pada saluran napas bayi, untuk itu menjaga tubuhnya tetap terhidrasi adalah salah satu langkah yang penting dilakukan para orang tua.

Bagi bayi dengan ASI eksklusif, cobalah tingkatkan frekuensi pemberian ASI pada bayi Anda. Jika si Kecil sudah dapat mengonsumsi makanan lain, orang tua dapat memberikan air putih hangat, sup ayam, atau smoothie buah tanpa es.

6. Mengonsumsi madu

Pada anak berusia di atas satu tahun, orang tua mungkin dapat memberikan madu. Madu dapat membantu meredakan batuk pada anak. Berikan setengah sampai satu sendok teh madu.

Orang tua juga dapat mencampur madu dengan air panas dan menambahkan sedikit perasan lemon sebagai sumber vitamin C alami.

Sebagai peringatan, jangan pernah berikan madu untuk bayi berusia di bawah satu tahun. Hal tersebut mungkin menyebabkan botulisme pada bayi dan dapat berakibat fatal.

Semoga bermanfaat, lebih baik mencegah dari pada mengobati.
Top