Penting! Ini Cara Mengatasi Anak Panas di Malam Hari

Komentar
Ilustrasi via Grid.ID

Ketika anak terbangun dari tidurnya akibat demam, pasti membuat orang tuanya menjadi khawatir. Berbagai upaya atau cara mengatasi anak panas pun dilakukan..

Jangan salah langkah Bun, ini cara tepat mengatasi anak panas dimalam hari...

Umumnya, panas demam pada anak tidak berbahaya, apalagi jika anak masih aktif beraktivitas di siang harinya dan tidak kehilangan nafsu makan. Namun sebagai orangtua, tentu tidak membiarkan buah hatinya saat demam. Ada banyak cara mengatasi anak panas di malam hari.

Cara mengatasi anak panas di malam hari.

1. Mengganti pakaian anak

ilustrasi via family.fimela.com
Gantilah pakaian anak dengan bahan yang tipis dan nyaman digunakan. Iklim dan cuaca di Indonesia yang selalu disinari matahari sepanjang tahun tidak cocok dengan pakaian yang terlalu tebal. Saat anak panas, gantilah pakaiannya dengan pakaian yang dapat memudahkannya mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Jika pakaiannya terlalu tebal, anak akan mengalami panas berlebih dalam tubuhnya dan membuat keadaannya malah berbalik membahayakan.

2. Mengukur suhu tubuh anak dengan termometer

ilustasi via Ibu dan Balita
Saat seseorang menjadi orangtua, mereka sebaiknya segera memiliki termometer di rumah karena panas demam adalah sesuatu yang alamiah dan terjadi pada setiap anak sebagai respon pembentukan sistem imunnya. Termometer terbaik adalah termometer digital karena mudah penggunaannya dan menunjukkan hasil yang lebih akurat. Termometer air raksa memiliki resiko keracunan bagi anak.

Lokasi yang paling baik untuk mengukur suhu tubuh anak adalah melalui dubur karena menunjukkan hasil yang lebih baik dari tempat lainnya. Oleskan termometer yang sudah dibersihkan dengan petroleum jelly, kemudian anak diminta untuk tengkurap. Masukkan 2-3 cm ujung termometer ke dubur anak dan tunggu hingga terdengar bunyi alarm termometer tanda suhu tubuhnya sudah terukur. Lokasi lainnya untuk mengukur suhu tubuh anak adalah melalui telinga (dengan termometer khusus telinga), lipatan ketiak, dan juga mulut. Jika suhu tubuh anak di atas suhu tubuh normal (suhu normal anak 36,3ºC-37,7ºC) berarti anak sudah mengalami demam.

3. Menjaganya tetap terhidrasi

ilustrasi via Okezone Lifestyle
Jagalah anak agar tetap terhidrasi dengan memastikan ia banyak minum. Anak-anak dapat diberikan jus buah, susu hangat, air putih, air kelapa, dan lain-lain. Jangan tunggu anak merasa haus, namun selalu bujuk anak untuk banyak minum. Demam beresiko membuat anak dehidrasi karena banyak panas tubuh yang keluar. Dengan menjaganya tetap terhidrasi, panas anak juga akan turun dengan lebih cepat.

4. Memberinya makanan bergizi

ilustrasi via WordPress.com
Makanan bergizi lengkap dan seimbang akan membantu anak melawan penyakit dan membangun sistem pertahanan tubuh lebih baik lagi. Jika anak berkurang nafsu makannya, orangtua dapat membuat makanan dengan hiasan yang cantik agar anak tertarik untuk makan dan bujuk selalu agar selalu ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya.

5. Memberikan makanan bertestur halus untuk anak

ilustrasi via Buat MPASI Sendiri Yuk
Terkadang panas pada anak di malam hari disertai dengan adanya radang atau pembengkakan yang membuat anak sulit menelan, misalkan radang pada tenggorokan. Untuk mensiasati agar anak tetap mau makan, berikan anak makanan bertekstur halus sehingga anak mudah menelan dan mengunyahnya. Bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, hingga bubur ayam dapat menjadi pilihan makanan bertekstur halus dan lembut yang dapat dikonsumsi anak saat panas demam di malam hari.

6. Selimuti dengan kain yang tipis

ilustrasi via AliExpress

Sama halnya dengan penggunaan pakaian, anak juga jangan diberikan kain yang tebal apabila orangtua ingin menyelimutinya. Selimuti anak dengan kain yang tipis dan berbahan nyaman agar anak tidak mengalami panas berlebih atau overheating dan bisa istirahat dengan nyaman.

7. Mengatur temperatur ruangan dan sirkulasi udara

ilustrasi via WordPress.com
Jika kamar anak memakai AC, aturlah suhunya agar tidak terlalu dingin hingga membuat anak menggigil. Suhu 20ºC ke atas cukup nyaman bagi anak agar ia beristirahat dengan nyaman. Selain itu, jika ruangan tempat anak beristirahat terlalu pengap atau terlalu berangin, orangtua bisa memindahkannya ke tempat yang lebih baik dengan sirkulasi udara yang cukup. Karena tempat yang terlalu pengap akan membuat kondisi panas demamnya memburuk, dan ruangan yang berangin akan membuat perutnya kembung.

8. Mandikan dengan air hangat

ilustrasi via Grid.ID
Orangtua bisa merasa was-was untuk memandikan anak saat mereka sakit. Sebenarnya, mandi air hangat dapat menjadi terap bagi anak untuk menurunkan suhu tubuhnya. Aturlah suhu air mandi anak agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Jangan terlalu lama memandikannya, dan segera angkat anak dari bak mandi apabila ia terlihat menggigil kedinginan.

Mandi air hangat bisa membuka pori-pori tubuh anak sehingga panas tubuhnya bisa keluar dan juga memperlancar peredaran darah. Selain itu, mandi air hangat akan membersihkan tubuh anak dari kotoran yang menempel seharian pada anak yang bisa saja beresiko mengandung virus dan bakteri lainnya. Jika orangtua merasa khawatir memandikan anak, orangtua bisa mengelap tubuh anak dengan lap lembut dan bersih menggunakan air hangat juga.

9. Kompres air hangat

ilustasi via Hello Sehat
Kompres air hangat adalah pilihan yang tepat sebagai cara mengatasi panas anak di malam hari. Air hangat akan mengirimkan sinyal kepada hipotalamus (bagian pada otak yang mengatur panas tubuh anak) bahwa tubuh anak suhunya meninggi. Hipotalamus kemudian mengirimkan sinyal pada tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya agar suhu tubuh dengan lingkungan tetap seimbang.

10. Hindari kompres air dingin

Kebalikan dari kompres air hangat, mengompres anak dengan air dingin akan mengirimkan sinyal yang berlawanan pada hipotalamus. Hipotalamus akan memproses pesan tersebut bahwa tubuh sedang dalam keadaan kedinginan (karena air es untuk kompres), lalu suhu tubuh pun akan bertambah tinggi secara perlahan. Suhu tubuh anak yang terlalu tinggi bisa beresiko menimbulkan kejang demam bagi anak. Air dingin dan air es juga akan menyempitkan pori-pori dan pembuluh darah anak, sehingga akan semakin mempersulit pengeluaran panas tubuh anak.

11. Hindari penggunaan alkohol

ilustrasi via OhGitu
Penggunaan alkohol 70% untuk kompres anak beresiko terhirup oleh anak. Alkohol yang terhirup oleh anak dapat menyebabkan tubuh anak merasa lemas. Resiko yang lebih parah, anak bisa mengalami penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia dalam waktu singkat

12. Mengawasi jajanan anak

ilustrasi via Republika
Anak yang demam di malam hari umumnya masih aktif bermain di siang hari dan membeli apapun hingga luput dari pengawasan orangtua. Orangtua perlu mengawasi jajanan apa saja yang dibeli oleh anak. Hindari jajanan dari tempat-tempat yang tidak higienis dan kebersihannya diragukan. Saat anak sakit, tubuhnya sedang berjuang melawan infeksi dan radang akibat virus dan bakteri. Apabila jajanan anak membawa bakteri atau virus lain, hal itu akan memperparah kondisi anak.

13. Tidak mengonsumsi makanan asam

ilustrasi via Hello Sehat
Makanan-makanan yang bersifat asam akan membuat anak mengalami kondisi radang yang bertambah parah Kadar asam dalam tubuh juga bisa naik akibat makanan asam. Jadi, lebih baik hindari makanan (dan juga minuman) yang bersifat asam untuk diberikan pada anak.

14. Tidak minum soda atau minuman berkafein

Soda dan minuman berkafein memiliki kandungan zat diuretik yang dapat membuat anak memiliki hasrat ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya. Zat diuretik menyebabkan tubuh mempercepat proses pembentukan urin. Anak yang lebih sering pipis akan beresiko terkena dehidrasi, apalagi jika anak malas minum air. Hindari minuman soda dan yang mengandung kafein seperti teh dan kopi saat anak demam.

15. Memberi asupan vitamin C

Vitamin C memiliki sifat anti radang yang bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan radang yang mejadi penyebab demam pada anak. Vitamin C juga memiliki manfaat meningkatkan proses kekebalan tubuh dan meningkatkan produksi sel darah putih. Berikan vitamin C sesuai dosis dan usia anak, atau sesuai dengan anjuran dokter.

16. Mengompres dengan daun cocor bebek

Daun cocor bebek memiliki manfaat sebagai kompres panas demam anak secara tradisional. Daun cocor bebek memiliki kandungan tanin yang dapat menurunkan panas demam anak. Penggunaan daun cocor bebek sebagai kompres anak sangat mudah. Ambil beberapa lembar daun cocor bebek, sekitar 5-6 lembar, lalu haluskan. Daun cocor bebek yang telah dihaluskan ditempelkan di dahi untuk mengompres anak dan menurunkan panas demamnya.

17. Memijat anak

ilustrasi via Hello Sehat
Pijatan lembut orangtua kepada anak dapat memberikan efek menenangkan dan rasa nyaman, sehingga anak bisa beristirahat dengan lebih baik dan tidur lebih nyenyak. Pijatan pada anak dapat dilakukan dengan mengolesi tubuhnya dengan minyak gosok terlebih dahulu, seperti minyak telon atau minyak kayu putih agar pori-porinya terbuka dan panas tubuhnya lebih mudah keluar. Pijatan juga dapat memperlancar peredaran darahnya. Peredaran darah yang lancar akan membuat proses pengangkutan zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah menjadi lebih baik lagi.

18. Menggunakan ramuan bawang merah dan minyak gosok

Sebagai obat tradisional, bawang merah memiliki kandungan minyak atsiri dan bahan lainnya yang amat bermanfaat untuk menurunkan panas demam anak. Rajang atau parut bawang merah dengan potongan kasar, kemudian campurkan dengan minyak kelapa atau minyak kayu putih. Balurkan ke seluruh tubuh anak, dan letakkan anpasnya di dahi anak untuk mengompres. Namun, hati-hati dalam penggunaannya karena jika kulit anak bersifat sensitif. Selain itu, aroma tajam bawang merah juga bisa membuat anak kurang nyaman, padahal kenyamanan untuk beristirahat amat penting saat anak demam.

19. Memberikan parasetamol atau ibuprofen

Dua jenis obat ini memang terkenal ampuh untuk menurunkan panas demam. Umumnya, ibuprofen lebih disukai karena dapat menurunkan panas demam anak lebih cepat daripada parasetamol. Parasetamol memiliki efek menurunkan panas yang lebih lambat dari ibuprofen. Sesuaikan dosis obat ini sesuai usia anak dan jangan gunakan dua jenis obat sekaligus. Ibuprofen memang dapat menurunkan panas lebih cepat, namun tidak cocok untuk anak berusia di bawah enam bulan karena memiliki efek samping yang lebih kuat dan berbahaya untuk kelompok usia anak yang lebih muda, misalkan menyebabkan gangguan ginjal.

20. Mendapatkan pertolongan medis

Orangtua dapat membawa anak ke dokter, apabila demam panasnya tidak turun-turun dalam kurun waktu satu minggu lebih, atau panas anak sangat tinggi sehingga berpotensi terjadi kejang demam. Jika suhu tubuh anak mencapai suhu 38ºC untuk anak usia tiga bulan, atau 39ºC atau lebih untuk anak usia 3-6 bulan, maka anak perlu mendapatkan pertolongan medis.

Penyebab Anak Panas di Malam Hari

Ada beberapa penyebab mengapa anak mengalami panas di malam hari. Pirogen adalah jenis bakteri yang datang dari lingkungan yang masuk ke dalam tubuh, kemudian menghasikan racun yang membahayakan kesehatan anak. Pirogen yang masuk ke dalam tubuh dapat memperbanyak diri. Akibatnya, tubuh anak bisa mengalami infeksi dan terjadilah demam yang berlangsung di malam hari saja. Demam di malam hari yang terjadi pada anak juga bisa disebabkan oleh infeksi yang terjadi di saluran pernapasan atas, infeksi pada kulit, infeksi saluran kemih, dan peradangan akibat alergi.

Anak-anak lebih mudah terserang penyakit dibandingkan pada orang dewasa Hal tersebut karena daya tahan anak tidak sebaik orang dewasa. Sehingga seringkali anak tiba-tiba demam panas.

Namun, kita tak bisa menghindari jika suatu waktu anak terserang demam, terutama demam di malam hari. Karena tidak semua demam harus diobati ke dokter, kadang Anda bisa mengatasi demam anak dengan pengobatan di rumah saja. Namun, cara ini cukup membantu menurunkan demam anak.
Top