Bacaan Yasin dan Tahlil Latin Singkat Tapi Lengkap

Komentar

www.tongkronganislami.net

Susunan Bacaan Doa Tahlil Dan Yasin Untuk Orang Yang meninggal Beserta Doa-nya 

Terdapat salah satu tradisi yang sudah umum dikerjakan oleh umat islam ketika ada sanak saudaranya yang meninggal dunia yaitu tahlilan. Ritual ini di laksanakan bertujuan untuk mengirim bacaan-bacaan yang di khusus kan bagi ahli kubur

Bacaan yasin dan tahlil biasanya selalu disandingkan bersama-sama pada buku kecil lengkap dengan tulisan arab, latin dan terjemahannya, yang umumnya buku tersebut dihadiahkan untuk para pendoa tahlil jika ada yang meninggal.

Tidak ada yang salah dalam tradisi ini, karena justru bacaan alquran yang dibaca oleh rekan-rekan yang masih hidup, akan menjadi penerang di alam kuburnya, terlepas dari bagaimana cara membacanya.

Kata 'tahlil' atau 'tahlilan' sebenarnya diambil dari kata hallala-yuhallilu-tahlilan, yakni membaca zikir Laa Ilaaha Illallah.

Nah, bacaan yasin dan tahlil ini untuk dijadikan sebagai referensi buat yang mau mengadakan acara selamatan atau memperingati kematian keluarga, missal peringatan 40 hari, atau 100 hari kematian orang tua atau pun 1000 hari kematian bapak atau pun ibu.

Adapun untuk bacaan yasin dan tahlil latin

Bacaan Yasin

1. Yā -Sīn
Yā -Sīn

2. Wal-Qur’āni Al-Ĥakīm
Demi Al-Qurán yang penuh hikmah

3. ‘Innaka Lamina Al-Mursalīn
Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rosul-rosul

4. `Alaá Şirāţin Mustaqīm
(yang berada) di atas jalan yang lurus

5. Tanzīlal-`Azīzir-Raĥīm
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Alloh), Yang Maha perkasa Maha Penyayang

6. Litundzira QawmāmmMā undzira Ābā’uHum FaHum Ghāfilūn
Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai

7. Laqad Ĥaqqal-Qawlu `Alaá AkthariHim FaHum Lā Yu’uminūn
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman

8. ‘Innā Ja`alnā Fī A`nāqiHim ‘Aghlālāan Fahiya ‘Ilaá Al-‘Adhqāni FaHum Muqmaĥūn
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah

9. Wa Ja`alnā Min Bayni ‘Aydīhim Saddāaw Wa Min Khalfihim Saddāan Fa’aghshaynāhum Fahum Lā Yubşirūn
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat

10. Wa Sawā’un `Alayhim A andhartahum Am Lam Tundhirhum Lā Yu’uminūn
Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga

11. ‘Innamā Tundziru Manittaba`adz-zhikra Wa Khashiyar-Roĥmana Bil-Ghaybi Fabasysyirhu Bimaghfiratinwwa Ajrin Karīm
Sesungguhya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia

12. Innā Naĥnu Nuĥyi Al-Mawtaá Wa Naktubu Mā Qaddamū Wa Āthārahum Wa Kulla Syai’in ahşhaynāhu Fī ‘Imāmim Mubīn
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab jelas (Lauh Mahfuz)

13. Wadhrib lahum matsalan ash-haabalqoryati idz jāahal mursaluuun
Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka

14. Idz arsalnā ilayhimutsnayni fakadzdzabuuhumaa fa’azzaznaa bitsaalitsinn faqoolā innaa ilaykum mursaluun
(Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka 2 orang utusan, kemudian mereka mendustakan ke-2 nya, kemudian Kami kuatkan dengan utusan yang ke-3 (utusan itu) berkata “sungguh, kami adalah orang-orang yang di utus kepadamu”

15. Qooluu mā antum illaa basyarum mitslunaa wamaa anzalrrohmaanu min syay in in antum illaa takdzibuuun
Mereka (penduduk negeri) menjawab “Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Alloh) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu hanyalah pendusta belaka”

16. Qooluu rabbunaa ya’lamu innā ilaykum lamursaluun
Mereka berkata “Tuhan ami mengetahui sesungguhya kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu

17. Wamaa ‘alaynā illa lbalaaghulmubīn
Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan perintah Alloh dengan jelas

18. Qoolū innaa tathoyyarnaa bikum laillam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun alīm
Mereka menjawab “sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh jika kamu tidak menyeru kami, niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami

19. Qooluu thõirukum ma’akum ain dzukkirtum bal antum qawmum musrifūn
Mereka (utusan-utusan) itu berkata “kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamua adalah kaum yang melampaui batas”

20. Wajā a min aqsholmadiinati rajuluy yas’aa qoola yaa qawmittabi’ul mursalīn
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata “wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu

21. Ittabi’uu mal laa yas alukum ajrow wahum muhtadūn
Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk

22. Wamaa liya lā a’budulladzii fatharanii wailayhi turja’uuun
Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Alloh) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan

23. A-attakhidzu min duunihi aalihatan iy yuridni rrohmaanu bidhurril laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syay-aw walaa yunnqidzuun
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Alloh) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku

24. Innii idzal lafii dholaalim mubiiin
Sesungguhnya jika aku berbuat begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata

25. InnĪ aamanntu birobbikum fasma’uuun
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku

26. Qiiladkhulil jannata qoola yaa layta qowmii ya’lamuuun
Dikatakan (kepadanya) “Masuklah ke surga”Dia (laki-laki) itu berkata
“Alangkah baiknya sekira kaumku mengetahui”

27. Bimaa ghofaro lii robbii waja’alanii minalmukromiiin
Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan

28. Wamā annzalnaa ‘alaa qowmihii mimm ba’dihii minn junndim minassamāi wamaa kunnaa munnzilīn
Dan setelah dia (meningggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya

29. Inn kaanat illaa shoyhataw waahidatann faidzaa hum khoomidūn 
Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati

30. Yaa hasrotan ‘alaa l’ibaadi maa ya’tiihim mir rosuulin illaa kaanuu bihi yastahziūn 
Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rosul kepada mereka, mereka selalu mengolok-oloknya

31. Alam yarow kam ahlaknaa qoblahum minalquruuni annahum ilayhim laa yarji’ūn 
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka

32. Wainn kullul lammaa jamii’ul ladaynaa muhdorūn
Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami

33. Wa aayatul lahumul ardhul maytatu ahyaynaahaa waakhrojnaa minhaa habbann faminhu ya’kulūn
Dan suatu tanda (kebesaran Alloh) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan

34. Waja’alnaa fiihaa jannaatim min nakhiiliw wa-a’naabiw wafajjarnaa fiihaa minal’uyūn
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

35. Liya’kuluu minn tsamarihi wamaa ‘amilathu aydiihim afalaa yasykurūn
Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?

36. Subhaanalladzii khalaqol azwaaja kullahaa mimmaa tummbitul ardhu wamin anfusihim wamimmaa laa ya’lamūn
Mahasuci (Alloh) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui

37. Waaayatul lahumullaylu naslakhu minhunnahaaro fa-idzaa hum muzhlimūn
Dan suatu tanda (kebesaran Alloh) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu,maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan

38. Wasysyamsu tajrii limustaqarril lahaa dzaalika taqdiiru l’aziizi l’aliim
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Alloh) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui

39. Walqomaro qoddarnaahu manaazila hattaa ‘aada kal’urjuuni lqodīm
Dan telah kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga setelah ia sampai ke tempat persaran yang terakhir kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua

40. Laa sysyamsu yammbaghii lahaa an tudrikal qomaro walaallaylu saabiqu nnahaari wakullunn fii falakiy yasbahūn
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya

41. Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fiilfulkil masyhūn
Dan suatu tanda (kebesaran Alloh) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan

42. Wakhalaqnaa lahum mim mitslihi maa yarkabūn
Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai

43. Wa-in nasya’nughriqhum falaa shoriikho lahum walaa hum yunqodzūn
Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan

44. Illaa rahmatam minnaa wamataa’an ilaa hīn
Melainkan (kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu

45. Wa-idzaa qiila lahumuttaquu maa bayna aydiikum wamaa kholfakum la’allakum turhamūn
Dan apabila dikatakan kepada mereka “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat”

46. Wamaa ta’tiihim min aayatim min aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridhiin 
Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya

47. Wa-idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu qoolalladziina kafaruu lilladziina aamanuu anuth’imu mal law yasyaaullaahu ath’amahu in anntum illaa fii dholaalim mubīn 
Dan apabila dikatakan kepada mereka “infakanlah sebagian rezeki yang diberikan Alloh kepadamu” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman “apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Alloh menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata”

48. Wayaquuluuna mataa haadzaalwa’du inn kunntum shoodiqīn 
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata “kapan janji (hari berbangkit) itu terjadi jika kamu orang-orang yang benar?”

49. Maa yanzhuruuna illaa shoyhataw waahidatann ta’khudzuhum wahum yakhishshimūn
Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar

50. Falaa yastathii’uuna tawshiyataw walā ilā ahlihim yarji’ūn 
Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya

51. Wanufikho fii shshuuri faidzaa hum minal ajdaatsi ilaa robbihim yansilūn
Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya

52. Qooluu yaa waylanaa mam ba’atsanaa mim marqadinaa haadzaa maa wa’ada rrohmaanu washodaqal mursalūn
Mereka berkata “celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” inilah yang dijanjikann (Alloh) Yang Maha Pengasih dan benarlah rosul-rosul-Nya

53. Inn kaanat illaa shoyhataw waahidatann fa-idzaa hum jamii’ul ladaynaa muhdarūn
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)

54. Falyawma laa tuzhlamu nafsun syayaw walaa tujzawna illaa maa kuntum ta’malūn 
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan

55. Inna ashhaabaljannati lyawma fii syughulinn faakihūn
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)

56. Hum waazwaajuhum fii zhilaalin ‘alal arõiki muttakiūn
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan

57. Lahum fiihaa faakihatuw walahum maa yadda’ūn 
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan

58. Salaamunn qawlam min robbin rohīm
(Kepada mereka dikatakan) “salam”, sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang

59. Wamtaazulyawma ayyuhalmujrimūn
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir) “berpisahlah kamu dari (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa”

60. Alam a’had ilaykum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaythoona innahu lakum ‘aduwwun mubīn
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu”

61. Waani’buduunii haadzaa shiroothum mustaqīm
Dan hendaklah kamu menyembah-Ku, inilah jalan yang lurus

62. Walaqad adholla minnkum jibillann katsiiran afalam takuunuu ta’qilūn 
Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu, maka apakah kamu tidak mengerti?

63. Haadzihi jahannamullatii kunntum tuu’adūn
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu

64. Ishlawhalyawma bimaa kunntum takfurūn
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya

65. Alyawma nakhtimu ‘alā afwaahihim watukallimunā aydiihim watasyhadu arjuluhumm bimaa kaanuu yaksibūn
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan

66. Walaw nasyāu lathomasnaa ‘alā a’yunihim fastabaqu shshirootho fa-annaa yubshirūn
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

67. Walaw nasyāu lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famaa stathaa’uu mudhiyyaw walaa yarji’ūn
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga mereka tidak sanggup kembali

68. Waman nu’ammirhu nunakkis-hu filkholqi afalaa ya’qilūn
Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian (nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?

69. Wamaa ‘allamnaahu sysyi’ro wamaa yammbaghii lahu in huwa illaa dzikruw waqur-aanum mubīn
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qurán itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas

70. Liyundziro mann kaana hayyaw wayahiqqolqawlu ‘alaalkaafir īn 
Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir

71. Awa lam yaraw annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aydiinā an’aamann fahum lahaa maalikūn
Dan tidaklah mereka melihat bahwa Kami telah melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?

72. Wadzallalnaahaa lahum faminhaa rokuubuhum waminhaa ya’kulūn
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka, lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan

73. Walahum fiihaa manaafi’u wamasyaaribu afalaa yasykurūn
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maa mengapa mereka tidak bersyukur?

74. Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la’allahum yunnshorūn
Dan mereka mengambil sesembahan selain Alloh agar mereka mendapat pertolongan

75. Laa yastathii’uuna nashrohum wahum lahum jundun muhdhorūn
Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka, padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu

76. Falaa yahzunnka qowluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wamaa yu’linūn
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan

77. A wa lam yarol-innsanu anna khalaqnahu min nutfatinn fa idzaa huwa khosimum mubīn
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata

78. Wa dhoroba lana matsalaw wa nasiya kholqoh, qoola may yuhyil-izhooma wa hiya ramīm
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya, dia berkata “siapakah yang dapat menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur luluh?”

79. Qul yuhyiihal ladziiii ann syaahaaa awwala marroh, wa huwa bi kulli kholqin ‘aliiim.
Katakanlah (Muhammad) “yang akan menghidupkan ialah (Alloh) yang menciptakannya pertama kali . Dan Dia Maha mengetahui tentang segala mahluk

80. Innamaa ja’ala lakum minasy syajaril akhdhori naaronn faidzaa anntum minhu tuuqiduun.
Yaitu (Alloh) menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu

81. Awa laysalladzii kholaqossamaawaati wal-ardho biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaaqul ‘alīm
Dan bukanlah (Alloh) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui

82. Innamā amruhu idzā arooda syay-an ay yaquula lahu kunn fayakūn
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu

83. Fasubhaanalladzii biyadihii malakuutu kulli syayiw wailayhi turja’ūn
Maka Mahasuci (Alloh) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

Tahlil Singkat

Bismillahirrohmaanirrohiiim
Ilaa hadhorotinnabiyyil musthofaa, shollallohu álaihi wa sallama wa aalihi wa azwaajihi, wa awlaadihii, wa dzurriyyaatihii, Al Faatihah

Tsumma ilaa hadhoroti ikhwaanihii minal anbiyaa i walursalin, wal auliyaaa i
Wasy syuhadaaa i wash shoolihiin, wash shobaati wattaabi ‘iin, wal ‘ulamaaa il ‘aamiliin, walmushonnifiinal mukhlishiin, wa jamii ‘il malaaaikatil muqorrobiina khushuushon
Sayyidinasy syaikho ‘abdal qoodiri jailaanii, Al Faatihah

Tsumma ilaa jamii’i ahlilqubuuri minalmuslimiina walmuslimaati walmu’miniina
Walmu’minaati min masyaariqil ardhi ilaa magoorobihaa. Barrihaa wa bahrihaa.
Khusuushon aabaaa anaa wa ummahaatinaa wa ajdaa danaa wa jaddaa tinaa wa masyaa yi khonaa wa masyaa yikho masyaa yikhinaa
wa asaatidzaatinaa wa asaa tidzati asaatidzaatinaa walimanijtama’naa haa hunaa bisaba bihii
Al Faatihah

Bismillahirrohmaanirrohiim
Qul huwallohu ahad
Allohush shomad
Lam yalid walam yuulad
Wa lam yakullahuu kufuwan ahad 3x

Laa ilaaha illallohu Allohu akbar walillahilhamd

Bismillahirrohmaanirrohiim
Qul a’uudzu birobbil falaq. 
Minnsyarri maa kholaq. 
Wa minn syarri ghoosiqin idzaa waqob
Wa minn syarrin naffaatsaati fil ‘uqod.
Wa minn syarri haasidin idzaa hasad 3x.

Laaa ilaa ilaalllohu Allohu akbar walillahilhamd

Bismillahirrohmaanirrohiim
Qul a’uudzu birobbin naas
Malikinnaaas
Ilaahinnaaas
Minn syarril waswaasil khonnaas
Alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas
Minal jinnati wannaaas 3x.

Laaa ilaaha ilaalllohu Allohu akbar walillahilhamd

Bismillahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiiin
Arrohmaanirrohiiim
Maaliki yaumiddiiin
Iyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iiin
Ihdinash shirootol mustaqiiim
Shirootolladziina an ‘amta ‘alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘alaihim walaaadh dhoool liiin. Aamiiin.

Bismillahirrohmaanirrohiim 
Alif Laaam Miiim
Dzaalikal kitaabu laa royba fiihi hudallil muttaqiiin
Alladziina yu’minuuna bilghoibi wa yuqiimuunash sholaata
wa mimma rozaqnaahum yunn fiquuun
Walladziina yu’minuuna bimaaaa unn zila Ilaika wa mā unnzila minn qoblika wa bil aakhiroti hum yuuqinuuun
Ulāika ‘alaa hudammirrobbihim wa ulāika humul muflihūn (Al Baqoroh 1-5)

Wa ilaahukum ilaahuw waahid. Lā ilaaha illa huwarrohmaanurrohīm (Al Baqoroh:163)

Allohu laa ilaaha illaa huwalhayyulqoyuuum
Laa ta’khudzuhuu sinatuwwalaa nauuum
Lahuu maa fissamaawaati
Wa maa fil ardh. Mann dzalladzii yasyfa’u ‘inndahuuu illaa bi idznih
Ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum walaa yuhiituuna bisyai im
min ‘ilmihiii illa bimaa syaa
Wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal ardho walaa yauuduhhuu hifdzuhumaa
wahuwal ‘aliyyul ‘adziiim (Al Baqoroh 255)

Lillahi maa fissamaawaati wamaa filardh
Wa inn tubduu maa fii Annfusikum au tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah
Fayaghfiru limayyasyaaau wa yu’adzdzibu mayyasaaa’
Wallohu ‘alaa kulli syai inn qodiiir
Aamanasrrosuulu bimā unn zila ilaihi mirrobbihii walmu’minuuun
Kullun aamana billahi wa malāikatihii wa kutubihii warususulih
Laa nufarriqu baina ahadim mirrusulih
Wa qooluu sami’naa wa ato’naa ghufroonaka
Robbanaa wa ilaykalmashiiir. 
Laa yukallifullohu nafsan illa wus ‘ahaa, lahaa ma kasabat wa ‘alaihaa
laktasabat. 
Robbanaa laa tuaakhidznā in nasiinā au akhto’naa
Robbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishronn kamaa hamaltahuu ‘alalladziina minn qoblinaa. Robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laatooqota lanaa bih. 
Wa’fu ‘anna, waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa Fann shurnaa ‘alalqowmil kaafirīn (Al Baqoroh 284-286)

Irhamnaa yā arhamarrroohimīn 7x

Rohmatullohi wa barokaatuhū innahuu hamiidummmajī (Hud:73)
Innamaa yuriidullohu liyudzhiba ‘annkumurrijsa ahlalbaiti
wa yutohhirukum tathiiroo (Al Ahzab:33)

Innalloha wa malāikatahuu yusholluuna ‘alannabiy
Yā ayyuhalladziina aamanuu shollu ‘alahi wasallimuu tasliimaa (Al Ahzab 56)

Allohumma sholli afdholash sholaati ‘alaa as ‘adi makhluuqootika syamsidh dhuha, sayyisinaa wa mawlaanaa muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, ‘adada ma’luumaatika  wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarokadz dzaakirūn wa ghofala ‘ann dzikrikalghoofilūn

Allohumma sholli afdholash sholaati ‘alaa as ‘adi makhluuqootika badrid dujaa,  sayyidinaa wa mawlaanaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad,‘adada ma’luumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarokadz dzaakirūn ann dzikrikal ghoofiluuun

Wa sallim wa rodhiyallohu ta’aalaa ‘an saadaatinaa ash haabi Rosuulilaahi ajma’īn
Hasbunallohu wa ni’mal wakīl
Ni’mal mawlaa wa ni’man nashīr
Wa laa hawlaa wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adzīm

Astaghfirullohal’adzīm 3x

Afdholudz dzikri fa’lam annahuu
Lāilaaha illallohu hayyun maujūd
Lāilaaha illallohu hayyun ma’būd
Lāilaaha illallohu hayyun baaq
Lāilaaha illalloh 100x
Lāilaaha illallohu Muhammadurrosuululloh

Allohumma sholli ‘alaa Muhammad, Allohumma sholli ‘alaihi wa sallim 3x
Subhanallohi wa bihamdihi 33x
Subhaanallohil ‘adziiim
Allohummasholli ‘alaa habiibika sayyidinaa Muhammad wa álaa ālihi wa sohbihii wa sallim 3x
Ajma’īn. Al Faatihah

Bismillahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillahirobbil’aalamiiin
Arrohmaanirrohiiim
Maalikiyaumiddīn
Iyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’īn
Ihdinashshirootolmustaqīm
Shirootolladziina an’amta ‘alaihim
Ghoril maghduubi ‘alaihim walaadh dhõl līn
Aamiiin

Doa Tahlil

A’udzubillahiminasy syaitoonirrojīm
Bismillahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillahirobbil’aalamiiin
Hamdasy syaakirīn
Hamdan naa ímīn
Hamday yuwaafii niámahuu wa yukaafii maziidah
Yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yammbaghii lijalaali wajhika waádziimi sulthoonik
Allohummasholli wa sallim

Álaa sayyidinaa Muhammad, wa álaa aali sayyidinaa Muhammad
Allohumma taqobbal wa aushil tsawaaba maa qoro’naahu minalquraanil ádzīm
Wa maa Hallalnaa wamaa sabbahnaa wamastaghfarnaa wamaa shollainaa
álaa sayyidinaa Muhammadin shollallohu álaihi wa sallama
Hadiyyatawwaashilatawwarohmatan naazilatawwabarokatan
syaamilatan ilaa

Hadhoroti habiibinaa wa syafiiínaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa mawlaanaa
Muhammadin sholallahu álaihi wasallam
Wa ilaa jamiií ikhwaanihii minal anbiyaai walmursaliin
Walauliyaasi wasy syuhadaai wash shoolohiin
wash shohaabati wattaabiíin. Walúlamaail áamiliina walmushonnifiinalmukhlishiina wa jamiiílmujaahidiin

Fii sabiilillaahirobbiláalamiin
Walmalaaikatilmuqorrobiin
Khusuushon ilaa sayyidinaa syaikh Ábdilqoodiriljailaanii
Tsumma ilaa jamiií ahlilqubuuri minalmuslimiina walmuslimaat
Walmu’miniina walmu’minaatiMin masyaariqil ardhi ilaa maghooribihaa
Barrihaa wa bahrihaa khushuushon ilaa 

Aabāinaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatinaa wa nakhushshu
khushuushon ilaa manijtaba’naa haa hunaa bisababihii wa li ajlihii
Allohummaghfirlahum warhamhum wa áafihi wa’fu ánhum
Allohumma annzilirrohmata walmaghfirota álaa ahlilqubuuri 
min ahli lā ilaaha illallohu Muhammadurrosuululloh 

Doa Penutup Tahlil

Robbanaa arinalhawwo haqqoo warzuqnattibaa áh
Wa arinalbaathila baathilan warzuqnajtinaabah
Robbanā aatinaa fiddunyaa hasanatawwafil aakhiroti hasanah
Wa qinaa ádzaabannaar
Subhaana robbika robbil ízzati ámmaa yashifuun
Wa salaamun álalmursalīn Walhamdulillahirobbil áalamīn
Al Faatihah 

Nah itulah bacaan yasin dan tahlil yang sering dibacakan padasaat bertahlil pada orang yang meninggal semoga bermanfaat.
Top