Apa Itu Kista? Berikut Ciri-Ciri, Penyebab dan Cara Alami Mengobati Kista

Komentar

foto via klik-nasa.com

Pada kebanyakan kasus penderita Kisa, biasanya kita tidak akan menyadari kehadiran kista ovarium di tubuh.

Namun Anda akan merasakan gejalanya jika memiliki kista yang telah membesar, pecah, atau menutupi aliran darah ke ovarium.

Berikut ini gejala-gejala yang bisa timbul akibat adanya kista:

Setiap wanita memiliki dua indung telur di kanan dan kiri. Setiap indung telur tersebut berisi ribuan telur yang masih muda atau folikel yang setiap bulan akan membesar, dan hanya satu folikel yang  membesar sangat cepat sehingga menjadi telur yang matang.

Jika gangguan terjadi pada siklus ini, maka risiko munculnya kista pun akan meningkat.

Di dalam ruang panggul seorang wanita terdapat rahim yang diapit oleh dua ovarium. Ovarium adalah organ pembuat sel telur.

Di dalam ovarium ada folikel, di dalam folikel inilah sel telur disimpan. Folikel ovarium juga mengeluarkan hormon yang memengaruhi tahapan siklus ovarium.

Hal inilah mengakibatkan timbulnya penyakit kista. Apa itu kista? Berikut penjelasan lengkapnya

Definisi penyakit kista
Apakah kista bisa dikatakan sebagai gejala awal hiv ?

Karena ada orang yang bilang demikian. Mari kita bahas lebih jelas apa itu kista.

Penyakit kista adalah kondisi yang disebabkan oleh benjolan berbentuk kapsul atau kantung dan terisi dengan cairan, semisolid, atau material gas, yang dapat muncul pada jaringan tubuh mana saja.

Ukuran benjolan bervariasi, mulai dari sangat kecil (mikroskopik) hingga sangat besar. Benjolan kista yang berukuran besar bisa menghimpit organ dalam yang berada di dekatnya. Tergantung pada lokasi, benjolan kista memiliki beberapa jenis umum, seperti:

  • Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung berisi cairan di dalam atau pada permukaan indung telur. 
  • Kista otak, bukan merupakan “tumor otak” karena tidak berasal dari jaringan otak.

Kista adalah kondisi yang umum dan bisa terjadi pada siapapun di usia berapapun tanpa pandang bulu. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja gejala dan ciri-cirinya?
Mayoritas kondisi ini tidak memiliki gejala atau tanda-tanda. Malah kadang tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tanda atau ciri-ciri kista di organ internal tubuh, kemungkinan tidak menghasilkan gejala apapun jika benjolannya berukuran kecil. Apabila benjolannya membesar, menggantikan atau menekan organ lain atau membatasi aliran cairan pada jaringan seperti hati, pankreas atau organ lain, maka gejala yang terkait dapat muncul.

Baca Juga : "Kamu Itu Lho Masih Menyusui, Kok Terus Aja Makan Pedas"

Ciri-ciri kista di payudara

Anda dapat memiliki satu atau beberapa benjolan di payudara dan dapat terjadi pada salah satu atau kedua payudara. Berikut ciri-ciri kista pada payudara:

ciri-ciri kista dapat ditemukan pada salah satu atau kedua payudara.
  • Benjolan yang lembut, mudah digerakkan, berbentuk bulat atau oval dengan tepi yang jelas. 
  • Puting susu dapat terlihat bening, kuning atau cokelat tua. 
  • Nyeri pada area benjolan.
  • Bertambahnya ukuran benjolan dan nyeri sebelum periode menstruasi. 
  • Penurunan ukuran benjolan dan resolusi gejala lain setelah periode menstruasi.

Ciri-ciri di kulit

Kista kulit adalah benjolan berisi cairan yang berada di bawah kulit. Berikut merupakan ciri-ciri kista kulit:
  • Benjolan kecil dan bulat di bawah kulit, biasanya pada wajah, tubuh atau leher.
  • Komedo yang menyumbat pembukaan pada benjolan.
  • Zat kental, kuning, berbau busuk yang kadang keluar dari benjolan
  • Kemerahan, pembengkakan dan nyeri pada area, jika meradang atau terinfeksi.

Ciri-ciri kista ovarium

Setiap wanita memiliki dua ovarium yang setiap bulannya akan melepaskan sel telur secara bergantian. Terkadang benjolan (kantung kecil berisi cairan) bisa berkembang di salah satu ovarium. Mungkin Anda pernah mengalaminya tanpa Anda ketahui. Banyak wanita memiliki kista setidaknya satu kali selama hidupnya. Namun, umumnya ini tidak menyakitkan dan tidak berbahaya. Bahkan, penyakit kista ovarium ini bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan.

Baca Juga : Anak Bunda Cacingan? Basmi dengan Bumbu Dapur ini, Dijamin Sembuh dalam Sekejap


foto via grid.id

Berikut merupakan ciri-ciri kista ovarium:
  • Nyeri ringan yang menyebar ke punggung bawah dan paha bisa menjadi salah satu ciri- ciri kista ovarium. Nyeri sebelum periode menstruasi mulai, sebelum berakhir atau saat berhubungan intim (dyspareunia).
  • Nyeri saat buang air besar atau tekanan pada usus.
  • Mual, muntah atau nyeri pada payudara yang terasa selama kehamilan.
  • Terasa penuh atau berat pada perut.
  • Tekanan pada kemih yang membuat Anda sering buang air kecil atau kesulitan mengosongkan kemih secara sempurna.
Selain ciri-ciri, anda juga harus memperhatikan penyebab dari penyakit ini, agar tak terjadi keteledoran hingga membuat timbulnya penyakit kista

Lantas apa penyebab penyakit kista muncul? Berikut diantaranya :


Penyebab penyakit kista
Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:
  • Kondisi genetik
  • Tumor
  • Infeksi
  • Kelainan pada perkembangan embrio
  • Cacat pada sel
  • Kondisi inflamasi kronis
  • Penyumbatan pada saluran pada tubuh
  • Parasit
  • Cedera.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kista?

Pastikan Anda tidak memencet atau memecahkan benjolan karena dapat memperburuk kondisi pada beberapa individu. Selain itu, hal ini dapat menyebabkan benjolan membesar atau menjadi terinfeksi. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kondisi ini, yaiut;

1. Echinacea

Tanaman echinacea, yang telah lama dikenal sebagai ramuan tradisional asli Amerika, dapat membantu meringankan beberapa jenis kista. Marilyn Glenville, ketua Forum Makanan dan Kesehatan di Royal Society of Medicine, menyarankan bahwa dengan mengonsumsi tanaman echinacea selama 20 hari rutin, dapat meningkatkan jumlah sel darah putih. Sel darah puth diketahui bermanfaat untuk memecah sel-sel abnormal yang bisa menyebabkan benjolan di ovarium. Echinacea juga dapat membantu mengobati  benjolan di kulit akibat peradangan, sepertijerawat.

2. Dandelion

Bunga dandelion yang banyak ditemukan di tanah lapag, sering digunakan sebagai obat herbal guna mengurangi terjadinya benjolan di tubuh Anda. Menurut Dr. John R. Christopher, pendiri School of Natural Healing, menunjukkan bahwa benjolan di tubuh bisa tumbuh karena kekurangan potasium. Nah, dengan memakan satu porsi 1 porsi dandelion hijau mentah, ini mengandung 218 mg potasium. Di mana ini bisa mencukup asupan 2000 mg potasium harian Anda dan membantu mencegah adanya benjolan di tubuh.

3. Coba ganti asupan sehari-hari dengan karbohidrat kompleks

Untuk mencegah adanya benjolan atau cikla bakal tumor, coba ganti makanan karbohidrat Anda dengan  karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. The Mayo Clinic menjelaskan bahwa banyak wanita dengan sindrom ovarium polikistik, atau PCOS, yang berkemban menjadi kista.

Sindrom ini bahkan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes orang dewasa. dengan makan makanan karbohidrat kompleks, ini berarti Anda menambah serat di dalam makanan Anda. Serat berfungsi untuk memperlambat pencernaan dan memperlambat kenaikan atau lonjakan gula darah yang dapat menyebabkan diabetes. Naturopathy Online, juga menambahka,  bahwa wanita dengan fibroid atau benolan di rahim nya, cenderung memiliki kebiasaan diet yang buruk yang juga dapat menyebabkan gula darah tinggi.

4. Makan asupan dengan indeks glikemik rendah

Untuk mencegah adanya benjolan di dalam tubuh, Anda harus fokus pada makan makanan yang memiliki nilai indeks glikemik rendah. Makanan indeks glikemik tinggi seperti jagung dan kentang memang sehat, namun ini tidak baik bagi wanita yang sebelumnya didiagnosis fibroid atau ada benjolan di rahim.

The Mayo Clinic juga menjelaskan, bahwa makanan glikemik yang tinggi dapat menyebabkan kadar insulin meningkat lebih dari makanan yang memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah. Sedangkan, menurut National Uterine Fibroid Foundation, wanita yang kegemukan (obesitas), sering dikaitkan dengan perkembangan fibroid atau benjolan di tubuhnya. Para ahli menyarankan bahwa diet yang kaya dengan makanan glikemik rendah seperti sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan dapat membantu meredakan PCOS atau menghindari adanya benjolan di tubuh.

Selain penyakit kista, masalah yang juga harus dibwaspadai khususnya kaum wanita adalah HIV. karena virus HIV masih belum ada obatnya dan sudah banyak korban berjatuhan.

Untuk lebih lengkapnya ada baiknya anda baca gejalah awal HIV ini, agar anda tahu dan semoga tidak terkena HIV. Semoga bermanfaat.
Top