Rasulullah Melarang, Ini Aturan Bagi Wanita yang Memakai Gamis Bertali Pinggang

Komentar
Foto dari berbagai sumber

Banyak terdapat di gamis pakaian-pakain wanita sekarang ini.

Ada salah satu penyebab gamis dengan tali di pinggang ini yang menjadi dibenci Allah, sebagai muslimah harus mengerti dengan ini khususnya yang sering memakai gamis dengan tali di pinggang. 

BUKAN gamisnya yang salah tapi cara memakainya jika seperti ini yang dilarang Rasulullah hingga disamakan dengan orang kafir.

Mereka, ahli kitab yang menjadi kafir dzimmi diharuskan untuk memakai zunar. Zunar adalah benang tebal yang diikatkan pada bagian tengah badan di luar kain. (Kifayatul Akhyar 2/221)

Baca juga : Bertahun-tahun Menikah Tak Ada Rasa Cinta Pada Istri, Bolehkah Mencerainya?

Hukum Memakai Zunar

Ada sebuah pertanyaan : 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Ustadz -hafizhakallah-, afwan izin bertanya, Ustadz.



Terkait gambar ini, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan:

1. Bagaimana hukum memakai Zunar tersebut? Sebatas yang saya tahu, zunar adalah tali tambang.

Apakah hukumnya sama jika ada tali dibagian tengah pakaian muslimah (gamis) namun tidak terbuat dari tambang, melainkan dari bahan lain, misalnya bahan dari kain? Karena kami banyak menemui benda semacam itu ada pada pakaian muslimah.

2. Dilihat pada gambar, apakah kedudukan tali tersebut (seperti pada gambar) berlaku di setiap tempat?

Dengan kata lain, apakah juga terlarang ketika tali atau semacamnya ada pada bagian (kerah) leher?

Syukron, Ustadz, Jazaakallaahu khoiron wa Baarakallaahu fiik.

(Dari: Fulanah)

Dijawab oleh: Ustadz Abul Aswad al Bayati حفظه 

Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh

Boleh memasang tali pada pertengahan gamis selama :

1). Tidak menyerupai zunar/zinar.

2). Tidak menyebabkan pakaian menjadi sempit sehingga membentuk lekuk tubuh.

Adapun memakai zunar atau zinar yang merupakan ciri khas para pendeta dan rahib, maka para ulama’ berselisih pendapat di dalamnya, ada yang menyatakan makruh ada pula yang menyatakan haram. Pendapat kedua ini yang lebih benar karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”
(HR. Abu Dawud : 3512, dishahihkan oleh Imam Al-Albany di dalam Shahih Abi Dawud : 3401)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan :

أقل أحوال هذا الحديث أنه يقتضي تحريم التشبه ، وإن كان ظاهره يقتضي كفر المتشبه بهم

“Keadaan minimal dari hadits ini adalah pengharaman tasyabbuh, meskipun tekstual hadits ini memberikan konsekwensi kufurnya orang yang menyerupai orang kafir.” (Iqtidha’ Shirathal Mustaqim : 1/241).

Dan tali pinggang yang dilarang adalah yang menyerupai Zunar adapaun jika tidak meyerupai zunar, seperti misalnya tali baju, atau ikat pinggang, sabuk dll maka tidak mengapa, Imam Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyatakan :

يُكره أيضاً للإنسان أن يَشُدَّ وسَطَهُ لكن لا مطلقاً، بل بما يُشبه الزُّنَّار، وشَدُّ الوسط أن يربط على بطنه حَبلاً، أو سَيراً، أو ما أشبه ذلك، وهذا يُفعل كثيراً، فهو يُكره إن كان على وجه يُشبه الزُّنَّار، والزُّنَّار سَيْر معروف عند النَّصَارى يشدُّون به أوساطهم، وإنما كُرِه ما يشبه شَدَّ الزُّنَّار؛ لأنه تشبُّه بغير المسلمين

“Dibenci pula manusia memasang tali di bagian tengah pakaiannya, akan tetapi ini tidak mutlak. Yang dilarang adalah tali yang menyerupai zunar"

Baca juga : Pernikahan yang Didasari Harta, Pasti Akan Mengalami Hal-hal ini dalam Berumah Tangga

Dan mengikatkan tali tambang di bagian perut atau tali atau yang semisal dengannya, hal ini banyak dilakukan.

Ini dibenci jika tali yang digunakan menyerupai zunar. Zunar itu adalah seutas tali yang sudah sangat ma’ruf di kalangan orang nasrani yang mereka ikatkan di bagian tengan pakaian mereka.

"Dibenci memakai tali yang menyerupai zunar karena itu artinya menyerupai orang-orang kafir.”
(ِAsy-Syarhul Mumti’ : 2/195-196).

Meski bentuknya tidak menyerupai zunar tapi jika penggunaan tali ini menyebabkan terlihatnya lekuk-lekuk tubuh wanita maka ia juga dilarang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka memukuli manusia dengannya.

Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong.

Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’” (HR Muslim : 2128).

Disebutkan pula di dalam salah satu fatwa :


فالواجب على المسلمة أن تلبس ما يسترها، ويكف نظر الناس إليها، أما ما تفعله كثير من النساء من لبس الضيق الذي يحدد العورة ويؤدي إلى أن يفتتن الناس بها فهو محرم تحريماً شديداً،

وعليه فلا ينبغي للمرأة أن تخرج وهي مرتدية الحزام الذي يربط وسطها لأنه يصف حجمها، ويدعو إلى النظر والافتتان بها، ولا يجوز للمرأة أن تطيع أهلها في فعل ما نهى الله عنه، وعليهم أن يقفوا عند حدود الشريعة، وأن يدفعهم الإيمان والحياء وغيرة الرجال إلى إلزام محارمهم الحجاب والحشمة والستر، نسأل الله تعالى الهداية للمسلمين.


“Wajib bagi para wanita muslimah untuk mengenakan pakaian yang menutup badannya dan mencegah timbulnya pandangan manusia mengarah kepada dirinya.

Adapun apa yang dikenakan oleh banyak wanita berupa pakaian sempit yang membentuk lekuk-lekuk tubuh dan mengakibatkan manusia terfitnah dengannya. Maka pakaian yang seperti ini sangat dilarang dengan larangan yang keras.

Berdasarkan hal ini maka tidak selayaknya seorang wanita keluar dalam keadaan memakai ikat pinggang di bagian tengah pakaiannya karena ia membentuk lekuk tubuh.

Sehingga menyebabkan orang tertarik untuk melihat dan terfitnah olehnya. Seorang wanita tidak oleh mentaati suaminya untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah ta’ala.

Dan wajib bagi kaum muslimin untuk menjaga batasan-batasan syariat, dan hendaknya mereka digiring oleh keimanan, rasa malu serta kecemburuan guna menyuruh keluarga mereka untuk berhijab, memelihara rasa malu serta menutup diri. Kita memohon hidayah untuk seluruh kaum muslimin.”(Fatawa Islamweb no. 95107).

Baca juga : 10 Cara Rasullullah Mendidik Anak Perempuan Agar Menjadi Anak Shalihah

Maka dari itu jika tali pada gamis wanita tidak menyerupai zunar, dan penggunaannya tidak menyebabkan timbulnya lekukan tubuh maka tidak mengapa. Dan akan lebih utama jika gamis tersebut ditutup oleh jilbab yang lebar dan luas yang menutup tubuh pemakai gamis.

Yang kedua apabila tali zunar ini tau yang menyerupainya dipakai di leher atau di lokasi lain, tetap saja ia menjadi sesuatu yang terlarang. Sama dengan salib apakah ia dipasang sebagai kalung, atau gelang, atau sekedar pajangan dinding.

Semuanya terlarang karena zunar dan salib merupakan salah satu ciri khusus kaum nasrani dan tidak selayaknya orang islam menggunakannya berdasarkan beberapa keterangan yang sudah kami nukilkan di atas.

Wallahu a’lam
Top