Penyakit yang Timbul Akibat Memanaskan dan Menyimpan Makanan di Wadah Plastik Biasa

Komentar

Sumber gambar hasanid.net

Selektif yah untuk memilih wadah plastik, apalagi untuk wadah plstik yang digunakan untuk bayi.

Jangan sampai malah penyakit kanker yang tumbuh ke dalam tubuh.

Wadah plastik kerap kali jadi pilihan untuk membawa makanan atau minuman saat harus ke luar rumah. Wadah ini memang cukup praktis dan harganya pun sangat terjangkau.

Namun di antara semua kemudahannya, beberapa orang beranggapan bahwa penggunaan plastik sebagai wadah makanan atau minuman dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Namun, tahukah Anda bahwa keseringan minum air dari botol plastik mampu menyebabkan kesehatan terancam?



Berikut adalah bahayanya:

Komplikasi kehamilan

Plastik mengandung bahan yang disebut dengan BPA. Terpapar BPA yang berlebihan mampu menyebabkan kelainan kromosom yang mengakibatkan cacat lahir. Oleh karena itu ketika Anda hamil, sebaiknya pertimbangkan minuman di kemasan plastik.

Pubertas dini

Paparan bahan kimia dari botol plastik juga menyebabkan perubahan struktur hormon estrogen yang mengakibatkan pubertas dini. Kemungkinan juga BPA akan meningkatkan risiko kanker prostat dan kanker payudara.

Infeksi

Tahukah Anda bahwa risiko untuk terkena infeksi karena botol plastik sangatlah tinggi? Hal ini selain karena bahan kimia yang ada di dalamnya juga karena kemungkinan adanya bakteri penyebab penyakit di dalam proses produksi dan pengisian air di botol plastik.

Penyebab kanker

Saat air di dalam botol plastik adalah air hangat, maka senyawa karsinogenik atau zat penyebab kanker sangatlah tinggi. Sehingga gunakan botol yang terbuat dari kaca untuk meminimalisir paparan ini.

BACA JUGA Penyakit Autoimun Penyebab Kakak Shireen Sungkar Meninggal Dunia, Waspadai 9 Gejala Penyakit Mematikan Ini

Menentukan wadah plastik yang aman bagi makanan

Mungkin sangat sulit untuk melepaskan bahan plastik dari kehidupan kita. Untuk itu, jika ingin menggunakan wadah plastik untuk menyimpan atau mengalasi makanan, Anda perlu mengetahui keamanan plastik yang digunakan dengan memperhatikan nomor kode daur ulang yang tertera pada wadah plastik.

Berikut panduannya:

Tipe 1: Polyethylene teraphthalate (PET)
Wadah plastik ini biasanya diberi simbol PET,  artinya hanya bisa digunakan sekali saja. Walaupun tidak mengandung BPA atau phthalate, tipe ini mengandung antimon yang kemungkinan bersifat karsinogen (memicu kanker) pada manusia. Wadah plastik tipe ini biasanya ditemukan pada botol jus atau toples selai.

Tipe 2: High-density polyethylene (HDPE)
Wadah plastik ini biasanya diberi simbol HDPE, sifatnya aman dan mengandung polietilen dengan densitas tinggi yang membuat plastik yang relatif kaku. Wadah plastik tipe ini biasanya ditemukan pada botol susu.

Tipe 3: Polivinil klorida (V)
Wadah plastik ini biasanya diberi simbol V, berisi phthalate. Biasanya ditemukan pada botol jus buah, botol minyak goreng dan kemasan makanan yang terlihat bening, fleksibel dan relatif kaku.

Tipe 4: Polietilen dengan kepadatan rendah (LDPE)
Wadah plastik ini biasanya diberi simbol LDPE dan banyak ditemukan pada kemasan makan atau bumbu penyedap yang mudah diremas dan tahan terhadap pelarut.

Tipe 5: Polipropilena (PP)
Wadah plastik ini biasanya diberi simbol PP dan banyak ditemukan pada kemasan yogurt, botol minuman, dan kecap karena polipropilena tidak melepaskan bahan kimianya ke dalam makanan atau cairan.

Tipe 6: Polikarbonat (PC)
Wadah plastik ini biasanya diberi simbol PC atau Other dan ditemukan pada botol galon air. Wadah plastik ini mengandung BPA , hindari penggunaan wadah ini secara berulang.

Bolehkah memanaskan makanan dalam wadah plastik?


Penggunaan wadah plastik yang dipanaskan juga perlu diwaspadai. Dilansir dari Health Harvard Edu, wadah dari plastik yang dipanaskan membuat plastik melepaskan dioksi, yaitu bahan kimia penyebab kanker. Apalagi untuk makanan seperti daging dan keju. Makanan tersebut cenderung lebih mudah menyerap bahan kimia berbahaya yang terdapat pada wadah plastik.

Lalu, apakah tidak boleh sama sekali untuk memanaskan makanan dalam wadah plastik?

Peneliti menilai seberapa banyak wadah yang dibolehkan untuk dipanaskan dalam microwave, yaitu sekitar 100-1000 kali lebih rendah per 0,4 kg berat badan. Selain itu, hanya wadah yang telah melewati uji dan terdapat tulisan atau ikon microwafe-safe saja yang dapat digunakan dalam microwave.

Bagaimana dengan wadah yang tidak terdapat ikon microwafe-safe? Peneliti juga mengatakan bahwa wadah ini tidak selalu tidak aman karena bahkan BPOM Amerika (FDA) belum menentukan tiap wadah itu aman atau tidak jika digunakan dalam microwave.

Itulah bahaya kesehatan yang bisa terjadi ketika Anda terlalu sering minum dari botol plastik. Perhatikan material dalam memilih plastik.

Cari yang tidak mengandung bisphenol A (BPA Free) yang diketahui bisa memicu kanker dan menimbulkan masalah kesehatan.

Anda sendiri bisa meminimalisirnya dengan beralih menggunakan botol kaca.
Top