Kisah Haru Nenek yang Kena Tipu First Travel Hingga Allah Memberi Kabar Gembira

Komentar

Sumber gambar kumparan.com

Uang halal dan niat baik hambanya yang ingin menjadi tamu Allah, akan dimudahkan meski sudah menjadi korban penipuan...

Salah satu kisah yang memilukan dibalik kecurangan yang dilakukan First Travel dialami Yunaini Niwin Jamek atau Mak Upiah sapaan akrabnya.

Salah satu jemaah First Travel yang gagal berangkat umrah, impian yang ingin menginjakkan kaki ke tanah suci.

Mendapat promo murah dari First Travel mak upiah tergiur dan akhirnya menjual kerbau miliknya.

Kerbau yang didapat dari hasil bertani selama seumur hidup. Namun uang hasil penjualan kerbau itu tak cukup, Mak Upiah masih harus meminta uang tambahan dari anak-anaknya.


Sumber gambar kumparan.com

Lebih dari sebulan Mak Upiah hidup di Jakarta. Menunggu jawaban pasti dari First Travel yang sudah empat kali menunda keberangkatannya ke tanah suci.

Selama itu pula ia harus tinggal di jakarta untuk sementara waktu.

Biaya hidup di Ibu Kota tak murah baginya. Mak Upiah juga tak enak hati terlalu lama merepotkan saudara sekampungnya itu. Akhirnya dengan berat hati, Mak Upiah memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya tanpa bisa menyentuh Ka'bah.

Mimpinya mulai menguap, tapi Mak Upiah tak benar-benar menyerah. Ia titipkan koper dan ransel First Travel  berisi perlengkapan umrah yang sudah dikemas rapi di Bekasi. Dia berharap suatu hari tetap berangkat ke Tanah Suci.


Mak Upiah kerap termenung, walaupun sering tersenyum dan mencoba ikhlas. Tak mungkin bagi Mak Upiak yang sudah bungkuk itu kembali ke sawah untuk mengumpulkan rupiah lagi. Meminta ke anak-anaknya pun mustahil karena penghasilan mereka juga menengah ke bawah.


Sumber gambar kumparan.com

Terketuk melihat nasib Mak Upiah, seorang warga bernama Andri Zainal Kari kemudian membuka donasi melalui kitabisa.com untuk mewujudkan mimpi Mak Upiah berangkat umrah. Donasi akhirnya terkumpul sebanyak Rp 26.371.709.

Mak Upiah kemudian didaftarkan umrah melalui PT Penjuru Wisata Negeri cabang Payakumbuh, Sumatera Barat, dengan biaya Rp 21.900.000. Sisanya yakni Rp 5.365.978 diserahkan kepada Mak Upiah untuk biaya manasik, keperluan umrah, dan keperluan sehari-hari.

BACA JUGA Berita Akhir Zaman! Demi Melampiaskan Hasratnya Wanita Cantik ini Nyamar Jadi Pria

Pada 13-24 Februari 2018, Mak Upiah benar-benar menuntaskan ibadah di Tanah Suci. Akhirnya mimpi Mak Upiah berangkat ke Tanah Suci terwujud, meski dia telah terdzalimi oleh bos First Travel.


Sumber gambar kumparan.com

INILAH KABAR GEMBIRA BAGI HAMBANYA YANG SABAR DISETIAP KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN

ALLAH telah menciptakan dunia untuk menguji manusia. Sebagai hamba yang sentiasa menerima ujian, kadang-kala DIA menguji manusia dengan kesenangan dan ada masanya dengan kesukaran.

Individu yang tidak menilai setiap peristiwa dengan cahaya Al-Quran, gagal menanggapi hikmah di sebalik kejadian lalu lekas kecewa dan lemah pengharapan. Walau bagaimanapun, ALLAH tetap mendedahkan rahsia paling penting di dalam Al-Quran, di mana hanya hamba yang beriman dan bertaqwa saja yang mampu melihat. Rahsia yang dimaksudkan adalah seperti berikut:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(Surah al-Insyirah: 5-6)


Seperti mana yang ALLAH telah jelaskan pada ayat-ayat tersebut, walau apapun kesukaran yang dihadapi atau bagaimana ia diatasi, ALLAH menyediakan jalan keluar dan memberikan berita gembira buat hamba-hambaNYA yang beriman.

Sesungguhnya, setiap hambaNYA akan dapat menyaksikan bahawa ALLAH sentiasa mengurniakan kemudahan pada kesulitan yang dialami selagi mana hambaNYA itu kekal sabar.
Top