Kata Kata Buat Orang Munafik yang Pedas Bikin Mulutnya Terbungkam

Komentar

gambar via khazanahalquran.com

Kata Kata Buat Orang Munafik

Kata kata sindiran berikut ini merupakan kata kata sindiran buat orang munafik di sekitar kita yang mana mereka telah menyakiti kita.

Seperti ini:

Udah puas lo semua ngehina gue? Emang lo semua orang-orang munafik! Beraninya cuma maen keroyokan. Fak buat lo semua orang munafik!

Kalo lo gak suka bilang aja gak suka jangan pake pura-pura suka harapan sementara itu lebih menyakitkan!!

Orang itu kalo salah harus berani tanggung jawab bro gak usah banyak bacot buktiin aja yang gentle!!

Orang-orang biasanya melakukan sindiran ini dengan tujuan untuk memberi peringatan atau nasihat kepada orang yang bermasalah dengan kita.

Melihat kesuksesan orang lain juga perlu untuk motivasi diri. Namun jangan sampai berlebihan dan malah timbul rasa iri. Memang manusia gak ada rasa bersyukurnya, terus aja merasa kekurangan, ujung-ujungnya iri dan dengki.

Memang sudah menjadi hal umum sekali kalau dalam perselisihan tak lepas dari yang namanya sindir-menyindir, memang hal ini sangat keras dan melanggar kode etika tetapi ini lebih baik daripada kekerasan.

Jika kamu mempunyai suatu musuh pasti kamu semua pernah dong menyindir dia dengan pedas atau secara halus ? semua itu kita lakukan karena untuk memperingatkan saja kepadanya, dan memberi tahu kalau perbuatannya itu salah.

Maka dari itu kita menggunakan dengan cara Sindiran Pedas ini untuk membuat lawanmu menjadi ciut mentalnya.

Hal yang paling sering dilakuin oleh orang munafik ya selalu ngomongin hal yang ngga sesuai sama isi hatinya, yaps.. dia selalu menutupi kebenaran yang padahal dia sendiri udah tau.

Contoh sederhananya saja gini, Misalnya temen kamu bilang udah ngga suka apalagi cinta sama mantannya, eh tapi ngga lama kemudian dia balikan lagi, makan tuh!! yang dulunya dihina-hina eh ini malah di ambil lagi, ngga lucu kan?  well, kalau kalian sering nemuin orang munafik mendingan senyumin aja deh :) beres.

Riya Adalah

Apa itu Riya'?

Secara bahasa, Riya' adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia.

Adapun secara istilah yaitu: melakukan ibadah dengan niat dalam hati karena demi manusia, dunia yang dikehendaki dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT.

Riya dalam Islam adalah merupakan sifat tercela. Namun islam juga memperbolehkan riya dengan alasan tertentu yang akan dijelaskan di bawah ini.

Pengertian riya dalam Islam adalah memperlihatkan amalan kebajikan, kebaikan dengan tujuan dilihat dan dipuji orang lain dikarenakan amal tersebut.

Hukum Sifat Riya

Riya ibadah yang haram, tetapi tidak merusakkan sahnya suatu amal ibadah, jadi ibadahnya tetap sah. 

Suatu contoh jika sholat yang kita kerjakan memperlihatkan kekhusyu'an sholat, memperlihatkan memnuhi syarat dan rukunnya, maka sholatnya sah tetapi berdosa.

Riya seperti ini adalah dilarang sesuai dengan dalil firman Allah swt. yang berbunyi :


فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ. ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ.  ٱلَّذِينَ هُمۡ يُرَآءُونَ 

Artinya : Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang mengerjakan shalatnya dengan lalai dan riya dengan amal mereka dan enggan meminjamkan barang yang berguna.

Riya ibadah yang boleh, jika maksudnya adalah ingin mengajar atau mendidik.

Suatu contoh seorang guru agama memperagakan tata cara sholat yang baik dengan tujuan dan harapan agar murid atau orang yang melihatnya dapat meniru tata cara sholat yang baik dan benar seperti yang guru tersebut praktekkan.

Contoh lain adalah misalnya, menyebutkan jumlah sedekah yang ia berikan untuk pembangunan masjid dan lainnya, dengan maksud agar orang lain berlomba-lomba untuk bersedekah.

Kita tahu bahwa riya' adalah salah satu perusak amal dan tergolong dalam kesyirikan. Karena memamerkan ibadah atau melakukan riya', amalan seseorang jadi sia-sia.

Tegasnya pengertian riya adalah mengerjakan sesuatu amal perbuatan dengan tidak ikhlas yaitu dengan karena sesuatu untuk mendapat perhatian yang lain dari Allah.

Syarat paling utama suatu amalan diterima di sisi Allah adalah ikhlas. Tanpanya, amalan seseorang akan sia-sia belaka. Syaitan tidak henti-hentinya memalingkan manusia, menjauhkan mereka dari keikhlasan. Salah satunya adala melalui pintu riya' yang banyak tidak disadari setiap hamba.
Top