Berapa Gajimu Sampai Melalaikan Shalat?

Komentar

sumber gambar unsplash.com/tim gouw

Lupa Ya Kalau Nanti yang Menerangi di Hari Kiamat itu Shalat

Sungguh tidaklah pantas bagi seorang muslim apabila Ia lebih mengutamakan pekerjaannya, bukankah gaji yang kita terima itu juga merupakan rezeki dari-Nya?

Seorang muslim diwajibkan untuk mendirikan shalat, perintah ini langsung disampaikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat Jibril. Rukun Islam yang kedua ini sangatlah penting, karena jika diterima oleh Allah SWT kelak maka diterimalah segala amal kebajikan yang telah dikerjakan oleh seorang muslim. Akan tetapi kebalikannya, jika tidak diterima maka sia-sialah segala amal perbuatan yang telah dikerjakan.

Dengan begitu, itu artinya memang shalat harus didirikan oleh seorang muslim. Tidak peduli sesibuk apa pun Ia, tetap harus mengutamakannya.

Namun sepertinya tidak semua orang yang mengaku bahwa dirinya serorang muslim lantas mengutamakannya, itu dapat kita lihat pada kehidupan sehari-hari di mana banyak yang lebih mementingkan pekerjaan dari pada berhenti sejenak untuk menunaikan shalat.

Saat azan berkumandang pun tidak memperdulikannya, mereka lebih memilih untuk tetap meneruskan pekerjaannya. Hingga tanpa disadari terbesit perintah tunggu di dalamnya, seperti tunggu ya sedikit lagi hampir selesai atau tunggu ya ini sedang melayani pembeli, dan lain-lain. Sehingga kadang menunaikan shalat ketika waktu telah hampir habis, malah ada juga yang sampai meninggalkannya.

Padahal jika dihitung-hitung, rupiah yang didapatkan dari gaji pekerjaan kita sangatlah tidak sebanding dengan nilai dari ibadah yang merupakan sebuah kewajiban.

Shalat jika ditunaikan dengan benar dapat mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar. Sehingga dapat membuat kita selamat di akhirat kelak, dan jika ditunaikan dengan benar dapat membuat segala amal ibadah kita diterima oleh-Nya.


Sumber gambar via pinterest

Sedangkan gaji dari pekerjaannya kita yang jumlahnya tidak seberapa, malah kadang baru beberapa hari gajian saja sudah habis untuk mencukupi kebutuhan. Sungguh menjadikannya tidak bisa membuat lebih utama daripada salat.

Bekerja memanglah suatu ibadah, menafkahi keluarga itu juga ibadah. Hasil dari pekerjaan yang berupa rupiah dan digunakan untuk beramal salih itu juga ibadah. Namun apalah arti semua itu jika kita meninggalkan salat.

Sungguh tidaklah pantas bagi seorang muslim apabila Ia lebih mengutamakan pekerjaannya, bukankah gaji yang kita terima itu juga merupakan rezeki dari-Nya?

Ya karena pekerjaan itu hanya merupakan jalan untuk mendapatkan rezeki dari-Nya. Sehingga sungguh tidak benar apabila meninggalkan shalat karena kesibukan dari pekerjaan.

Jika azan telah berkumandang dan tidak bersegera menunaikannya maka akan semakin disibukkan oleh pekerjaan. Sehingga akan semakin sulit untuk dapat menunaikan diawal waktu, karena akan semakin sibuk saja hingga tak terasa waktu hampir habis.

Maka jika azan telah berkumandang, tinggalkanlah pekerjaan Anda dan bersegeralah untuk menunaikan ibadah shalat. Akan lebih baik jika Anda melaksanakannya secara berjamaah di masjid atau mushola, dan lebih baik lagi jika sebelum azan berkumandang Anda telah bersiap diri menuju ke masjid.

Marilah kita sebagai umat muslim agar selalu mengutamakan shalat 5 waktu dari pada memilih untuk menyelesaikan pekerjaan, karena gaji dari pekerjaan kita tidak akan pernah sebanding nilainya dengan ibadah wajib ini. Dan ingatlah selalu jika waktu akan terus berjalan, jangan sampai pekerjaan membuat Anda meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim.

Semoga bermanfaat...
Top