Terungkap Makanan Kaleng ada Cacingnya, Jangan Terlalu Sering Makan Makanan Kaleng

Komentar

Sumber gambar belitung.tribunnews.com

Cacing terdapat pada makanan kaleng, Jika sampai termakan atau masuk ke dalam tubuh, kesehatan kita bisa terganggu dengan menyebabkan berbagai penyakit seperti hipertensi, kegemukan, jantung, bahkan kanker.

Kejadian bermula saat ada masyarakat di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang melaporkan pada tugas terkait dugaan adanya makanan kaleng yang terdapat cacing. Setelahnya, petugas di daerah langsung mengirimkan sampel ke BPOM di Pekanbaru.

Dari hasil uji tersebut, pihak BPOM menyatakan kalau produk kalengan tersebut memang positif mengandung cacing.

Bagi kita yang disibukkan dengan pekerjaan kantor, makanan kaleng mungkin sudah sangat akrab di telinga.

Seperti yang dikutip dari jawaban.com, namun, ada baiknya untuk tidak mengonsumsinya terlalu sering, yuk simak risiko yang bisa timbul jika kita terlalu banyak makan makanan kaleng.

1.  Mengandung BPA

Agar makanan awet dan segar, maka kaleng yang digunakan harus dilapisi oleh bahan kimia bernama BPA atau Bisphenol-A.

Hal ini memungkinkan lapisan plastik tersebut termakan oleh kita. Jika sampai termakan atau masuk ke dalam tubuh, kesehatan kita bisa terganggu dengan menyebabkan berbagai penyakit seperti hipertensi, kegemukan, jantung, bahkan kanker.

Karena BPA pada kesehatan sangat berbahaya, Food and Drug Administration di Amerika Serikat pun sudah melarang penggunaan BPA untuk kemasan yang bersentuhan secara langsung dengan makanan.

2.  Mengandung garam dan gula

Buat kita yang sehat, garam atau gula memang akan membuat makanan kaleng tersebut menjadi semakin nikmat. Tetapi, bagi penderita penyakit tekanan tinggi, mengonsumsi makanan kaleng dapat memperburuk kesehatan karena kandungan garam yang cukup tinggi.

Demikian pula bagi kita yang memiliki riwayat penyakit diabetes, kandungan gula yang ada dalam makanan kaleng hanya akan membuat kondisi kesehatan semakin buruk. Ada baiknya untuk memperhatikan informasi nilai gizi sebelum mengonsumsi makanan kaleng.

3. Memungkinkan terdapat bakteri berbahaya

Seperti contoh kasus diatas, makanan kaleng harus diproduksi dengan sangat steril. Sedikit saja kesalahan yang dibuat, bisa jadi menimbulkan bakteri yang buruk bagi tubuh kita. Selain itu, makanan kaleng mengandung bahan pengawet yang kurang baik untuk kesehatan. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya kita memeriksa kondisi kaleng dan tanggal kadaluarsa sebelum membelinya.

Untuk alasan kesehatan, ada baiknya jika kita lebih memilih buah-buahan, sayuran, atau bahan makanan lain yang segar. Makanan yang segar mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan dengan makanan kaleng.

Makanan kaleng memang mudah dan sangat praktis. Tetapi dibalik dua keuntungan tadi, kita harus bisa mempertimbangkan resiko yang bisa terjadi dari pertimbangan diatas. Yuk jadi lebih bijak lagi dalam memilih makanan yang kita konsumsi.

Seimbangkan juga pola makanan yang sehat dengan olahraga agar tubuh menjadi semakin bugar, ya. 
Top