Ternyata Kita Tak Boleh Cium Bibir Bayi yang Belum Tumbuh Gigi, Bisa Timbulkan Kematian

Komentar

foto via cobaherbalyuk.com
Anak kecil memang imut dan lucu, orang dewasa mana yang nggak gemes pengen cium..

Tapi anak kecil yang belum tumbuh gigi ternyata tak boleh dicium...

Jangan cium bayi yang belum tumbuh giginya, sebab anda akan menyesal jika tahu bahayanya... Paling fatal adalah kematian, tapi bahaya lain bisa mengalami cacat permanen, atau kerusakan otak...

Sebagai orangtua, kita sering kali gemas pada Si Kecil hingga mendorong kita untuk menciuminya di area wajah hingga bibirnya..

Hal tersebut memang wajar dan sering dilakukan ya, tapi mencium bibir si kecil saat ia belum memiliki gigi ternyata  berisiko lo..

Sebab, ahli gigi anak menyebutkan bahwa mencium bibir anak-anak yang belum memiliki gigi secara sempurna berisiko merusak gigi dan jaringan gusi.

Menurut Dr Richard Marques, dokter gigi selebriti di Wimpole Street Dental, gigi bayi tidak mampu melawan efek bakteri yang merusak, membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi.

Baca Juga : Jangan Sembarangan Cium Bayi Orang, Baca 7 Bahaya ini

Dr Marques mengatakan kepada Independent.co.uk, "Gigi bayi memiliki jenis enamel dan dentin yang berbeda dengan gigi orang dewasa," ujarnya.

"Emailnya jauh lebih tipis pada gigi bayi, tidak sekuat email dewasa sehingga lebih cenderung membusuk," tambahnya.

Menurut dokter tersebut, mencium bibir anak bisa berisiko menularkan bakteri jahat yang merusak gigi, calon gigi, dan gusi, "Karena hal ini dapat menyebarkan bakteri (seperti streptococcus mutans) dari orang dewasa ke anak."

"Bakteri tersebut bisa menyebabkan pembusukan gigi bayi" 

"Bahkan bisa mempengaruhi jaringan lunak dan gusi sebelum gigi bayi tumbuh," kata dokter tersebut.


foto via beritagar.com

Menurut Dr Marques, anak-anak dapat menangkap virus dari kita termasuk flu dan virus seperti sariawan yang disebabkan oleh herpes simplex virus-1 (HSV-1).

Dia juga menyarankan ibu dan ayah untuk tidak berbagi alat makan dengan anak mereka, meniup makanan mereka, atau menciumnya di bibir.

Baca Juga : Jangan Biarkan Orang Lain Mencium Anakmu yang Baru Lahir, Karena Bisa Berakibat fatal Lho

"Bawa anak-anak ke dokter gigi secara teratur (mereka bisa pergi ke dokter gigi sejak enam bulan ketika gigi pertama tumbuh)," tambahnya lagi.

"Pada usia dua sampai tiga tahun mereka harus menghadiri dokter gigi setiap enam bulan untuk memeriksa rongga (dan memeriksa seberapa baik gigi mereka berkembang)," tutupnya.

Selain pendapat dari Dr. Marques, ada banyak bahaya jika kita mencium bayi terutama di bibirnya.

Nah, kali ini ada 4 bahaya lain bila mencium bayi yang belum tumbuh gigi sebagaimana dikutip dari alodokter.com

1. Virus Herpes Simpleks (HSV) Tipe 1


foto via sehatfresh.com

Biasanya seseorang mengalami herpes pertama kalinya pada masa kanak-kanak. HSV tipe 1 ini umumnya menular melalui kontak dengan kulit orang lain yang menderita penyakit tersebut, misalnya setelah dicium oleh kerabat yang sudah terkena herpes. 

Baca Juga :

Perlu diingat bahwa virus ini sangat menular, terutama melalui air ludah penderita herpes. Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk jangan membiarkan bayi sembarang dicium.

Apalagi, seseorang yang memiliki virus herpes bisa juga tidak memiliki luka khas herpes yang kasat mata.

Kemungkinan bayimu juga bisa mengalami herpes di dalam mulutnya, pada gusinya, di sisi dalam pipi, langit-langit mulut, atau di permukaan lidahnya.

2. Kissing Disease (Mononukleosis)


foto via resepsehatdaribunda.com

Infeksi mononukleosis atau disingkat ‘mono’ umumnya disebut kissing disease. Disebut demikian karena virus ditularkan melalui air liur, seperti ketika dicium, batuk atau bersin, maupun menggunakan peralatan makan atau minum yang sama dengan orang yang terinfeksi mono.

Baca Juga : Seakan Tak Mau Jauh dari ibunya, Potret Bayi Baru Lahir yang Peluk dan Cium Ibunya ini Bikin Haru

Namun, penyebaran virus mono ini tidak secepat penularan pilek. Kebanyakan jenis virus penyebab penyakit ini adalah virus Epstein-Barr.

Pada anak-anak, tanda dan gejala kissing disease sering kali tidak mudah dikenali karena cenderung menyerupai gejala-gejala infeksi pada umumnya. Gejalanya antara lain seperti:

  • Demam 
  • Sakit kepala 
  • Ruam kulit 
  • Radang tenggorokan 
  • Kelelahan 
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak 
  • Amandel membengkak

3. Sariawan oleh jamur kandida (thrush)


foto via jitunews.com

Walaupun jamur kandida yang dapat menyebabkan sariawan pada mulut tidak menyebar secepat flu atau pilek, namun tetap bisa menular pada beberapa kondisi. Misalnya, sariawan di mulut dapat menular melalui ciuman.

Namun, hal itu tergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Sebagai langkah pengamanan, lebih baik hindari bayimu dicium oleh seseorang yang sedang sariawan oleh karena terinfeksi jamur kandida. Selain itu, orang tua dan orang terdekat bayi perlu memelihara kebersihan mulut dan gigi, serta periksakan kesehatan mulut ke dokter gigi secara rutin.

Baca Juga : Pernah Bermimpi Menggendong Bayi? Bisa Jadi 7 Hal Baik ini yang Akan Anda Dapatkan

4. Meningitis Bakteri


foto via rspmibogor.or.id

Meningitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri atau disebut meningitis bakteri merupakan kondisi serius dan bisa mengakibatkan kematian setelah beberapa jam terinfeksi.

Sebagian besar orang dengan meningitis bakteri dapat pulih, namun berisiko meninggalkan kecacatan permanen, misalnya kehilangan fungsi pendengaran, ketidakmampuan belajar, maupun kerusakan otak.
Top