Tata Cara Sholat Subuh Lengkap Beserta Niat, Bacaan dan Gambar yang Mudah Dipraktekkan

Komentar

Foto via wajibbaca.com

Mari belajar membenarkan gerakan shalat subuh dan bacaan kita

Sholat subuh hanya terdiri dari 2 rakaat, sebagaian orang ada yang menyepelekan gerakan sholat entah itu benar atau tidak, mereka pikir yang penting sudah sholat entah itu diterima atau tidak urusan dengan Allah, tapi apa salahnya kita berusaha membenarkan gerakan sholat yang selama ini suka salah, agar ibadah tak sia-sia.

Shalat bukan hanya sekedar kewajiban, yang apabila tidak dilaksanakan akan berdosa dan masuk neraka, melainkan juga merupakan kebutuhan secara ruhani maupun jasmani.

“Shalat” merupakan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara “manusia” dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, hubungan yang sangat dibutuhkan oleh jiwanya.”

Baca juga : Allah SWT Sudah Mempersiapkan Anak di Surga Bagi Pasangan yang Mandul, Benarkah?

Berikut ini adalah Tutorial Cara melakukan Sholat :

Pastikan selama sholat pandangan mata menantap tempat Sujud, dan melakukan sholat secara urut sesuai dengan ajaran Nabi

Niat Sholat

Menurut jumhur ulama Imam Ahmad, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah adalah tidak ada lafadz khusus dalam niat sholat.

Niat berasal langsung dari hati, tanpa mengatakan pun sudah memiliki makna dikhususkan sesuai dengan hendak apa yang akan dilakukannya.

Tidak ada hadits mengatakan jika akan melaksanakan sholat harus membaca niat atau Tidak Ada Hadits tentang Lafadz Niat Sholat yang banyak digunakan sekarang ini. Dan lafadz Ushalli juga tidak ada dalam Hadits.



Berikut ini adalah Niat Sholat yang sering digunakan masyarakan khususnya Indonesia saat hendak melaksanakan Sholat :

Bacaan niat sholat subuh sendirian :



Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat menjadi imam di sholat subuh :



Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat menjadi makmum di sholat subuh :



Ushallii fardhash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.

Disini penulis hanya menyampaikan dari kedua pendapat yang berbeda, untuk bagaimana anda memutuskan akan membaca niat itu bisa ditanyakan langsung lebih lanjut kepada yang lebih ahli.

Baca juga : Dipikir Senang Buat Bercanda, ini Azab Pedih Pelaku Pembullyan di Akhirat Nanti

Rakaat 1

1. Takbiratul Ihram



Takbiratul IhramMelakukan takbiratul ihram, yaitu semua jari-jari dirapatkan dihadapkan kedepan dan mengangkat kedua tangan ujung jarinya sejajar dengan Pundak atau Telinga (Kuping) tetapi jangan terlalu dekat (Beri Jarak atau Dimajukan Sedikit) sampai ruas-ruas tulang tertarik , seraya mengucapkan “Allaahu Akbar”. Pandangan mata melihat kearah tempat sujud.



Menyedekapkan kedua tangan Saat SholatMenyedekapkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri seraya mengembangkan jari-jari tangan kanan dengan cara menggenggam tulang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan.

Setelah tangan berada pada posisi itu secara sempurna yaitu di Ulu Hati (Dada Awal), hendaklah dibaca Doa Iftitah berikut ini :

2. Doa Iftitah
Terdapat banyak hadits mengenai doa Iftitah. Untuk lebih jelas mengenai Doa Iftitah anda bisa langsung menyakan kepada ahli Fiqih agama dan yang sering digunakan masyarakan Indonesia adalah sebagai berikut:



Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya :

Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

3. Membaca Surat Al-Fatihah

Kemudian membaca surat al-Fatihah :



Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.

Artinya :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

4. Membaca Surat Atau Ayat-Ayat Dari Al-Qur’an

Kemudian membaca surat atau ayat-ayat tertentu dari al-Qur’an setelah selesai membaca surat al-Fatihah. Pada kali ini kami contohkan adalah surat al-Ikhlas.



Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Artinya :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

5. Ruku




Setelah selesai membaca Surat atau Ayat dalam Al-Quran Kemudian melakukan ruku’. Yakni dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”,

Tata Cara Ruku Dalam Sholat Yang Benar Lalu badan membungkuk, kedua tangan menggengam lutut, mata memandang tempat sujud, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:



Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih 3x

Artinya :

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

6. I’tidal




Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan :



Sami’allaahu liman hamidah

Artinya :

Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Saat i’tidal, Mata memandang tempat sujud dan membaca doa i’tidal



Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya :

“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

7. Sujud




Tata Cara Sujud Yang BenarKemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan sujud seraya membaca “Allahu Akbar” dengan kedua lutut terlebih dulu, yakni meletakkan Dahi dan Hidung, Kedua Telapak Tangan, kedua lutut dan Kedua Kaki menempel di lantai (Tempat Sholat), seraya membaca doa :



Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya :

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

8. Iftirasy (Duduk Diantara Dua Sujud)

Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan “Allaahu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.




Pada saat sudah duduk dengan sempurna [menduduki kaki kiri, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jarinya terletak di alas (lantai/tanah) menghadap kiblat]

Hendaklah dibaca doa berikut ini :



Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

9. Sujud



Tata Cara Sujud Yang BenarDari posisi duduk lalu kembali melakukan sujud yang kedua kali seraya mengucapkan “Allahuakbar”. yakni meletakkan Dahi, Hidung, Kedua Telapak Tangan dan Kedua Kaki menempel di lantai (Tempat Sholat), seraya membaca doa :


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya :

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

Dianjurkan untuk duduk terlebih dulu Iftirasy tenang [HR. Bukhari 798, Abu Dawud 844] dan boleh mengepalkan tangan atau membuka tangan dengan jari menghadap arah kiblat dan menekan lantai [HR. Bukhari]/ Dipaha[HR. Abu Dawud] untuk mendorong tubuh berdiri tegak seraya mengucapkan “Allahuakbar” (bangkit dari sujud).

Baca juga : "Pak Ustadz rezeki saya seret, apa karena orangtua saya ikut dalam tanggungan saya?"

Rakaat 2

Berdiri tegak, bersedakap dan Pandangan mata melihat kearah tempat sujud.



Menyedekapkan kedua tangan Saat Sholat Menyedekapkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri seraya mengembangkan jari-jari tangan kanan dengan cara menggenggam tulang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan.

10. Membaca Surat Al-Fatihah

Kemudian membaca surat al-Fatihah :



Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.

Artinya :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

11. Membaca Surat Atau Ayat-Ayat Dari Al-Qur’an

Kemudian membaca surat atau ayat-ayat tertentu dari al-Qur’an setelah selesai membaca surat al-Fatihah. Pada kali ini kami contohkan adalah surat al-Ikhlas.



Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Artinya :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

12. Ruku



Setelah selesai membaca Surat atau Ayat dalam Al-Quran Kemudian melakukan ruku’. Yakni dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”,


Tata Cara Ruku Dalam Sholat Yang BenarLalu badan membungkuk, kedua tangan menggengam lutut, mata memandang tempat sujud, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:





Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih 3x

Artinya :

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

13. I’tidal



Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan :



Sami’allaahu liman hamidah

Artinya :

Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Saat i’tidal, Mata memandang tempat sujud dan membaca doa i’tidal



Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya :

“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”


14. Qunut



Tata Cara Qunut Subuh Masih dalam keadaan berdiri i’tidal disunnahkan mengucapkan doa qunut sebagai berikut:



Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau karuniakan. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

Sholat Sunnah Rawatib


Yaitu sholat sunnah yang mengiringi (sesudah / sebelum) sholat fardhu.

Niat :
- Qobliyah duhur
Usholli sunnatad duhri rok’ataini kobliyatal lillahi ta’ala- Ba’diyah duhurUsholli sunnatad duhri rok’ataini ba’diyatal lillahi ta’ala- Qobliyah asharUsholli sunnatal ashri rok’ataini kobliyatal lillahi ta’ala- Qobliyah maghribUsholli sunnatal maghribi rok’ataini kobliyatal lillahi ta’ala- Ba’diyah maghribUsholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyatal lillahi ta’ala- Qobliyah isya’Usholli sunnatal isya’i rok’ataini kobliyatal lillahi ta’ala- Ba’diyah isya’Usholli sunnatal isya’i rok’ataini ba’diyatal lillahi ta’ala- Qobliyah subuh
Usholli sunnatas subhi rok’ataini kobliyatal lillahi ta’ala

Sekian tata cara sholat subuh, semoga bermanfaat dan bisa mengkhusyukkan sholat kita.
Top