Stop Berselfie di Rel Kereta, Bahaya Mengancam dalam Keasyikan

Komentar

Foto via kumparan.com

Jangan ditiru, bahayanya banyak, hukumnya ilegal

Kasus pelajar tersambar kereta api saat berselfie di rel kereta ternyata tak terjadi sekali saja

Bahkan sudah sering kali mendengar, yang baru-baru ini adalah saaih halilintar banyak umpatan yang harus ia trima pasalnya hanya untuk postingan instagram ia berselfi direl kereta api. 

PT KAI sudah memperingatkan, ini alasan mengapa berselfie di rek kereta Api Berbahaya

Berfoto selfie (swafoto) baik dilakukan sendiri atau beramai-ramai di tempat unik menjadi trend baru bagi masyarakat, bahkan kerap dilakukan tanpa mempedulikan keselamatan.

Bermaksud hendak swafoto bisa berakhir dengan tragis bila dilakukan di tempat yang berbahaya.

Seperti yang dilakukan Saaih Halilintar baru-baru ini yang menuai pro dan kontra dai netizen

Nama Muhammad Saaih Halilintar tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setelah pro kontra pembelian satu set buku dengan bonus voice call dan video call, kini foto dari remaja yang akrab disapa Saaih itu viral di media sosial.

Baca juga : 5 Negara ini Klaim Punya Bunker Anti Kiamat

Dalam foto tersebut, remaja berkepala pelontos itu tengah berpose tengkurap lengkap dengan kacamata hitam di tengah perlintasan rel kereta api. Diketahui, lokasi pemotretan tersebut berada di Stasiun Purwakarta.

Foto ini kemudian menuai banyak tanggapan dari netizen. Padahal, foto tersebut pertama kali diunggah di akun Instagram Saaih pada September 2017 lalu.

Beredarnya foto tersebut di media sosial juga ditanggapi oleh Manajer Humas Daop 2 PT KAI, Joni Martinus. Menurut Joni, Saaih tidak pernah berkoordinasi dengan pihak humas untuk melakukan kegiatan pemotretan di Stasiun Purwakarta.

"Menurut kami foto tersebut kemungkinan besar hasil editan. Jika nantinya terbukti bahwa foto tersebut asli dan ada indikasi kelalaian dari petugas di Stasiun Purwakarta, maka tentu akan kami berikan sanksi kepada petugas saat itu sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Joni kepada kumparan, Selasa (27/3).

Joni menuturkan, berdasar Undang-undang no. 23 tahun 2007 tentang perkeretapaian pasal 18, setiap orang dilarang menggunakan jalur KA untuk kepentingan selain untuk angkutan KA.

"Sehingga jika ada yang berfoto di areal emplacement stasiun tanpa izin dari humas dan berpotensi membahayakan diri yang bersangkuta serta perjalanan KA, tentu petugas di stasiun akan menegur," kata Joni.

Hingga Selasa (27/3), unggahan foto Saaih di rel kereta api dibanjiri oleh komentar netizen. Seperti akun @anjarwinoro yang berkomentar,"Menjadi contoh yang tidak baik. Tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh orangtuanya,".

Lalu akun akhmad_didan berkomentar,"@kai121_ @ditjenperkeretaapian @keretaapikita tolong dong ini ditindak tegas. Sudah tidak safety, merugikan orang juga,"

Saaih memiliki pengikut 767 ribu di Instagram pribadinya. Sementara di channel Youtube-nya, sudah mencapai 1,2 juta subscriber.

Inilah Alasan Mengapa Swafoto di Rel Kereta Api Berbahaya

Salah satu Lokasi yang cukup trend namun sangat mengancam jiwa itu berada di lokasi perlintasan rel kereta api.



Di kabupaten Klaten, Jawa tengah, kasus kecelakaan lantaran swafoto di perlintas kereta terjadi pada beberapa hari terakhir ini. Dua remaja laki-laki tewas di atas terowongan jembatan rel kereta api di Dukuh Taji, Desa Taji, Kecamatan Prambanan.

Ironisnya dari pengakuan aparat kepolisian, kedua laki-laki itu ditemukan tewas setelah melakukan swafoto di kawasan rel kereta api tersebut.

Baca juga : Koper Penumpang Lion Air Dibobol, Agar Tak Terjadi Pada Anda Lakukan Hal ini

Masyarakat perlu mengetahui bahaya berswafoto di rel kereta api, bahwa kandungan magnet yang ada pada perlintasan sebidang itu kerap kali membuat pendengaran seseorang terganggu. Sehingga si pelaku swafoto kerap tak menyadari bahwa ada kereta yang akan melintas.



“Di rel kereta api itu ada gumpalan magnet yang sangat besar. Terutama ketika kereta api yang melintas sudah semakin dekat. Maka akan sangat berbahaya jika kawasan itu digunakan untuk foto-foto,” ujar Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhytiawarman, seperti dikutip sorotklaten, Jumat (14/7).

Untuk diketahui, kedua remaja yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya itu ternyata keduanya masih sekolah dan berada di bangku kelas IX madrasah tsanawiyah bernama Muhamad Mundafir Al Afif (14) warga Dukuh Taji, Desa Taji, Kecamatan Prambanan dan Dhanu Agung Septian (15) warga Dukuh Kalibotak, Desa Randusari, Kecamatan Prambanan.

“Dari pengakuan masyarakat memang lokasi itu sering digunakan untuk berfoto-foto. Maka perlu dilakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Plt Kapolsek Prambanan, AKP Frans Minarso.

Menurut Eva, imbauan hingga peringatan sudah berulang kali disampaikan. Tujuannya tentu untuk keselamatan.

"Di setiap stasiun itu, kalau ada kereta datang, pasti ada suara peringatan untuk mohon berdiri di belakang batas aman. Itu pasti ada setiap stasiun suara peringatan itu," ucap Eva.

Eva juga mengatakan sosialisasi selalu dilakukan setiap bulan, bukan hanya di stasiun. Eva menyebut sosialisasi di jalur-jalur perumahan yang dekat dengan rel juga dilakukan.

Baca juga : Viral, Tangki 60 Lt Diisi 78 Lt, Ini Cara Cerdas Agar tak Dicurangi Saat isi BBM di SPBU

"Kita setiap bulan secara berkala melakukan sosialisasi ke jalur-jalur perumahan masyarakat yang berdekatan dengan rel, juga sekolah-sekolah. Ya tujuannya sosialisasi tadi. Selain (mengantisipasi) vandalisme, kita juga mensosialisasikan agar tidak beraktivitas di jalur rel," ujar Eva.

Peristiwa tragis tersambarnya dua pria itu terjadi pada Minggu (8/10) malam pukul 19.10 WIB. Lokasi kejadian ada di antara Tamankota-Pesing.

Identitas korban adalah Dedi Mulyadi, pria kelahiran Pemalang, 27 Mei 1993. Korban kedua adalah Burhanudin, pria kelahiran Pemalang, 15 Maret 1997.

Sebuah video yang memperlihatkan pria yang ingin berfoto di samping rel kereta api ramai dibagikan. Masalahnya adalah peristiwa mengerikan saat pria itu hendak berfoto. Bukan eksis yang yang didapat, pria itu malah tersambar kereta yang lewat dan terpental.

Eva pun turut mengimbau agar video itu tidak disebarkan lagi. Dia mengatakan kejadian itu menjadi contoh bahwa kegiatan seperti itu memiliki risiko tinggi.

"Kejadian itu contoh banget apa yang terjadi saat ini mereka itu nggak sadar foto, lama-lama akhirnya mendekat dan itu berbahaya. Masyarakat juga kita harap tidak memviralkan video itu karena kita pikirkan keluarganya, kasihan kan," kata Eva
Top