Satu Keluarga Keracunan Jamur, 1 Orang Meninggal, 3 Masih Dirawat di RSUD Kajen

Komentar

foto via facebook Yuni Rusmini

Jangan sembarangan memetik jamur di hutan, kebun, sawah atau di alam liar...

Kalau tak mau nyawa melayang hanya karena jamur yang anda makan...

Seperti jamur kidang ini.. Nampaknya biasa seperti jamur barat (nama di tempat mimin), tapi jamur ini sedikit agak merah....

Perhatikan ciri - cirinya, berikut cara mengenali jamur beracun dan tidak beracun..

Selasa (27/02/2018), satu keluarga warga Dukuh Gutomo, Desa Gutomo Kecamatan Karanganyar, kab pekalongan , jateng keracunan jamur jenis siung kidang.

Adapun atas kejadian itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia sedangkan tiga korban lainnya harus menjalani perawatan di RSUD Kajen

Korban meninggal dunia, Kuat (75) Petani, tiga korban yang selamat dan Opnam di RSUD Kajen, Daryani (45), Ponisa (41) dan M Ristan Alfaro (2) alamat Desa Gutomo, Kecamatan Karanganyar, kab pekalongan.

Sebagaimana dari postingan akun facebook Yuni Rusmini, awal mulanya satu keluarga keracunan jamur bermula Selasa (27/2) sekira pukul 06.00 mereka memakan jamur hasil petikan, Samardi (35) yang berada di Hutan.

Samardi mendapatijamur ketika mencari rumput ditangeh hutan. Kemudian jamur tersebut sebelumnya sudah dimasak oleh Ponisa.

Baca Juga : 5 Kasus Keracunan Paling Parah Yang Tewaskan Ribuan Orang di Dunia

Usai makan, korban ( bpk kuat) pergi ke hutan untuk mencari rumput sekira pukul 10.00 wib, namun bpk Kuat ditemukan oleh Samardi dan Rasmah dalam keadaan tergeletak dan kejang-kejang.

Dengan kejadian itu, korban kemudian dibawa kerumah dan secara bersama.

Namun ketika berada di rumah mendapati tiga anggota keluarga lainnya merasa pusing hingga akhirnya bersama-sama mereka dibawa ke RSUD Kajen.

Sekira Pukul. 11.00 wib bpk Kuat meninggal dunia, dan dari hasil keterangan medis menurut Dokter jaga korban meninggal karena keracunan Jamur. Supaya kondisi ketiga korban lainnya yang dalam satu rumah membaik, untuk sementara kini masih menjalani perawatan di RSUD Kajen.

Setelah menjalani perawatan ketiga korban kini keadaan mulai membaik.

Dari data yang di peroleh bahwa keracunan jamur yang terjadi pada beberapa warga desa Gutomo mengakibatkan Satu korban meninggal dunia, sedangkan tiga anggota keluarga kini masih di rawat di RSUD Kajen.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar menyatakan korban dimakamkan di Desa Gutomo, Karanganyar.

Baca Juga : 4.100 Orang di Daerah Barcelona Keracunan Air Minum Kemasan

“Adapun sempel Jamur telah diamankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dan kasus ini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian,” terangnya.






Mengenali Jenis Jamur Beracun dan Tidak Beracun

Suka banget makan yang namanya jamur? Suka berburu jamur di kebun atau di pekarangan sekitar rumah? Kita musti kenal jamur-jamur yang beracun ataupun jamur yang layak konsumsi. Jangan sampe niatnya mau makan lezat malah jadi petaka, haha.

Apakah bentuk, warna, atau tempat tumbuhnya dapat dijadikan acuan untuk menentukan suatu jenis jamur beracun atau tidak? Jawabnya, ya. Meski harus diakui, sampai saat ini, melihat dari sisi penampilan saja belum cukup, apalagi jika dijadikan acuan untuk membedakan tingkat keamanan sebuah jamur. Cara ini juga tidak dapat menjadi pedoman yang harus dipercaya 100%. Ketika kita menemukan jamur jenis baru di pekarangan atau saat berkemah di tengah hutan, misalnya.

Namun setidaknya, masih ada filter yang dapat mencegah masuknya racun jamur ke dalam perut. Dari beberapa panduan sederhana yang biasa digunakan oleh para penjelajah hutan, misalnya, atau adopsi dari mata ajaran survival para calon prajurit pasukan elite di luar maupun dalam negeri, terungkap adanya beberapa pedoman yang dapat dijadikan bekal dalam menghadapi racun jamur.

Pelajaran itu memberikan pengetahuan bahwa jenis jamur beracun pada umumnya memiliki warna cukup mencolok mata. Misalnya, merah darah, hitam, cokelat, hijau tua, biru tua, dan sejenisnya. Sebaliknya, menurut pelajaran ini, jamur-jamur berwarna terang tergolong ke dalam kelompok yang dapat dimakan.

Namun, teori warna ini juga ada pengecualiannya. Sepanjang pengetahuan para ahli, jamur Shiitake ternyata tidak mengandung racun, padahal ia berwarna cokelat. Begitu juga dengan sejumlah jamur berkulit terang, di kemudian hari ternyata diketahui mengandung racun. Jamur beracun biasanya juga memiliki ciri lain, yaitu berbau busuk akibat senyawa sulfida di dalamnya. Jamur beracun juga mengandung senyawa sianida yang membuat berbagai serangga atau binatang kecil lainnya juga enggan untuk hinggap atau berada di jamur itu. Jadi untuk mudahnya, bila lalat dan serangga lainnya saja menjauh, masak kita mau mendekat, bahkan mengolahnya menjadi santapan kita?

Ciri lainnya, jika jamur beracun dikerat, kemudian dilekatkan dengan benda yang terbuat dari perak asli (pisau, sendok, garpu, atau cincin), pada permukaan benda-benda itu akan muncul warna hitam (karena sulfida) atau kebiruan (karena sianida). Cara ini cukup efektif jika kita cuma punya sedikit waktu untuk menentukan suatu jamur beracun atau tidak saat sedang berkemah atau mendaki gunung, misalnya. Namun, bila mempunyai waktu yang panjang dan mau sedikit repot, tips turun-temurun dari sejumlah desa di Nusantara ini layak dicoba. Untuk memastikan ada tidaknya racun, kita masak atau pepes saja jamur yang dicurigai bersama nasi putih. Jika warna nasi berubah menjadi cokelat, kuning, merah, atau hitam, besar kemungkinannya jamur itu beracun.

Keruan, bukan cuma jamurnya yang harus dihindari, nasinya pun tak boleh disantap lagi.

Selain mengenali jamur beracun atau tidak dari warnanya, berikut beberapa ciri umum yang membedakan jamur beracun dan tidak beracun:

•Jamur beracun biasanya mempunyai cincin atau cawan. Tetapi khusus untuk beberapa jamur itu tak berlaku, seperti pada jamur merang yang memiliki cawan dan campignon yang bercincin.
•Bau jamur yang beracun selalu menusuk. Bisa seperti bau telur busuk atau seperti bau amoniak.
•Jamur beracun biasanya tumbuh di tempat yang kotor.
•Jamur beracun akan cepat menimbulkan karat pada pisau yang dipakai mengeratnya. Namun, jika pisau yang dipakai terbuat dari perak, warna hitam atau biru tua akan segera muncul.
•Jamur beracun berubah warna dengan cepat pada waktu pemanasan dan pemasakan.

Gejala Keracunan
Ketika seseorang mengalami keracunan jamur banyak vareasi gejala yang mungkin dialaminya. Gejala-gejala itu dapat berupa:
•Sakit pada bagian perut
•Wajah pucat
•Berkeringat dingin
•Mual, bahkan muntah
•Tubuh lemas terkadang disertai kejang-kejang
•Bibir kering
•Mata berkunang-kunang
•Pingsan, bahkan
•Meninggal dunia

Penanganan
Penanganan atau pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada kejadian keracunan jamur yaitu:
•Jangan banyak bergerak
•Minum air putih sebanyak-banyaknya untuk mencegah dehidrasi
•Bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat

Alhamdulillah selama ini sih belum pernah yang namanya keracunan jamur. Jamur yang biasa aku temuin sendiri itu jamur barat, jamur trucuk dan jamur so. Kebetulan udah tau banget ciri-ciri ketiga jamur tersebut. Atau kalau ragu biasanya juga nanya dulu ke Ibu, ini boleh dimakan apa enggak. Nah, semoga nambah wawasan kita ya info diatas.

Top