Satu Hal Baik yang Bisa Kita Contoh dari Chef Harada Sebelum ia Meninggal Dunia

Komentar

Foto via kumparan.com

Ada yang bisa kita contoh hal baik semasa hidup Chef Harada

Chef Harada terkenal dengan kelucuannya saat membawakan program acara tv memasak, ia terkenal dengan aksi-aksi yang lucu dan masakannya pun enak, dalam semasa hidupnya ternyata chef Harada banyak melakukan hal baik salah satunya yang harus kita contoh.

Hiromitsu Harada atau Chef Harada meninggal dunia pada Senin (19/3), sekitar pukul 02.15 dini hari. Kabar tersebut dibagikan oleh anak Chef Harada, Ayumi Harada, melalui akun Instagramnya @ayummyy426.

Baca juga : Tiap Tahun Tewaskan Ratusan Ribu Nyawa, Penyakit ini Juga yang Sebabkan Chef Harada Meninggal

"Dear Papa. Ayumi melihat perjuangan Papa dari awal. Semakin hari Ayumi melihat kemajuan dan semangat Papa, semakin Ayumi cinta kepada Papa. Papa bener-bener hebat. Tiada yang akan bisa ganti posisimu di hariku Pa," tulis Ayumi di akun Instagramnya.



Selama hidupnya, koki asal Jepang ini dikenal sebagai pribadi yang humoris. Namanya mulai dikenal saat mengisi sejumlah program masak di televisi dengan menyajikan beragam menu dan resep masakan Jepang.

Salah satu hal yang bisa kita contoh adalah Chef Harada adalah seorang mualaf, ia juga sering mendatangi dalam acara ceramah terlihat dari foto-foto yang saat itu berada di acara islam itu indah.

Mualaf sejak tahun 1980-an

A post shared by Ayumi Harada (@ayummyy426) on
Chef Harada. (Foto: Instagram/@chef_harada)

Ayumi, putri Chef Harada mengatakan bahwa ayahnya sudah menjadi mualaf sejak sebelum menikahi ibunya, Dewi Suciati.

“Udah sebelum menikah sama mamah,” ujar Ayumi saat ditemui di rumah duka di Villa Mutiara Cinere, Depok, Jawa Barat.

Bahkan kini, nama Chef Harada juga telah berganti menjadi Muhammad Hiromitsu Harada sejak tahun 1989.

Sebelumnya,  Chef Harada pertama kali mengunjungi Indonesia pada tahun 1987 silam.

Lalu, Chef Harada menetap di Jakarta dan bekerja sebagai kepala koki di sebuah restoran di ibu kota.

Kemudian, tahun 1989 ia menikah denngan Dewi Suciyati dan resmi menjadi mualaf.

Mualaf adalah orang-orang yang sebelumnya termasuk non muslim (kafir) yang kemudian berkeinginan dan masuk ke dalam golongan orang-orang yang beragama islam. Singkatnya, banyak Kisah Mualaf yang berhijrah dari memeluk agama lain menjadi memeluk

3 Keutamaan Bagi Seorang Mualaf

Dan ternyata hal ini telah dinyatakan Allah SWT dalam surah An-Nashr ayat 1-2. Dimana Ketika telah datang pertolongan Allah Swt dan kemenangan, maka akan banyak manusia yang masuk Islam dengan berbondong-bondong.

Disamping itu ternyata terdapat 3 keutamaan yang diberikan Allah SWT bagi mereka yang masuk Islam.

Dimana keutamaan ini adalah hal yang sangat Istimewa serta khusus. Karena tidak diberikan kepada mereka yang sedari awal telah beragama Islam.

Sehingga sungguh sangat beruntunglah mereka yang memilih masuk Islam. Penasaran ? Berikut ulasannya.

Baca juga : Meski Dipenjara, Zaini Masih Bisa Hasilkan Rp 18 Juta, Anda yang Bebas Bisa Lebih Jika Bisa Seperti ini

1. Semua dosanya yang telah lalu akan diampuni

Islam adalah agama yang sangat Indah, yang memberikan karunia yang sangat besar bagi mereka yang masuk Islam dengan hidayah dari Allah SWT.

Dan diantara rahmat Allah SWT yang sangat luas ialah tawaran-Nya kepada orang-orang non-muslim, jika mereka bertaubat serta masuk islam maka dosa mereka yang telah lalu diampuni oleh Allah Ta’ala.

Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Anfaal ayat 38 bahwa,

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.“

Selain itu Rasulullah SAW juga bersabda bahwa,

“Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya” (H.R. Nasai, no. 4998, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 247).

Disamping itu Rasulullah SAW berkata kepada sahabat ‘Amru bin Al-‘Aash yang saat itu hendak masuk Islam bahwa,

“Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijroh menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya” (H.R. Muslim, no. 121).

2. Setiap kebaikan yang dilakukannya dibalas Allah SWT 10 hingga 700 kali lipat

Selain akan diampuni segala dosa-dosanya di masa lalu, ternyata setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang yang masuk Islam akan dibalas Allah SWT 10 hingga 100 kali lipat. Namun dalam hal ini diberlakukan sebuah syarat yaitu “Islamnya” harus baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa,

“Apabila seseorang masuk Islam kemudian Islamnya menjadi baik, niscaya Allah akan menghapus segala kejahatan yang telah dilakukan. Setelah itu, ia akan diberi balasan yaitu setiap kebaikannya akan dibalas Allah sepuluh sampai tujuh ratus kali. Sedangkan kejahatannya dibalas (hanya) setimpal kejahatannya itu, kecuali jika Allah memaafkannya.” (HR Bukhary 1/72)

3. Terselamatkan dari siksa neraka

Seorang yang meninggalkan agamanya terdahulu dan setelah itu masuk Islam dengan sebaik-baiknya, maka berarti ia telah terselamatkan dari siksa neraka.

Sebagaimana diceritakan dari Anas bin Malik Ra bahwa saat itu ada seorang anak kecil Yahudi yang mengabdi kepada Nabi Muhammad SAW, dimana saat itu ia sakit dan Rasulullah SAW menjenguknya.

Saat duduk di dekat kepala anak kecil itu belaiu mengatakan, “Masuklah Islam.” Dan anak kecil itu melihat kearah ayahnya yang saat itu berada disisinya. Lalu ayahnya berkata, “Taatilah Abal-Qosim (Rasulullah SAW).

Dan akhirnya anak Yahudi itu masuk Islam. Lalu Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak tersebut dari siksa neraka.” (HR. Bukhari no. 1356)

Beberapa dalil telah menjelaskan tentang keutamaan menjadi mualah. Seperti :

Al-Qur’an Surat Al-Anfaal ayat 38 :

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

Artinya “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.”

Hadist Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Nasai :

إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

Artinya “Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya.”

Baca juga : Berdoa dengan Mengangkat Tangan Lalu Mengusapkan Kewajah, Ternyata Tak Ada Anjuran

Hadist Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Muslim :

أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

Artinya “Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijroh menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya.”

Hadist Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Bukhari :

إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنْهُ كُلَّ سَيِّئَةٍ كَانَ زَلَفَهَا

وَكَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ

ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهَا

Artinya “Apabila seseorang masuk Islam kemudian Islamnya menjadi baik, niscaya Allah akan menghapus segala kejahatan yang telah dilakukan. Setelah itu, ia akan diberi balasan yaitu setiap kebaikannya akan dibalas Allah sepuluh sampai tujuh ratus kali. Sedangkan kejahatannya dibalas (hanya) setimpal kejahatannya itu, kecuali jika Allah memaafkannya.”

Dari beberapa hadist di atas bisa disimpulkan bahwasannya menjadi seorang mualaf akan membawa keutamaan / keuntungan yang sangat besar bagi seseorang, diantaranya :

Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu

Allah akan mencatat semua kebaikan yang telah dilakukan dan akan membalas kebaikan-kebaikan tersebut dengan pahala sebanyak 10 kali lipat hingga 700 kali lipat, sedangkan untuk satu kejahatan yang pernah ia lakukan akan mendapat balasan dengan balasan yang setimpal kecuali jika Allah telah memaafkannya.

Itulah 3 keutamaan apabila menjadi seorang mualaf, selain mendapatkan hidayah dari Allah SWT, ternyata mereka juga mendapatkan keistimewaan yang sangat luar biasa.

Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang memilih Islam sebagai agamanya. Terlebih lagi bila ia menjalankan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat.
Top