Ojek Termahal di Indonesia yang Sekali Jalan Tarifnya 700 Ribu

Komentar

foto via Suara Pembaharuan

Ojek sekali jalan Rp 700 ribu, ehm seperti apa nyamannya,,,? Apa nggak mending pakai mobil...?

Gitu juga banyak penumpangnya...

Pernah nggak sih kamu naik ojek? Kalau pun nggak pernah, pasti pernah liat dong orang-orang di sekitarmu naik transportasi roda dua ini.

Ojek juga nggak asing sebab armada transportasi ini banyak di sekitar kita baik yang online maupun offline.

Orang-orang pun senang memakai transportasi ini sebab ampuh saat menghadapi macet dan juga tarifnya yang murah.

Tapi baru-baru ini beredar video tentang ojek yang tarifnya bikin kantong jebol.

Bayangkan saja, hanya untuk sekali jalan, tarif ojek ini adalah Rp 700.000. Gila bukan?

Nah, daripada anda penasaran ada dimana sih itu simak ulasannya berikut sebagaimana dikutip boombastis.com

Tarif ojek termahal di Indonesia ada di Kecamatan Seko, Sulawesi Selatan



Video ojek termahal yang beredar luas membuat masyarakat geleng-geleng kepala. Bukan hanya tarifnya yang mahal, tapi medan yang ditempuh sangatlah tidak memungkinkan untuk dilalui transportasi apapun.

Baca Juga : 6 Potret Ekstrem Para Diver Ojol yang Order Barang Absurd, Hingga Seperti Mau Perang

Jalanan becek, berlumpur dan berliku itu ada di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Banyak yang tidak menyangka jika di negara kita masih ada jalan seperti itu. Dan mungkin, masih banyak juga jalur-jalur lain yang sama parahnya atau lebih miris ketimbang yang ada di Kecamatan Seko.

Tarif Rp 700 ribu tak sebanding dengan pertaruhan nyawa para pengemudi ojek


foto via boombastis.com

Masyarakat yang tidak tahu, menganggap tarif Rp 700 ribu untuk ojek sangatlah mahal. Padahal, pengemudi atau supir ojek harus menempuh perjalanan panjang mendaki gunung, melewati beberapa anak sungai, hingga melaju di kubangan lumpur.

Tak hanya itu, para sopir yang menemani penumpang ini harus juga menempuh perjalanan dua hari hingga harus menginap di tengah jalan.

Baca Juga : Koper Penumpang Lion Air Dibobol, Agar Tak Terjadi Pada Anda Lakukan Hal ini

Motor yang digunakan pun bukan sembarangan namun dimodifikasi menjadi trail agar mampu melalui jalan berkubang lumpur. Beban yang dibawa pun umumnya berat meliputi sembilan bahan pokok masyarakat seperti beras, gula, dan lainnya. Kondisi ini tak jarang membuat para pengemudi jatuh kelimpungan ke dalam lumpur.

Fasilitas transportasi yang disediakan pemerintah belum memenuhi kebutuhan warga


foto via boombastis.com

Selain ojek, di Kecamatan Seko yang terdiri dari 12 desa itu terdapat transportasi lain yang disediakan pemerintah yaitu bandara perintis. Bandara ini memiliki jadwal penerbangan dua kali seminggu yang tidak berlangsung normal.

Pesawat yang terbang pun adalah jenis Casa yang hanya mampu mengangkut maksimal 24 orang.
Tiket pun harus dipesan jauh-jauh hari dengan harga Rp 180 ribu rute Masamba-Seko. Karena hal ini, masyarakat khususnya yang memiliki kebutuhan mendesak lebih memilih untuk menaiki ojek mesti dengan tarif yang mahal.

Baca Juga : Jalan di Singapura yang Tidak Macet Saja Peredaran Mobil Baru Ditutup, Indonesia Kapan?

Pemerintah yang belum juga memberikan memperhatian


foto via boombastis.com

Bisa melihat sendiri kondisi jalan di Kecamatan Seko yang  sangat berlumpur dan tidak layak untuk dilewati. Menurut warga sekitar, jalanan ini sudah lama tidak diperbaiki pemerintah.

Karena itu, mereka berharap pemerintah segera mengulurkan tangan untuk memperbaiki fasilitas jalanan yang berada di daerah terpencil ini. Sebab semakin lama, kondisi jalanan ini sangat menghawatirkan.

Begitu lah fakta di balik ojek termahal yang ada di tanah air kita. Meski dibayar mahal, mimin yakin kamu nggak bakal mau jadi ojek di sana kan?

Miris memang ya, di saat di sekitar kita transportasi sangat banyak hingga harus berebut penumpang, ternyata di pinggiran Indonesia jalanan saja berlumpur dan tidak rata.

Karena itu kita harus bersyukur ya guys. Dan semoga, pemerintah juga bisa membuka mata dengan tayangan video ini. Karena meskipun jauh di sana, mereka tetaplah saudara kita. Satu bangsa, satu Indonesia.
Top