Mencium 1 Istri dapat Beribu Pahala, Kalau Mencium 4 Istri Berjuta Pahala atau Berjuta Hutangnya?

Komentar

Foto diolah via wajibbaca.com dari berbagai sumber

4 istri pahalanya banyak tapi numpuk utang????

Harusnya gitu... kalau belanja istri ke empat 100 juta, istri ketiga 300 juta, istri kedua 400juta, istri pertama harusnya 500juta...

Setuju nggak Bunda...?

Punya istri 1 setiap berangkat kerja dicium, diusap tangannya dapat pagala besar, dihilangkan dosanya, kalau nikah lagi punya 4 istri bisa dibayangkan berapa banyak pahala yang didapatkan? Tapi wahai para suami ketahui hal ini intropeksi diri dulu, apakah dapat pahala besar atau malah menumpuk utang yang besar?

Benarkah ketika suami memandang istri dan istri memandang suami maka Allah akan melimpahkan rahmat untuk mereka berdua. Dan ketika mereka berpegangan tangan maka dosa-dosanya berguguran.??

Baca juga : Anak Mengalami Masalah dalam Rumah Tangganya, Ingat Hanya Segini Batasan Otangtua Mencampurinya

Seorang Ustadz sedang memberikan Kultum dalam kuliah subuh.

Sang ustadz mengangkat topik tentang bagaimana besarnya Pahala seorang Suami terhadap Istri..

Ustadz : "Suami yang menyentuh tangan istri akan mendapatkan 1 pahala, dihapus 1 dosa dan diangkat derajatnya 1 tingkat" 

Jamaah : (hening).... 

Ustadz : "Suami yang mencium istri akan mendapatkan 10 pahala, dihapus 10 dosa dan diangkat derajatnya 10 tingkat.. coba bapak-bapak bayangkan dan resapi dalam hati..." 

Jamaah : (hening) 

Ustadz : "Suami yang memeluk istri akan mendapatkan 100 pahala, dihapus 100 dosa dan diangkat derajatnya 100 tingkat.., luar biasa bapak-bapak.." 

Jamaah : (mulai terdengar bisik-bisik) 

Ustadz : "Buu.. ibuuu... itu baru SATU ISTRI... !!! Bayangkan kalo EMPAT ISTRI.. !!! Ambil kalkulator deh, silahkan dihitung!!" 

Jamaah : (ribut) %&%@%)*(*# Ustadz kena lemparan sandal yang arahnya dari pojok belakang barisan jamaah ibu-ibu...)

FADHILAT MENCIUM DAN MENYENTUH ISTERI.

*PERHATIAN UNTUK SUAMI*

1. Menyentuh tangan isteri mendapat
- 1 pahala, 
- dihapus 1 dosa 
- dan diangkat derajatnya 1 tingkat.

2. Mencium isteri mendapat
- 10 pahala, 
- dihapus 10 dosa 
- dan diangkat derajatnya 10 tingkat.

3. Memeluk isteri mendapat 
- 100 pahala, 
- dihapus 100 dosa 
- dan diangkat derajatnya 100 tingkat.

Baca juga : ASI ibu ini Melimpah, Hingga Dijadikan Bisnis Jual ASI yang Menguntungkan pada Para Pria

Pertanyaan : 

Betul apa tidak yg ditulis di atas?

Berarti Kalau Banyak Istri Dosanya Hilang Semua, Atau Malah Utangnya Numpuk?

Jawaban:

Assalamualaikum.

Kesemua yang disebut di atas tiada asalnya. Benar, bermesra dengan pasangan adalah perkara baik yang mendatangkan pahala, akan tetapi mencipta-cipta fadhilat pahala adalah berdosa.

Terdapat hadis yang menyatakan,

إن الرجل إذا نظر إلى امرأته ونظرت إليه نظر الله إليهما نظرة رحمة فإذا أخذ بكفها تساقطت ذنوبهما من خلال أصابعهما

Apabila seorang suami memandang istrinya dan istrinya memandang suaminya maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan rahmat (kasih sayang). Dan jika suami memegang tangan istrinya maka dosa keduanya akan berguguran dari celah jari-jarinya.

Status Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh ar-Rafi’i dalam kitab Tarikhnya (2/47), dari jalur Masirah bin Ali dalam bukunya yang menyebutkan daftar gurunya. Sanad yang dibawakan Masirah:

Dari Husain bin Muadz al-Khurasani, dari Ismail bin Yahya at-Tamimi, dari Mis’ar bin Kidam, dari al-Aufi, dari Abu Said al-Khudri, secara marfu’.

Dalam silsilah ad-Dhaifah dinyatakan,

وهذا موضوع ؛ آفته التيمي هذا ؛ كان يضع الأحاديث وله أباطيل وبلايا تقدم بعضها والحسين بن معاذ قريب منه ؛ قال الخطيب :
“ليس بثقة ، حديثه موضوع” .

Hadis ini palsu. Cacatnya adalah Ismail bin Yahya at-Tamimi. Dia suka memalsukan banyak hadis, dan suka menyebarkan kebatilan dan keanehan. Sementara Husain bin Muadz, tidak jauh darinya. Kata al-Khatib tentang Husain bin Muadz: “Bukan perawi terpercaya, hadisnya palsu.” (Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah, 7/275)

Kesimpulannnya, hadis ini adalah hadis yang palsu, sehingga tidak boleh kita dinyatakan sebagai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sementara masalah pahala dan dosa tidak ada yang tahu kecuali Allah, maka janji penghapusan dosa dalam hadis di atas, tidak bisa kita pastikan kebenarannya.

Jikalau sudah beristri 4 pahalanya jadi buanyak, beribu dosanya dihilangkan, mencium 1 istri dapat pahala 1, dosa dihilangkan 1. Jika 4 istri pahala jadi 4, dosa dihilangkan 4.

Dan karena istri banyak salah satu tidak bisa adil dan ada yang sering mengeluh, tak ridho pahala yang semula 1 dikalikan 4 jadi hasilnya 4. Kemudian karena itu semua jadi 1 dikalikan 0 hasilnya 0 pahala.

Apalagi jika dihitung dari menafkahi semua istri, dan ingat harus ADIL. 

Jika istri 1 minta seminggu 1 juta, ya ke 4 istri harus dijatah nafkah 1 juta juga jadi 4 istri 4 juta, jika sebulan 16 jt, nah loh kuat apa enggak? 

Kalau sudah begini bukannya pahala melimpah yang didapat, melainkan utang yang menumpuk semakin menumpuk.

Dan juga ada sedikit saja rasa tidak ridho istri, gugur semua pahala, malah menjadi dosa.

Baca juga : Cara Meruqyah dan Ikhtiar untuk Melembutkan Hati Anak yang Keras Agar Jadi Baik

Motivasi Kerukunan dalam Rumah Tangga

Islam sangat memotivasi untuk membangun kerukunan dalam rumah tangga.

Di sana terdapat banyak dalil dari al-Quran maupun sunah, yang mengajak masyarakat untuk membangun kerukunan dalam rumah tangga mereka.

Sehingga semua sikap baik yang diberikan oleh suami kepada istrinya, dan layanan yang dilakukan istri kepada suaminya, akan bernilai pahala, jika diniatkan dalam rangka mengamalkan perintah Allah.

Sehingga kita tidak butuh hadis dhaif, apalagi palsu untuk membangun motivasi itu.

Dalam al-Quran, Allah mengajarkan kepada suami untuk bersikap sebaik munkin terhadap istrinya.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Pergaulilah mereka (istrimu) dengan cara sepatutnya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa: 19).

Dengan semagat yang sama, islam juga memotivasi istri untuk taat kepada suami. Menjaga kehormatan dan semua rahasia rumah tangga suaminya.

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Sebab itu, wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi menjaga diri ketika suaminya tidak ada, sesuai yang Allah perintahkan untuk mereka jaga. (QS. an-Nisa’: 34)

Demikian pula, mereka dimotivasi untuk menciptakan suasana saling mencintai. Seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para istrinya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,

قَلَّ يَوْمٌ – إِلاَّ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَدْخُلُ عَلَى نِسَائِهِ فَيَدْنُو مِنْ كُلِّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ فِى مَجْلِسِهِ فَيُقَبِّلُ وَيَمَسُّ مِنْ غَيْرِ مَسِيسٍ وَلاَ مُبَاشَرَةٍ. قَالَتْ ثُمَّ يَبِيتُ عِنْدَ الَّتِى هُوَ يَوْمُهَا

“Jarang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan rutinitas menemui istri-istrinya, lalu mendekat ke mereka, mencium mereka, membelai mereka tanpa hubungan badan dan bercumbu. Kemudian beliau tidur di rumah istri yang menjadi gilirannya. (HR. Daruquthni 3781).

Dengan hanya mencukupkan diri pada yang halal, semoga bisa meredam nafsv sehingga tidak menginginkan yang haram.

5 Syarat Poligami Dalam Islam dan Dalilnya

Jumlah istri maksimal 4 orang

Banyak pria yang menjadikan dalil poligami agar ia bisa menikah lagi dan lagi tanpa mengenal batasan.

Bahkan tak sedikit pria-pria yang menikahi wanita hingga 5 sampai 10 kali hanya sebagai pemuas nafsv belaka.

Hal ini tentu tidak benar. Berdasarkan syariat agama, poligami hanya boleh dilakukan sebanyak 4 kali, tidak lebih dari itu. Pendapat ini didasari oleh firman Allah SWT:

“Maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu ber-kenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat.” (QS an-Nisaa’: 3)

Mampu berlaku adil terhadap semua istri

“Kemudian jika kamu bimbang tidak dapat berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu), maka (kahwinlah dengan) seorang sahaja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kaumiliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman.(QS an-Nisaa’:3)

Syarat poligami menurut islam yang selanjutnya yakni suami harus bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya.

Adil disini meliputi banyak hal, termasuk dalam nafkah lahir dan batin. Apabila suami membelikan istri pertama rumah, maka istri kedua juga harus dibelikan rumah. Dalam memberikan rasa kasih sayang (termasuk kebutuhan seksual) kadarnya harus sama.

Tidak melupakan ibadah kepada Allah SWT

Terkadang ketika seorang pria memiliki banyak istri dan keturunan, mereka lantas melupakan ibadahnya. Mereka terlalu sibuk bekerja menafkahi keluarga.

Terlalu sibuk bersenang-senang dengan istri dan anak-anaknya, kemudian saling berbangga diri hingga melalaikan Allah Ta’ala.

Seolah-seolah mereka hidup di dunia selamanya. Berhati-hatilah. Jangan sampai kenikmatan dunia melupakanmu dari akhirat. Allah subhanahu wa taala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Dilarang berpoligami dengan dua wanita yang bersaudara

Dalam melakukan poligami, sebaiknya pilihlah istri-istri dari keturunan yang berbeda-beda. Pernikahan yang dilakukan terhadap dua wanita yang masih memiliki hubungan darah erat (misalnya saudara atau bibi) tidak diperbolehkan dalam islam. Allah subhanahu wa taala berfirman:

“(Diharamkan atas kamu) menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisaa’:23)

Mampu menjaga kehormatan istri-istrinya

Seorang suami memiliki kewajiban membimbing dan mendidik istrinya untuk hidup di jalan yang lurus sesuai syariat agama.

Sebab suami adalah pemimpin keluarga. Apabila ia membiarkan istrinya bersikap bebas dan bermaksiat, maka suami pun juga ikut berdosa.

Tak peduli seberapa banyak istrinya, entah itu satu, dua, tiga atau empat, semuanya harus bisa dididik secara benar. Sebagaimana firman Allah Allah subhanahu wa taala dalam Al-Quran:

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (At-Tahrim: 6)

“Perintahakanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam menegakkannya.” (AQ. Thaha: 132).

Wallahu a’lam Bishawab
Top