Mau Berbuat Tapi Tak Bertanggung Jawab, Ibu ini Tak Tau Azab Perih Menanti

Komentar

Foto via wajibbaca.com

Miris dari setiap kejadian yang sama, alasannya cuma 1: mau enak sebelum nikah...

"Lalu karena malu menanggung aib, bayi yang dilahirkan hasil dari kumpul kebo dibuang". Jika tak mau menanggung aib kenapa harus berbuat?

Jika berani berbuat ya harus mau menanggung segalanya. Dari 1 dosa akan menambah hingga beribu-ribu dosa karena seterusnya pasti akan menutupi kesalahan, apa yang ada dipikiran anak muda saat ini?

Banyak orangtua yang sangat ingin memiliki anak bahkan selalu berusaha agar keinginannya terwujud.

Ada yang menjaga asupan makanan dan ada juga yang rela merogoh kocek dalam demi mendapatkan Si Kecil.

Namun mirisnya, masih ada orangtua tak bertanggung jawab membuang bayinya bahkan di tempat-tempat yang tidak layak.

Baca juga : "Pak Ustadz rezeki saya seret, apa karena orangtua saya ikut dalam tanggungan saya?"

Kejadian miris ini kembali terjadi di Jawa Timur.

Warga Desa Warakulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan bayi di gubangan air dan tumpukan sampah rumah tangga, Selasa (20/3/2018).

Beruntungnya, bayi yang terbungkus ini tidak sampai tenggelam dan tetap bertahan di permukaan air karena tertahan tumpukan sampah.

Nyawa bayi ini pun selamat.



Petugas dari polsek pucuk, Aiptu Ahmad tak kesulitan mengevakuasi bayi ke daratan

Saat dievakuasi, tubuh bayi ini penuh dengan air selada.

Lalu, bayi dibawa ke Klinik Asyifa' Pucuk, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soegiri untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bayi ini pertama ditemukan oleh Kasriatun, yang juga tetangga rumah ibu bayi.

"Saya pertama melihat boneka terapung," ungkap Kasriatun dilansir ari Tribunnews Surabaya.

Pria ini penasaran dan mencoba memastikan lebih dekat.

Saat melihat lebih dekat, ia terkejut ternyata bukanlah boneka melainkan seorang bayi.

Akhirnya ia memberitahu pada warga lain dan polisi Polsek Pucuk.

Setelah diselidiki oleh polisi, tersangka mengarah pada seorang perempuan berusia 22 tahun bernama Lusiana Stesia.



Benar saja, saat ditelusuri polisi menemukan bercak-bercak darah di rumah tersangka.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu diakui anak Lusiana yang dilahirkan Selasa (20/3) pagi tadi.

Ia mengaku malu menanggung aib, karena bayi yang dilahirkannya itu hasil hubungan terlarang dengan pacarnya.
Lusiana kini juga dirawat di salah satu klinik di Pucuk karena mengalami perdarahan.


BALASAN DOSA ZINA DI DUNIA DAN AKHERAT

Rasulullah SAW memberitahu bahwa berzina akan dibalas oleh Allah ketika penzina masih hidup didunia.

Rasulullah SAW bersabda:

" Dua (2) kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia : zina dan durhaka kepada ibu bapak. (HR Thobaroni)

Antara hukuman atau balasan yang akan diterima oleh para penzina ketika masih berada di dunia dan akhirat adalah :

1. Sabda Rasulullah SAW:

Wahai kaum Muslimin! Jauhilah perbuatan zina krn padanya ada 6 macam bahaya,

- Tiga di dunia

- Dan tiga di akhirat.

Adapun bahaya yang akan menimpanya di dunia ialah:

1. Lenyapnya cahaya dari mukanya

2. Memendek- kan umur

3. Mengekalkan kemiskinan.

Adapun bahaya yang bakal menimpa di akhirat kelak ialah:

1. Kemurkaan Allah Ta’ala

2. Hisab (perhitungan) yang buruk

3. Siksaan di neraka.

(HR Baihaqi)

2. Sabda Rasulullah SAW:

Berhati-hatilah kamu tentang zina. Sesungguhnya pada zina itu ada enam (6) hukuman.

- Tiga semasa di dunia

- Dan tiga lagi di akhirat.

Adapun di dunia ialah:

1. rezekinya akan berkurang.

2. hilang keberkahan hidup, dan

3. ruhnya akan keluar dari badan dalam keadaan tertutup dari Allah Ta’ala. Allah tidak akan melihat kepada ruhnya.

Adapun nasib yang akan menimpanya di akhirat ialah:

1. Allah akan melihat kepadanya dengan pandangan kemurkaan, yang menyebabkan mukanya akan menjadi hitam.

2. Dia akan ditarik mukanya dengan rantai ke neraka (api) yang paling besar.

3. Kiranya amalannya akan dilakukan dengan teliti dan ketat.

Selain dari balasan dunia dan juga siksaan di akhirat, ada juga hukuman azab ketika berada di dalam kubur bagi mereka yang berzina ketika di dunia.

3. Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa yang memenuhkan (menggunakan) matanya kepada yang haram, Allah akan memenuhkan matanya dengan bara api neraka Jahanam. Barang siapa yang berzina dengan wanita

yang haram baginya, Allah akan meletakkannya di dalam kubur dengan penuh kehausan, menangis, dan sedih.

Wajahnya akan dihitamkan seperti gelap gelita. Di tengkuknya akan digantung dengan ikatan rantai dari neraka. Dia akan dipakaikan dengan baju dari api neraka pada tubuhnya.

Allah tidak akan berbicara dengannya pada hari kiamat.

Dia juga tidak akan disucikan (dimuliakan) dan bagi mereka azab yang amat pedih.

Balasan-balasan serta hukuman lain ketika berada di akhirat kelak ialah:

Baca juga : Catat! Ini Checklist Perlengkapan Melahirkan yang Wajib Dibawa ke Rumah Sakit

4. Sabda Rasulullah SAW:

Tiga golongan manusia Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan memandang kepada mereka, dan tidak akan mensucikan mereka, sedang mereka akan ditimpa

siksaan yang pedih, yaitu:

1. Orang tua yang berzina

2. Seorang raja yang pendusta

3. Orang miskin yang sombong.

(HR Muslim dan Nasa’I)

Hadis ini menerangkan bahwa balasan yang akan diterima oleh orang tua yang berzina pada hari kiamat kelak ialah Allah tidak akan berbicara dan memandang kepada mereka, sedang mereka tidak akan disucikan (diampunkan dosa) dan akan ditimpakan azab siksa yang pedih.

5. Sabda Rasulullah SAW:

Ahli neraka akan menjerit akibat bau yang terlalu busuk dari kemaluan orang yang berzina. Antara balasan yang akan diterima oleh para penzina di akhirat kelak ialah mereka akan dilemparkan ke dalam neraka dan kemaluan mereka akan mengeluarkan bau yang terlalu amat busuk sehingga menyebabkan para penghuni neraka yang lain menjerit-jerit kemarahan dan merasa tertekan dengan bau yang kuat dan busuk itu..!

Wa na’uzu bi Allahi min zalik!

6. Rasulullah SAW bersabda :

Penzina, pada hari kiamat, akan datang dalam keadaan kemaluan mereka bernyala dengan nyalaan api.

Semua makhluk mengenali mereka krn bau kemaluan yang terlalu busuk. Muka-muka mereka akan ditarik ke neraka.

Apabila mereka memasuki neraka, malaikat Malik akan memakaikan mereka dengan sepasang baju besi dari api neraka. Sekiranya baju besi tersebut diletakkan di atas sebuah gunung, nescaya ia akan lebur menjadi abu.

Malaikat Malik berkata : “Wahai sekalian malaikat, tancapkan mata-mata mereka dengan paku-paku besi sebagaimana mereka melihat kepada yang haram."

Ikatkan tangan-tangan mereka dengan ikatan api neraka sebagaimana mereka melakukannya (memeluk) kepada perkara yang haram.

Ikatkan kaki-kaki mereka dari ikatan api neraka sebagaimana mereka berjalan kepada tempat yang haram.

Malaikat Zabaniah berkata : “Ya…Ya…!

Malaikat Zabaniah mengikat tangan-tangan serta kaki-kaki mereka, dan mata-mata mereka ditancapkan dengan paku neraka.

Mereka semua menjerit dan berkata :

“Wahai sekalian malaikat Zabaniah! Kasihanilah kami …! Ringankanlah kami dari azab siksa buat seketika.

”Malaikat Zabaniah berkata: “Bagaimana kami hendak mengasihi kamu sedangkan Allah Yang Maha Pengasih begitu amat memurkai kamu.”

Demikianlah nasib yang buruk bagi orang yang melakukan zina semasa didunia. Rayuan demi rayuan tidak diindahkan.

Hukuman dan siksaan tetap diteruskan untuk menghukum mereka.

Semasa Isra’ dan Mikraj, Nabi Muhammad SAW menyaksikan balasan yang diterima oleh orang- orang yang berzina.

Pembuangan Bayi Terhasil Daripada Amalan-amalan Haram Ini

1. Sebelum ini telah disenaraikan beberapa perkara sebelum terhasilnya bayi yang terbuang. Kesemuanya adalah amalan haram, lalu menghasilkan anak haram, dan seterusnya berlakukan kes pembuangan bayi secara haram. Ia terhasil daripada perbuatan-perbuatan haram. Iaitu :

a. Penzinaan yang diharamkan

b. Pemerintah yang tidak melaksanakan undang-undang Islam

c. Penzinaan tidak diselesaikan dengan cara Islam

d. Pusat pelacuran yang diharamkan berkembang pesat

2. Maka, pembuangan anak ini disebabkan beberapa punca, samada pemerintah dan perempuan yang berzina. Pemerintah yang tidak melaksanakan undang-undang Islam, turut menerima dosa yang setimpal atas perbuatan mereka yang tidak melaksanakan undang-undang Islam.

3. Di dalam al Quran sudah menyebutkan bahawa zina itu akan membawa kerosakan, dan di antara kerosakan tersebut ialah jangkitan aids, pembuangan bayi, membunuh bayi dan banyak lagi. ( Dr Wahbah Zuhaili, at Tafsir al Munir, Fil Aqidah Wasy Syari’ah Wal Manhaj, cet. 9 Darul Fikr, jilid 8 ms 75 )

4. Pemerintah yang tidak melaksanakan undang-undang Islam juga akan menimbulkan kerosakan dan kezaliman. Ini kerana mereka sendiri sudah dikatakan sebagai zalim. Perkara ini telah diakui oleh Allah SWT 

Maksudnya : dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (Surah al Ma’idah : 44)

Dalil Pengharaman Buang Bayi

Hukum buang bayi diharamkan di dalam Islam. Berdasarkan kepada dalil-dalil berikut :

1. Allah SWT berfirman di dalam Surah al An’am, ayat 151

Maksudnya : Katakanlah: “Marilah, supaya aku bacakan apa yang telah diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu, iaitu janganlah kamu sekutukan dengan Allah sesuatupun; dan hendaklah (kamu) membuat baik kepada ibu bapa; dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana kepapaan, (sebenarnya) Kamilah yang memberi rezeki kepada kamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu hampiri kejahatan-kejahatan (zina) - yang terang daripadanya dan yang tersembunyi; dan janganlah kamu membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan jalan yang hak (yang dibenarkan oleh syarak). Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu memahaminya.

a. Daripada ayat ini, terdapat dua ayat yang menjelaskan tentang pengharamannya ( Dr Wahbah Zuhaili, at Tafsir al Munir, Fil Aqidah Wasy Syari’ah Wal Manhaj, cet. 9 Darul Fikr, jilid 4 ms450-451). Iaitu :

Pertama : Dilarang membunuh anak, kerana khuatirkan kemiskinan

Maka, apabila diharamkan membunuh anak kerana bimbangkan kemiskinan, apatah lagi sekiranya membunuh anak tanpa sebab, dengan membuang anak contohnya.

Kedua : Dilarang daripada menghampiri penzinaan

Iaitu larangan daripada menghampiri kejahatan atau penzinaan. Samada secara terang-terangan, ataupun secara sembunyi.

Ketiga : Dilarang daripada membunuh jiwa

Iaitu larangan membunuh jiwa. Samada anak sendiri, atau sesiapa sahaja. Buang anak adalah salah satu bentuk pembunuhan yang diharamkan.

b. Ayat-ayat di atas saling berkaitan di antara satu sama lain. Pada mulanya disebut tentang larangan membunuh anak, kemudian ayat melarang penzinaan, dan disusuli pula dengan larangan membunuh jiwa.

2. Allah SWT berfirman di dalam Surah al Isra’, ayat 31-33

Maksudnya : Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana takutkan kepapaan; Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu.

Sesungguhnya perbuatan membunuh mereka adalah satu kesalahan yang besar. Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).

Dan janganlah kamu membunuh diri seseorang manusia yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar.

Dan sesiapa yang dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan warisannya berkuasa menuntut balas.

Dalam pada itu, janganlah ia melampau-lampau dalam menuntut balas bunuh itu, kerana sesungguhnya ia adalah mendapat sepenuh-penuh pertolongan (menurut hukum Syarak).

a. Ayat di dalam Surah al Isra ini berkaitan dengan ayat sebelumnya, iaitu bermula daripada ayat 22 sehingga 33. Kesemuanya menceritakan tentang dosa-dosa besar.

b. Membunuh anak khuatirkan kefakiran di antara dosa-dosa besar. Apatah lagi membunuh anak disebabkan alasan yang lebih ringan daripada itu. Ia juga berdasarkan hadis Nabi SAW yang akan disebutkan selepas ini. ( Dr Wahbah Zuhaili, at Tafsir al Munir, Fil Aqidah Wasy Syari’ah Wal Manhaj, cet. 9 Darul Fikr, jilid 8 ms 73-74 )

3. Hadis Nabi SAW

Daripada Ibnu Mas’ud RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW : Apakah dosa yang paling besar? Baginda SA menjawab : Sekiranya kamu menjadikan tuhan yang setanding dengan Allah, sedangkan Dialah yang mencipta kamu. Aku bertanya lagi : Kemudian dosa apa? Baginda SAW menjawab : Sekiranya kamu membunuh anak kamu kerana takut dia berkongsi makanan bersama kamu (kemiskinan). Aku bertanya lagi : Kemudian? Baginda SAW menjawab : Sekiranya kamu berzina dengan jiran kamu.

( Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hibban, cet. Mu’assasah ar Risalah bah. 10, ms 263 no. 4415 / Imam Bukhari, Shahih Bukhari bah. 13, ms 394 no. 4117 / ibid. bah. 14, ms 420 no. 4389 dan banyak lagi )

a. Jelas di dalam hadis ini, larangan membunuh anak, dan ia di antara dosa yang besar, yang tersenarai. Apatah lagi membunuh anak tanpa sebarang alasan, dan anak tersebut hasil daripada penzinaan.

b. Maka, berzina adalah dosa besar, kemudian anak hasil penzinaan tersebut dibuang. Ini juga merupakan dosa yang besar. Maka, terdapat dua dosa besar yang ditanggung oleh penzina yang membuang anaknya.
Top