Kejadian Nyata, Azab Pedih Langsung Dialami Orang yang Mempersulit Jalan Orang Lain

Komentar

foto via akun facebook yuni rusmini

Jelas, Rasulullah mengancam orang yang sengaja menghalangi atau mempersulit jalan orang lain...

Jika anda mau melihat pedihnya balasan, bagi orang yang melanggar hadist ini, simak kejadian berikut ini...

Cerita miris proses pemakaman nenek Sutinah (60) warga Dusun/Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pada Senin, 12 Maret 2018 kemarin, tampak sejumlah warga berbondong-bondong mengantarkan jenazah Sutinah menuju ke pemakaman.

Namun, ketika hendak dimakamkan dari rumahnya menuju ke pemakaman.

Keranda jenazah nenek Sutinah, warga Dusun/Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, harus melewati ‘lompat’ tembok pagar setinggi 1,5 meter. pihak keluarga mengaku tidak ada jalan lain selain melompat tembok itu untuk membawa jenazah sampai di makam.

“Jalannya ya cuma lompat tembok itu. Ada jalan lain, tapi ya sangat sempit, lebarnya hanya 60 sentimeter, keranda kan tidak bisa lewat, soalnya kanan kiri ada tembok rumah warga,” jelas Sarmin

Baca Juga : Cerita Merinding Ibu Pemandi Jenazah, yang Saksiakan Langsung Mayat Tiba-tiba Melahirkan Bayi

Salah satu anak nenek Sutinah.Tembok itu dibangun oleh pihak desa setempat usai permasalah adanya galian c ilegal di desa setempat dilaporkan ke polisi sekitar satu tahun lalu.

“Saya salah satu warga yang berpartisipasi melaporkan galian c di desa kami ini ke polisi. Ada indikasi pihak desa tidak suka dengan perbuatan kami melaporkan galian c itu ke polisi,” katanya.

Sarmin menjelaskan, di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto ada lokasi galian c yang legal dan ilegal.

“Yang resmi itu ya yang di area persawahan. Sedangkan yang kami laporkan itu yang penggalian sungai,” tuturnya.

Semenjak itu, pihak desa memblokir akses masuk ke rumah Sutinah dan Sarmin dengan menggunakan tembok permanen.


foto via akun facebook yuni rusmini

“Alasannya ya tidak seberapa jelas kenapa harus ditutup jalan masuk ke rumah ini,” tuturnya.

Baca Juga : Ini Hukum Orang yang Menerima Upah dari Memandikan Jenazah

Pasca pemblokiran tersebut, pejabat Kecamatan Gondang juga sempat mendatangi rumah Sutinah dan Sarmin untuk melihat jalan yang diblokir.

“Saat itu, Pak Camat bilang kalau tembok yang menutup jalan ini akan dibongkar. Bahkan saya disuruh bikin pintu pagar dari besi,” bebernya.

Namun, lanjut Sarmin, pihak desa tidak memberikan keputusan untuk membongkar tembok dan membuka akses masuk ke rumah Sarmin dan Sutinah sampai saat ini.

Dengan adanya tembok itu, Sarmin mengaku kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Simak video Jenazah nenek melompat tembok disini



Melihat kejadian yang menimpa jenazah nenek ini, para netizen pun simpati hingga sedih melihatnya.



Dari kejadian diatas betapa mirisnya pelayanan untuk mengurus jenazah.

Perlu kalian ketahui, barang siapa yang mempersulit jalan orang, maka akan kena batunya sendiri nantinya.

Baca Juga : Menangis Kebingungan Melihat Jenazah Ayahnya Menghitam Seperti Babi, Ternyata Ini Yang Diperbuat Selama Hidup

Dalam islam sudah dijelaskan sebagaimana dikutip inilah.com berikut penjelasan islam mengenai ancaman orang yang mempersulit jalan orang.

DARI 'Aisyah radhiyallhu 'anha beliau berkata, Rasulullh shallallhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Ya Allh, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkannlah dia." (HR Muslim)

Hadis ini berisi doa Nabi shallallhu 'alayhi wa sallam terhadap orang yang membuat repot (susah) kaum muslimin. Setelah dia diberi kesempatan untuk mengurusi kaum muslimin lantas dia membuat repot mereka, kemudian didoakan keburukan oleh Rasul, kita tahu bahwasanya doa Rasulullah dikabulkan oleh Allh Ta'la.

Di sini Rasul berkata, "Ya Allh barang siapa yang mengurusi urusan umatku." Hadits ini memberi faedah yang umum dari dua sisi:

Baca Juga : Larangan yang Wajib Diperhatikan Dalam Pengurusan Jenazah, Satupun Jangan Dilakukan

Pertama, Rasulullh shallallhu 'alayhi wa sallam mengatakan "barang siapa", maksudnya untuk siapa saja dan apa saja kedudukannya, laki laki atau perempuan.

Yaitu siapa saja yang mengurusi urusan umatku (kaum muslimin) apakah dia pimpinan, apakah dia anak buah, maka siapa saja yang mengurusi kaum muslimin maka dia termasuk dalam hadis ini.

Kedua, keumuman selanjutnya adalah memberikan keumuman yang artinya "urusan apa saja" maka tercakup dalam doa Nabi shallallhu 'alayhi wa sallam.

Ini mencakup segala urusan, seperti instansi pemerintah yang mana kaum muslimin datang pada instansi tersebut karena ada urusan baik mengenai kelahiran, kenegaraan, ekonomi dan lainnya.

Ini mengingatkan kita akan bahayanya orang yang diberi kemudahan oleh Allah untuk mengurusi urusan kaum muslimin.

Baca Juga : Tata Cara Memandikan Jenazah dan Doa Memandikan Jenazah

Kalau mengurusnya dengan baik maka dia akan mendapatkan banyak pahala dan diberi kemudahan. Dan hendaknya dia berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.

Kalau ternyata di luar kemampuannya maka ini tentunya dimaafkan oleh Allh Subhnahu wa Ta'la. Allh Maha Tahu jika ada orang yang bekerja sebaik-baiknya, berusaha untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi umat kaum muslimin maka dia akan dapat pahala.

Yang jadi masalah adalah jika seseorang diberi kemudahan oleh Allh untuk mengurusi kaum urusan muslimin lantas dia tidak melakukan dengan baik bahkan memberikan kerepotan kepada mereka maka didoakan oleh Rasul, "Berilah kesusahan baginya."
Top