Jangan Asal Mencampur ASI dengan Susu Formula, 4 Akibatnya ini Sangat Bahaya

Komentar

Foto via theasiantparets.com

Salah satunya adalah anak jadi alergi tak sembuh-sembuh...

Kalau terlanjur pasti sangat menyesal....

Jangan karena tak sempat beri ASI anak, lalu ganti menjadi susu Formula, ibu wajib tahu bahayanya pada anak ini

Biasanya ibu-ibu sembarangan main mencampur ASI dengan susu Formula, entah itu langsung dicampur dalam botol susu, atau selang seling sehabis memberikan ASI lalu diberikan susu formula, pahami bun ini bahayanya jika ASI dicampur susu formula...

Pahami apa bahayanya jika ASI disambung dengan sufor. Ingat untuk selalu berkonsultasi pada dokter anak sebelum memberikan susu formula pada bayi Anda.

Baca juga : Tiap Tahun Tewaskan Ratusan Ribu Nyawa, Penyakit ini Juga yang Sebabkan Chef Harada Meninggal

Tidak semua ibu beruntung memiliki ASI yang mengalir deras untuk bayinya. Beberapa ibu terpaksa memberikan ASI ditambah susu formula.

Sejak bayi masih dalam kandungan, Priska (29) bercita-cita memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Saat bayinya lahir, ASI-nya baru keluar di hari kedua.

Ia masih bisa memberikan ASI meski jumlahnya hanya secukupnya. Mendekati akhir masa cuti melahirkan, Priska panik karena tak punya cukup stok ASI untuk bayinya sementara ia sudah harus kembali bekerja.

Mau tak mau, ia memberikan susu formula sebagai tambahan jika bayinya masih lapar sementara stok ASI perah tidak cukup. Yang menjadi kekhawatirannya adalah apakah boleh memberikan ASI ditambah susu formula?

Apa yang terjadi jika ASI ditambah susu formula?


ASI ditambah susu formula

1. Ketidakseimbangan bakteri baik

Bakteri mikrobioma sehat dalam perut bayi Anda akan mengalami perubahan dari bifidus flora (bifidobacteria dan lactobacili) yang sangat sesuai menjadi jenis yang tak diinginkan oleh usus. Jenis bakteri ini ada dalam kentut orang dewasa.

Dan hal ini pada akhirnya menyebabkan berkurangnya perlindungan dari kemungkinan infeksi.

2. Kurang terlindungi dari alergi

Pada beberapa bayi, susu formula menyebabkan alergi susu karena tidak bisa memberikan kekebalan tambahan pada tubuh bayi. Selain itu, bayi Anda juga berisiko terkena diabetes tipe 1 dan 2 karena kandungan gula dalam sufor.

Namun, studi terbaru telah membuktikan bahwa susu formula yang terbuat dari susu sapi tidak membuat bayi berisiko terkena diabetes.

Baca juga : Bukan Karena Suami Lebih Tua, ini Fakta Kenapa Istri Terlihat Lebih Tua dari Usianya

3. Bayi jadi lebih suka minum dari botolnya

Memberikan susu formula pada bayi ASI akan mendorong bayi lebih suka minum dari botol ketimbang menyusu langsung. Apalagi jika bayi merasa ia lebih mudah merasa kenyang saat minum dari botol dan bukan dari payudara Bunda, maka ia cenderung akan memilih botol.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami bingung puting jika Bunda mencoba menyusuinya lagi secara langsung setelah ia minum sufor dari botol. Hal ini tentu saja bisa mengalahkan niat Anda untuk terus memberikan ASI padanya.

Bila bayi memiliki kebiasaan minum susu dari botol di malam hari, giginya akan mengalami kerusakan akibat kandungan gula dari susu formula yang menempel di gigi tanpa dibersihkan.

4. Berkurangnya pasokan ASI

Tubuh manusia bekerja secara menakjubkan. Bahkan payudara Anda tahu berapa banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi Anda.

Jadi setiap kali Bunda memberi ASI pada bayi Anda, payudara Bunda akan kosong dan kembali memasok ASI. Bila bayi memilih minum sufor dari botol, persediaan ASI mungkin akan turun.

Jika Bunda ingin memberikan ASI ditambah susu formula pada bayi Anda, konsultasikan dulu pada dokter anak. Tanyakan berapa banyak jumlah susu formula yang harus diberikan dan jenis susu formula yang paling dibutuhkan anak.

Paling penting adalah anak Anda mendapatkan cukup nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

ASI dan Sufor, sejauh mana perbedaan kandungan nutrisinya?

Banyak yang mengatakan ASI lebih baik dari susu formula. Tetapi apakah Bunda benar-benar memahami di mana letak perbedaannya?

Perdebatan mengenai ASI vs formula selalu saja terdengar di antara para ibu. Sebelum memutuskan akan memberikan ASI atau susu formula (atau bahkan keduanya!), pahami dulu perbedaan kandungan nutrisi di antara keduanya.

Baca juga : Tak Hanya Makanan, Penyebab Kolestrol Tinggi ini Jarang Disadari dan Banyak Diabaikan

Kandungan nutrisi ASI vs Formula

ASI menjadi pilihan utama makanan bayi karena alami, aman, dan mengandung nutrisi lengkap yang dihasilkan oleh tubuh ibu. ASI mengandung penguat imun tubuh dan sel hidup yang dapat membantu bayi melawan infeksi.

Selain itu, ASI juga menyediakan kalori yang cukup bagi pertumbuhan bayi. Tambahan lagi, air susu ibu juga mengandung bakteri baik dan enzim yang memperkuat usus serta pencernaan bayi.

Sebagai perbandingan, susu formula merupakan makanan olahan sintetis yang memiliki masa simpan. Sufor tidak memiliki sel hidup yang dapat melindungi bayi dari infeksi maupun enzim pencernaan.

Jadi, pada dasarnya ada kekurangan bahan utama yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak secara tepat. Jangan lupa juga fakta bahwa susu formula dibuat secara berbeda sesuai kebutuhan.

Parents akan menemukan berbagai pilihan sufor di pasaran, mulai dari susu formula sapi, susu formula kambing, susu formula bubuk, susu formula cair siap pakai, susu formula rendah alergen, susu formula berbasis kedelai, dan masih banyak lagi.

Sekarang mari kita lihat perbedaan kandungan gizi keduanya dalam tabel berikut:







Sebelum memutuskan untuk memberikan susu formula pada bayi Anda, Parents harus berkonsultasi dulu dengan dokter anak. Hal ini disebabkan karena beberapa bayi memiliki alergi terhadap protein dalam susu formula.

Terlepas dari perbedaan kandungan nutrisi ASI vs formula, beberapa ibu menyusui juga memberikan susu formula sebagai tambahan untuk melengkapi stok ASI yang tidak banyak jumlahnya.

Apapun yang menjadi pilihan Bunda, pastikan untuk selalu memberikannya yang terbaik karena Bunda yang paling memahami apa yang menjadi kebutuhan anak.

Semoga informasi mengenai perbedaan kandungan nutrisi ini menjawab pertanyaan Anda.
Top