Bongkar Kebiasaan 6 Bocah SD yang Perkosa Bocah 8 Tahun, di Teras Rumah

Komentar

Foto via merdeka.com, foto hanya ilustrasi

Miris, Pemicunya ternyata ulah seorang duda

6 siswa SD memperkosa bocah 8 tahun, kejadian ini mengejutkan netizen sebagai orangtua, melihat hal yang begitu membuat bulu kuduk merinding khawatir akan terjadi pada anak sendiri.

6 bocah ini dikenal sopan dan tak terlalu bandel, namun ada seorang duda yang memasukkan keburukan pada otak bocah SD yang masih polos ini.

Warga Kabupaten Bogor digemparkan oleh kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh enam yang masih berstatus murid sekolah dasar.

Warganet masih terkejut dengan berita 6 bocah SD yang memperkosa teman sebayanya, DM (8). Kini satu fakta terungkap dari kasus tersebut.

Baca juga : Bun, Jangan Dilarang Sepenuhnya Anak Pegang HP dan Tau Internet, Kerena Anak Bisa Jadi Gaptek

Peristiwa yang membuat heboh itu terjadi di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, sepekan lalu, atau tepatnya Minggu (18/2/2018).

Kasus ini baru dilaporkan oleh keluarga korban sepekan kemudian yaitu Selasa (27/2/2018).

Seorang tetangga dekat dari keenam bocah itu menceritakan keseharian mereka. Enam bocah berinisial RH (11), RJ (9), VL (8), VI (6), WI (10), dan GA (6) dikenal sebagai anak-anak yang sopan. Mereka juga kerap terlihat bermain bersama di sektitar rumahnya.

Perilaku mereka pun dirasa wajar untuk anak-anak seusia mereka.

"Iya namanya anak-anak, sopan, bandel juga paling ya begitu, masih dalam batas wajar," ujar wanita yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Menurut tetangga ini, ada sosok pria yang merupakan seorang duda di balik kejadian ini. Pria duda itulah yang kabarnya menuntun anak-anak tersebut untuk berbuat hal tak terpuji. 

"Informasinya anak-anak itu suka dibawa kerumah yang duda itu terus nonton video atau lihat foto pðrnó gitu," jelasnya.

Kasus itu berawal saat DM bermain dengan dua orang temannya.

Tiba-tiba datang dua pelaku, RH dan RJ yang langsung menarik tangan DM ke pinggir rumah VL.

Di lokasi ini, diduga terjadi tindak pidana perkosaan terhadap DM oleh RH, RJ, VL dan tiga orang bocah lainnya.

Setelah kejadian tersebut, DM baru menceritakan kejadian yang dialaminya sepekan kemudian kepada ke dua orangtuanya.

Baca juga : Cegah Anak Tonton Video yang Sedang Viral, Begini Cara Filter Video YouTube

Tak terima dengan hal itu, mereka kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Rumpin.

Polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan membawa korban ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan visum.

Dari proses penyidikan polisi, kasus itu ternyata dipicu oleh seorang duda berinisial MN.

Dikatakannya bahwa duda tersebut telah diamankan pihak kepolisian pada Selasa (27/2/2018) kemarin.

"Iya kemarin dibawa sama polisi, kalau anak-anaknya mah semalem kayanya masih ada," terangnya.

Polisi sementara ini telah memeriksa orang tua korban dan pelaku. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya DM dan 6 bocah yang diduga pelaku pemerkosaan.

Dikabarkan sebelumnya, kronologi kejadian berawal ketika DM bermain dengan dua orang temannya. Tiba-tiba datang dua pelaku, RH dan RJ yang menarik tangan DM ke pinggir rumah VL.

Di sanalah diduga kejadian tidak senonoh tersebut dilakukan bersama pelaku yang lain. 

Belajar dari kasus diatas, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan orangtua :

Saat anak-anak mulai masuk ke usia remaja pasti anak membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu kemampuan anak itu sendiri. 

Lingkungan sosial yang pertama didapatkan anak adalah lingkungan keluarga dan kemudian baru lingkungan sosial di sekolah yaitu teman-teman. 

Akan tetapi semakin tumbuh dan berkembang anak malah lebih senang menghabiskan waktu bersama teman daripada bersama keluarga di rumah.

Seiring dengan perkembangan zaman, pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan. 

Kecanggihan teknologi dan kemudahan berkomunikasi serta tersedianya beragam fasilitas justru membuat para remaja mempunyai kebebasan yang melewati batas. 

Remaja mudah mengakses beragam informasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku, serta langsung menirunya karena menganggap hal tersebut membuat mereka lebih hebat. 

Banyak orang tua yang memberikan akses internet tanpa menyadari dampaknya terhadap anak yang terpengaruh akan sulit menghindari pergaulan bebas.


Penyebab Pergaulan Bebas
Sebenarnya pergaulan bebas yang dilakoni para remaja ini merupakan sebuah persoalan yang kompleks dan tidak dapat dilihat secara sekilas saja. Beberapa penyebab yang menjadi latar belakang pergaulan bebas tersebut antara lain:
  • Kurangnya Pengawasan Keluarga – Kurangnya kontrol sosial dari lingkungan terutama keluarga membuat seorang remaja merasa bebas untuk melakukan apa yang dia anggap benar dan tidak mendapatkan bimbingan tentang hal yang benar dan salah. Kekurangan perhatian di rumah sering membuat anak melakukan cara membahagiakan diri sendiri yang salah.
  • Lingkungan yang Kurang Baik – Apabila seseorang tidak mendapatkan contoh yang baik dalam kesehariannya atau tumbuh dalam lingkungan yang bebas, maka ia tidak akan tahu bagaimana caranya bergaul sesuai dengan norma yang telah ditetapkan dalam masyarakat.
  • Salah Memilih Teman – Teman yang dimiliki dapat memberikan pengaruh positif dan juga negatif, bahkan bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan pergaulan bebas. Apabila seseorang tidak memilih teman yang dapat memberikan pengaruh positif, maka ia dapat terjerumus kepada pergaulan bebas.
  • Akses Informasi – Kemudahan mendapatkan beragam informasi juga turut mendorong terjadinya pergaulan bebas. Anak kecil sekalipun dapat mengakses informasi yang tidak sesuai dengan norma dan adat ketimuran atau keagamaan, misalnya informasi yang memuat konten mengenai hal – hal berbau sėksùal yang mudah ditiru.
Menghindari Pergaulan Bebas

Diantara serbuan informasi yang turut mempengaruhi para remaja untuk berlaku bebas, bukan tidak mungkin sebenarnya untuk menghindari hal tersebut. 

Cara menghindari pergaulan bebas dengan benar dapat dilakukan melalu suatu proses sejak seseorang berusia dini.

1. Memperkuat Pendidikan Agama

Anak yang mempunyai dasar pendidikan agama serta moral yang kokoh tidak akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena ia tahu dan bisa membedakan hal yang benar dan salah. Pendidikan agama dan moral dapat memperkuat iman seseorang sejak dini. Jika sejak kecil seseorang telah tertanam mengenai pengertian benar dan salah, biasanya ia akan dapat menghindari pergaulan bebas yang jelas – jelas merupakan hal yang tidak benar.

2. Membentuk Karakter yang Positif

Pembentukan 4 karakter manusia sejak kecil sangat diperlukan agar ia dapat menjadi pribadi yang kuat dan berpendirian kokoh, sehingga walaupun mempunyai kesempatan untuk hidup bebas, ia dapat mengendalikan dirinya. Teguh berpegang pada prindip hidup merupakan salah satu cara untuk menghindari pergaulan bebas.

3. Memilih Teman 

Seperti telah disebutkan diatas, pemilihan teman yang kurang sesuai akan mempermudah seseorang terjerumus ke dalam pergaulan yang bebas. Karena itulah penting untuk memilih teman dan mengenali tipe kepribadian manusia yang sekiranya dapat memberikan pengaruh positif, seperti bagaimana cara menjadi pribadi yang menyenangkan .

4. Mempererat Hubungan Orangtua dan Anak

Hubungan orang tua dan anak yang erat secara langsung akan memberikan pengawasan yang lebih baik kepada anak. Jika anak dekat dan terbuka dengan orang tua, mereka akan dapat langsung bertanya mengenai berbagai macam persoalan bahkan yang dianggap sensitif dan tabu seperti sĕks bukannya mencari informasi yang bisa jadi menyesatkan pada pihak lain.


5. Memberikan Pendidikan Sĕks Pada Anak dan Remaja

Keingin tahuan remaja mengenai hal yang berkaitan dengan sĕksualitas terkadang tidak mendapatkan penyaluran yang benar, sehingga mereka terkadang akan mencari tahu melalui jalan yang salah. Informasi yang berkaitan dengan sĕksualitas sepatutnya didapatkan anak sejak dini, tentu saja disesuaikan dengan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan demikian mereka juga dapat mengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas.

6. Menghindari Lingkungan yang Tidak Kondusif

Setelah keluarga, tempat anak bersosialisasi adalah lingkungan. Jika anak berada pada lingkungan yang positif, yaitu yang memegang teguh  maka ia juga akan mencontoh hal yang positif tersebut dan sebaliknya. Apabila anak berada pada lingkungan yang tidak kondusif maka pengaruh dari lingkungan tersebut bisa membuatnya menjadi berperilaku menyimpang dari norma sosial yang ada.

7. Mengisi Waktu Luang

Salah satu faktor yang turut memberi kesempatan bagi remaja untuk tergiur dengan kehidupan bebas adalah tersedianya banyak waktu luang. Apabila waktu luang tersebut diisi dengan kegiatan yang positif dan berguna, maka tidak akan ada waktu untuk memikirkan hal – hal yang menyimpang. Cara bergaul bagi orang pendiam dapat dilakukan dengan mengisi waktu melalui kegiatan positif.

8. Memperluas Pengetahuan

Ada kutipan yang menyatakan bahwa knowledge is power, artinya pengetahuan adalah kekuatan yang akan membuka cakupan wawasan yang luas. Seseorang akan mudah menentukan pilihan hidupnya karena ia sudah mengetahui banyak tentang berbagai sisi dan dampak dari pilihan – pilihan yang dia buat. Sebaliknya, apabila seseorang hanya memiliki sedikit pilihan, ia tidak akan tahu bahwa ada banyak pilihan yang lebih baik untuk kehidupannya. Misalnya, jika ia tidak mempunyai pilihan lain selain gaya hidup bebas, maka ia tidak akan dapat melakukan cara menghindari pergaulan bebas.

9. Memperbaiki Komunikasi dengan Keluarga

Kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak juga dapat menyebabkan anak memilih jalan menyimpang seperti pergaulan bebas. Hal ini terjadi karena anak tidak mendapatkan bimbingan yang dibutuhkannya dari orang tua. Diperlukan sikap yang lebih luwes dari orang tua untuk dapat memahami jalan pikiran anak agar dapat berkomunikasi dengan lancar dan tercipta saling pengertian.

10. Taat Kepada Hukum

Pergaulan bebas tidak hanya melanggar norma sosial melainkan juga melanggar peraturan dan norma hukum, sebab identik dengan sëks bebas, obat – obatan dan minum alkohol. Semua hal tersebut berpotensi membuat seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Cara menghindari pergaulan bebas dan cara menghindari kebiasaan buruk tersebut yaitu dengan membuat anak tahu mengenai hukum yang berlaku dan apa akibatnya jika melanggar.
Top