Bocah ini Tertusuk Batang Pohon Hingga Menembus Mulut, Orangtua Wajib Tingkatkan Pengawasan

Komentar

Foto via facebook Ardi Aclek

Perhatian yang mempunyai anak kecil harap menjadi pembelajaran

Selalu waspada untuk mengawasi anak-anak saat sedang bermain, atau memerintahkan untuk tidak main ditempat-tempat yang berbahaya agar tak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti ini

Anak yang super aktif biasanya membuat orangtua agak cemas, anak yang super aktif bisa juga malah menguntungkan tapi juga ada yang mengkhawatirkan.

Baca juga : Mau Berbuat Tapi Tak Bertanggung Jawab, Ibu ini Tak Tau Azab Perih Menanti

Seperti yang terjadi baru-baru ini seorang anak masih berusia 8 tahun yang baru duduk di kelas 2 SD ini tertembus sebatang pohon pete yang berada di dekat warung orangtuanya.



Mengenai lehernya hingga tembus melalui mulut, menurut saksi mata, anak yang bernama Riki ini sehabis makan dan kemudian terpeleset jatuh didekat selokan yang ada pohon pete.

Nasib nahas dialami Riki, sebatang pohon yang lancip menembus leher hingga kemulut.

Di desa dewisari kec. Rs dengklok seorang anak jtuh ke selokan, lehernya tertobros batang kayu tembus kemulutnya. Sekarang dibawa ke RSCM jkarta utk dioperasi.

Riki adalah Anak berusia 8 tahun yang baru duduk kelas 2 SDN Dewisari 2 Kecamatan Rengasdengklok ini anak ke 3 dari keluarga joni dan uwat yang beralamat didusun pacing selatan desa dewisari kecamatan Rengasdengklok Karawang, Terpanggang sebatang pohon pete yang berada disamping warung orang tuanya tempat berjualan.



Korban terpeleset sehabis makan sehingga tertusuk dari leher tembus ke mulut. Rabu 21/03/2018.

Menurut keterangan Ramdani tetangga orang tua korban, saat itu Riki terpeleset dan lehernya mengenai pohon kayu Pete hingga tembus kemulutnya.

Sekarang dibawa ke RSCM jkarta utk dioperasi.

"Ketika sehabis makan Riki, terpeleset kepinggir warung yang mengakibatkan terpanggang sebatang pohon pete dari leher hingga tembus ke mulut, orang tua korban Joni melihat langsung pingsan sedang istrinya uwat teriak minta bantuan warga, saya langsung lari menolongnya, namun sebatang pohon yang menembus mulutnya tidak bisa dicabutnya, akhirnya batang pohon digergaji. Korban langsung dilarikan kerumah sakit terdekat." Ujarnya.

Baca juga : Allah SWT Sudah Mempersiapkan Anak di Surga Bagi Pasangan yang Mandul, Benarkah?

Kedua orang tua korban belum bisa dimintai keterangannya melihat kondisinya anaknya terpanggang pohon Pete. Hingga kedua orang tua korban mengalami shock bahkan ibu korban hingga tidak sadarkan diri.


 Kejadian ini dibenarkan, Hendra, selaku aparatur pemerintahan Desa.

 "Saya beserta keluarga korban langsung membawanya kerumah sakit Proklamasi, dengan keadaan korban yang mulutnya masih tertusuk tersebut. Pihak rumah sakit melihat keadaan tersebut tidak sanggup untuk menanganinya dan kemudian korban dirujuk kerumah sakit Cipto Jakarta." Jelasnya.

LIHAT video penyelamatan dibawah ini : 


Menjaga Anak Saat Berada di Tempat UmumSahabat, beberapa cara di bawah ini bisa kita siapkan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan.

Bagi tugas mengawasi anak

Yang pertama, bagilah tugas siapa akan menjaga siapa. Tentunya bila memungkinkan, yang paling ideal adalah setiap anak diawasi oleh satu orang dewasa. 

Anak yang lebih dewasa bisa juga kita ajarkan untuk membantu kita sebagai orang dewasa, untuk mengawasi adiknya. 

Bila seseorang tiba-tiba memiliki kebutuhan mendadak seperti pergi ke toilet, maka ia harus meminta orang dewasa lainnya untuk menggantikannya. 

Tempat bermain seperti kolam renang memerlukan pengawasan yang lebih ketat karena bisa menimbulkan kecelakaan yang bisa berakibat fatal.Buat rencana keadaan darurat

Sebelum berangkat, bicarakan dengan seluruh anggota keluarga bila nanti ada anak yang terpisah. Beritahu anak mengenai lokasi-lokasi yang aman untuk menunggu jika terpisah. 

Tentukan titik pertemuan. Titik yang dimaksud bisa pintu masuk, pusat infomasi atau tempat lain yang mudah dituju. 

Sahabat bisa juga memberi petunjuk kepada anak untuk meminta bantuan pada petugas yang bisa dipercaya misalnya satpam. 

Jangan lupa pastikan anak hapal alamat rumah dan nomor telepon orang tua.
Pakaikan pakaian berwarna terang atau cerah untuk anak-anak.

Baju, topi dan kaus berwarna terang akan memudahkan Sahabat untuk menemukan anak jika mereka hilang di tengah keramaian pengunjung lain. 

Berikan pula warna yang sama pada anak-anak lainnya. Ini akan membantu Anda mengingat warna pakaian mereka seandainya terpisah. 

Tidak ada salahnya memberi label pada baju buah hati Anda dengan alamat dan nomer telpon. Ini akan memudahkan siapa saja yang menemukannya untuk bisa segera menghubungi Anda, sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab.

Baca juga : Dipikir Senang Buat Bercanda, ini Azab Pedih Pelaku Pembullyan di Akhirat Nanti

Simpan foto terkini anak

Pada saat berangkat sempatkan untuk berfoto bersama sebelum pergi. Adanya gambar terbaru di ponsel Sahabat akan memudahkan pencarian dalam situasi darurat.

Gunakan GPS pelacak anak

Hal ini mungkin belum umum dan terkesan berlebihan dan belum umum terdengar di Indonesia. Tetapi, dengan kemajuan teknologi, penggunaan teknologi GPS untuk melacak lokasi anak menjadi semakin terjangkau. Saat ini ada beberapa produk pelacak anak berbentuk jam tangan atau gantungan kunci.

Alat-alat ini memiliki fitur GPS dan tersambung ke jaringan GSM secara real time. Sahabat cukup menekan tombol di applikasi smartphone untuk mengetahui lokasi tepat si buah hati. 

Tumbuhkan budaya sopan santun

Selain itu, kita juga dapat mengajarkan beberapa perilaku sopan kepada anak-anak saat berada di area publik.

Pertama, supaya anak tidak merusak fasilitas umum, Sahabat juga bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya fasilitas tersebut. 

Semisal bahwa fasilitas itu dipakai bersama, bahwa mereka pun suatu saat akan menggunakannya juga. Dan berikan pula contoh-contoh nyata seandainya fasilitas tersebut rusak, maka hal ini akan menyulitkan semua orang yang mungkin membutuhkannya.

Sahabat juga bisa mengajarkan kepada mereka agar dapat menjaga tata krama di depan orang lain. Hal ini amat penting, tujuannya adalah supaya anak-anak mampu menjaga perasaan orang lain. 

Banyak contoh yang dapat diajarkan seperti bagaimana sikap yang sopan saat di tempat umum, bagaimana memperlakukan orang yang lebih tua, bagaimana menjaga diri sendiri, dan lainnya.

Mempersiapkan diri dan anak untuk menjaga diri selama di ruang publik tentunya tidak mudah. Diperlukan pemahaman dan pengajaran yang terus menerus baik bagi orang tua dan anak. 

Meskipun demikian, Sahabat, kita akan memetik manfaatnya suatu saat bila berjadi keadaan darurat. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang ingin celaka atau menghadapi bahaya, namun bahaya bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Mempersiapkan diri kita semua termasuk anak-anak adalah sebuah langkah bijak.
Top