Bagaimana Harusnya Seorang Anak Membalas Kebaikan Ibu Mereka?

Komentar

Sumber gambar ngopibareng.od
Sudah pasti seorang anak tidak akan dapat membalas budi baik orangtuanya....

Namun meski tak 100%, harusnya seorang anak berusaha semaksimal mungkin untuk berbhakti pada orangtuanya.....

Jika anda masih bingung bagaimana membalas kebaikan orangtua kita, maka cukup ikuti apa yang telah diajarkan Islam berikut ini....


Selama 9 bulan bersusah payah mengandung menjaga diri agar apa yang didalam rahimnya tetap aman sehat dan menjadi anak yang diharap-harapkan orang tuanya...

Selama 2 tahun menyusui merawat anak yang masih belum bisa mandiri untuk mengurus diri, bangun tengah malam karena pipis yang membasahi popok, rela menahan lapar rela menahan kepentingan pribadi yang paling utama adalah anak...

Mungkinkah kita bisa membalas jasa orang tua ?



Ada ungkapan "dahsyat"  dari Sayyidina Ali r.a., menggambarkan itu semua dengan begitu baiknya, "Lelaki meninggal hanya sekali, tetapi seorang Ibu meninggal setiap kali ia melahirkan."

Sayyidina Ali r.a. pun menambahkan, "Sakitnya saat melahirkan, sama seperti sakitnya saat sakaratul maut."

Sungguh ungkapan yang tepat untuk  menggambarkan, betapa dahsyatnya penderitaan seorang ibu, yang setiap melahirkan anaknya merasakan kesakitan layaknya seseorang yang tengah menghadapi sakaratul maut.

Ada kisah menarik...

Suatu ketika Hasan al-Bashri melakukan tawaf di Ka'bah, beliau bertemu dengan seorang pemuda, yang juga sedang bertawaf memanggul keranjang.

Beliau bertanya, apa isi keranjangnya? "Aku menggendong ibuku di dalamnya," jawab pemuda itu.

"Kami orang miskin. Sudah bertahun-tahun ibuku ingin beribadah haji. Tetapi kami tidak mampu membayar ongkos perjalanannya...

Aku tahu persis keinginan ibuku itu amat kuat. Ia sudah terlalu tua jika harus berjalan, tetapi ia selalu membicarakan Ka'bah. Dan kapan saja ia memikirkannya, air matanya berlinang...

Sebagai anaknya, aku tak sampai hati melihatnya seperti itu, maka aku membawanya dalam keranjang ini, memanggulnya sepanjang perjalanan dari Suriah ke Baitullah."

Lanjutnya, "Orang-orang mengatakan bahwa hak orang tua sangat besar. Aku ingin bertanya padamu tentang itu, wahai Imam, apakah aku ini bisa dianggap telah mampu membayar jasa ibuku dengan berbuat ini untuknya?"

Imam Hasan al-Bashri menjawab, "Sekalipun berbuat seperti itu lebih dari tujuh puluh kali, engkau takkan pernah dapat membayar sebuah tendanganmu ketika engkau masih dalam perutnya."

Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa setiap anak tidak akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali ia menemukan orang tuanya sebagai budak, lalu dibeli dan dimerdekakan. (HR Muslim).

Dalam hadis lain, “Berbuat baik kepada kedua orang tua itu lebih utama daripada shalat, sedekah, puasa, haji, umrah, dan berjihad di jalan Allah.” (HR Thabrani).

MasyaAllah... Semoga kita tergolong anak-anak yang selalu mencari ridho orangtua.....
Top