8 Rahasia Adab Makan yang Diajarkan Rasulullah agar Aktivitas Kita Full Pahala

Komentar

Sumber gambar vova.co.id

Sebagai seorang manusia, umumnya kita makan tiga kali dalam sehari. Namun, tahukah Anda, ternyata aktivitas makan tersebut dapat bernilai ibadah dan menjadi salah satu sumber pahala.

Akan tetapi, meski bernilai ibadah, namun bukan berarti semua aktivitas makan itu berpahala. Sebab, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan. Lantas, apa saja syarat-syaratnya tersebut?

1. Membaca bismillah. Membaca bismillah sudah menjadi kebiasaan kita bukan? Karena setiap apapun yang kita kerjakan pasti diawali dengan mengucapakan bismillah terlebih dahulu.

2. Makan dengan tangan kanan. Yah, kalo pake tangan kiri, apa tidak (maaf) jijik, tuh?

3. Mengambil makanan yang dekat dengan jangkauan tangan.

4. Memulai makan dari pinggir tempat makan (Kalau di Indonesia, paling sering menggunakan piring), tidak dari tengah-tengah.

Rasulullah SAW bersabda, “Ananda, sebutlah nama Allah sebelum makan, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah hidangan yang dekat denganmu,” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

BACA JUGA Berpakaian Alim, Bapak Ini Terekam Kamera Sentuh Paha Gadis Bercelana Minim, Siapa yang Salah?


5. Disunnahkan makan dengan menggunakan tiga jari. Ka’ab ibn Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku melihat Rasulullah SAW makan dengan menggunakan tiga jari. Jika selesai beliau akan mengulumnya/menjilatnya (untuk membersihkan makanan yang menempel di jari-jarinya),” (HR. Muslim).

6. Jika makanan yang akan dimakan jatuh, kotoran yang menempel dibersihkan lalu memakannya. Jangan membuangnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika sebagian makananmu jatuh, maka ambilah dan buanglah bagian yang kotor dan makanlah bagian yang tidak kotor. Jangan biarkan makananmu untuk setan. Jangan mengusap tanganmu dengan sapu tangan sampai kamu mejilat jari-jarimu, karena kamu tidak tahu dibagian mana makananmu yang ada berkahnya,” (HR. Muslim).

7. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari, tentang ajuran cara duduk saat makan adalah dengan berlutut, atau menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri.

8. Mengucapkan alhamdulillah saat selesai makan.

Abu Umamah RA meriwayatkan bahwa jika selesai makan, Nabi SAW biasanya mengucapkan, “Alhamdulilahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira makfiyyin wa la muwadda’in la mustaghnan’anhu rabbana,” (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tiada terhingga, baik dan penuh berkah. Ya Tuhan kami, kami tidak mampu membalas anugerahMu, tidak mampu meninggalkannya dan tidak mampu menghindarinya),” (HR Al-Bukhari).

Sekarang, sudah tahukan! Bagaimana makan kita bisa menjadi ladang pahala. Iya, dengan cara mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan balasan yang terbaik. Wallahu a’lam bishawab.
Top