Anak Jadi Sakit-Sakitan Akibat Janji Orang Tua yang Tak Ditepati, Benarkah Bisa Begitu?

Komentar

Foto diolah via wajibbaca.com dari berbagai sumber

Bu A: "Anakku gak pernah sakiit-sakitan kenapa belakangan ini sering sakit ya?"

Bu B: "Wah jangan-jangan anakmu kemakan janjimu?? Pernah nggak janji belikan apa atau janji apa gitu ke dia?"

Pernah mengalami hal ini? menurut kepercayaan masyarakat jawa anak yang sebelumnya jarang sakit, tiba-tiba dalam belakangan ini terus sakit-sakitan, hal ini dikarenakan orangtua yang telah berjanji pada anaknya namun tidak ditepati, apa penjelasan dalam islam dan kesehatan tentang hal ini?

Orang tua acapkali menjanjikan sesuatu pada anaknya entah akan pergi ke suatu tempat atau membelikan mainan. Namun, sering juga orang tua tak sengaja harus mengingkari janjinya itu.

Semalam saya cukup kewalahan menghadapi sikap anak yang sangat rewel, saya sudah kebingungan anak sering sakit-sakitan belakanga ini. Ada saja yang membuat putriku ini bersungut.

Baca juga : Terjadi Perselisihan Antara Istri dan Ibunya, Mana yang Harus Diikuti Suami?

Belakangan ini ia menjadi sakit-sakitan, biasanya juga tidak begitu malahan hampir tidak pernah sakit, palingan batuk dan juga flu.

Disuruh makan tidak mau, disuruh tidur juga apalagi.

Setelah saya coba tanyakan baik-baik apa yang menjanggal pikirannya dan apa yang diinginkannya, ternyata ia menjawab

"Ibu lupa sudah sejak lama ibu berjanji membelikan aku boneka"

Seakan aku langsung teringat dengan yang pernah dikatakan orangtuaku nenek dari putriku, bahwa dulu aku juga pernah sakit-sakitan karena janji orangtua yang tidak ditepati.

Aku baru teringat bahwa aku pernah berjanji pada putriku akan membelikannya ia boneka, aku lupa akan janjiku itu, pantas saja anakku sering sakit-sakitan belakangan ini padahal sebelumnnya tidak pernah.

Sebenarnya aku belum mempercayainya namun orangtuaku pernah bercerita jika sudah berjanji pada anak harus ditepati kalau tidak anak akan sakit-sakitan.

Hingga anak menjadi sakit-sakitan, atau sakit yang terus-menerus, sehabis sembuh lalu beberapa hari kemudian sakit lagi, dalam masyarakat jawa hal ini dipercaya karena janji orangtua yang tak ditepati pada anaknya.

Semasa anak waktu kecil orang tua pernah berjanji akan membelikan sesuatu pada anak, namun orangtua malah lupa tidak menepatinya hingga dalam bertahun-tahun itu juga anak menjadi sakit-sakitan.

Hal ini memang dipercaya akibat dari janji yang belum ditepati pada anak khususnya masyarakat jawa yang masih mempercayainya.

Biasanya jika mengalami hal ini, orangtua langsung memberikan apa yang ia pernah janjikan pada anak, dan alhasil anak bisa sembuh dari sakit-sakitnya.

Namun sebagai orang muslim kita belum mengetahui apakah benar seperti itu dan bagaimana hukumnya dalam islam?

Baca juga : Viral Bayi 9 Bulan Merangkak di Jalan Raya, Mudah Mencegahnya Jika Orangtua Lakukan 9 Hal ini

Kalau Terlanjur Janji Tapi Tak Bisa Menunaikan

Berjanji itu harus ditepati dan melanggar janji berarti berdosa. Bukan sekedar berdosa kepada orang yang kita janjikan tetapi juga kepada Allah. Dasar dari wajibnya kita menunaikan janji yang telah kita berikan antara lain adalah:

a. Perintah Allah SWT dalam Al-Qurân Al-Karim

Allah SWT telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk melaksanakan janji-janji yang pernah diucapkan.

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ اللّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ وَلاَ تَنقُضُواْ الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

وَلاَ تَتَّخِذُواْ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُواْ الْسُّوءَ بِمَا صَدَدتُّمْ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan karena kamu menghalangi dari jalan Allah; dan bagimu azab yang besar.

b. Menunaikan Janji Adalah Ciri Orang Beriman

Allah menyebutkan dalam surat Al-Mu`minun tentang ciri-ciri orang beriman. Salah satunya yang paling utama adalah mereka yang memelihara amanat dan janji yang pernah diucapkannya.

Telah Beruntunglah orang-orang beriman, yaitu yang …. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.

Baca juga : Alis Anak Dipotong Oleh Daycare Tanpa Izin, Lihat Ciri-Ciri Daycare yang Baik Berikut Sebelum Titip Anak

c. Ingkar Janji Adalah Perbuatan Syetan

Ingkar janji itu merupakan sifat dan perbuatan syetan. Dan mereka menggunakan janji itu dalam rangka mengelabuhi manusia dan menarik mereka ke dalam kesesatan.

Dengan menjual janji itu, maka syetan telah berhasil menangguk keuntungan yang sangat besar. Karena alih-alih melaksanakan janjinya, syetan justru akan merasakan kenikmatan manakala manusia berhasil termakan janji-janji kosongnya itu.

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُورًا

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

d. Ingkar Janji Adalah Sifat Bani Israil

Ingkar janji juga perintah Allah kepada Bani Israil, namun sayangnya perintah itu dilanggarnya dan mereka dikenal sebagai umat yang terbiasa ingkar janji. Hal itu diabadikan di dalam Al-Quran Al-Kariem.

Hai Bani Israil, ingatlah akan ni`mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan hanya kepadaKu lah kamu harus takut.

Janji yang Mungkar

Namun janji itu hanya wajib ditunaikan manakala berbentuk sesuatu yang hala dan makruf. Sebaliknya bila janji itu adalah sesuatu yang mungkar, haram, maksiat atau hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan syariat Islam, maka janji itu adalah janji yang batil. Hukumnya menjadi haram untuk dilaksanakan.

Hukuman Bila Melanggar Janji/ Sumpah

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.

Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur.

Baca juga : Balita 3 Tahun Disiksa Gurunya, ini yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Dianiaya Guru


Dari ayat tersebut bisa kita ambil beberapa ketentuan hukum antara lain:
1. Tidak semua pelanggaran atas sumpah itu diancam dengan hukuman. Karena ada jenis sumpah tertentu yang dinilai oleh Allah SWT sebagai sumpah yang main-main saja.

2. Apabila seseorang melanggar sumpah yang disengaja, maka harus ditebus dengan beberapa alternatif yaitu:
  1. Memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau
  2. Memberi pakaian kepada mereka atau
  3. Memerdekakan seorang budak.
  4. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari.
Sebagai orang tua kita seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak. Karena pada dasarnya anak akan meniru apa saja yang dilakukan orang tuanya.

JANGAN PERNAH BERJANJI PADA ANAK

Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, dan ia sangat menghormati orang-orang yang menepati janji baik untuk beri hadiah atau janji untuk memberi sanksi.



1.JANGAN PERNAH MENGUMBAR JANJI PADA ANAK AGAR IA MENGIKUTI PERINTAH ORANGTUA
Sebaiknya jangan pernah mengumbar janji pada anak dengan tujuan untuk merayunya dan agar ia mengikuti permintaan orangtua seperti segera mandi, selalu belajar, tidak menonton televisi. Pikirlah terlebih dahulu sebelum berjanji apakah orang tua benar-benar bisa memenuhi janji tersebut.

2.ORANG TUA MENEPATI JANJI DENGAN ANAK, MEMBERIKAN PEMAHAAN TENTANG KEPERCAYAAN DAN BISA MENGHORMATI ORANG LAIN
Ketika orang tua menepati janji dengan anak, orang tua membantu mereka mengembangkan pemahaan tentang kepercayaan dan bisa menghormati orang lain. Sebagai orang tua, orang tua juga bisa memproyeksikan bahwa orang tua ini sosok yang jujur dan bisa dipercaya, itu membantu menciptakan rasa aman bagi anak-anak

3.TAPI JIKA JANJI DIINGKARI, ANAK PASTI KECEWA. SEGERA MINTA MAAF, JELASKAN ALASANNYA
Janji pada anak yang diingkari sudah pasti membuat mereka merasa sakit hati dan kecewa. Untuk mengurangi kekecewaan dan rasa sakit itu, Anda bisa menawarkan kegiatan lain yang sedang mereka inginkan. Pastikan pula Anda sudah menjelaskan penyebab Anda melanggar janji itu

Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf. Berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang orang tua bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji itu.

4.SESEKALI JANGAN MERASA BERSALAH JIKA INGKAR JANJI, ITU AKAN MEMBANTU DIA TERBIASA MENGHADAPI KEKECEWAAN
Jadi jangan merasa terlalu bersalah jika Anda harus ingkar janji pada anak sekali-sekali. Asal tetaplah dukung dia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya, misalnya saat bertengkar dengan teman atau saudara kandungnya. Hal itu akan membantu dia terbiasa menghadapi kekecewaan dalam hidup di mana saat dewasa ia akan menghadapi kekecewaan yang lebih besar lagi di luar sana

Jika kita sering mengingkari janji pada anak, sama saja kita mengajarkan sifat tercela pada mereka. Ibarat kata pepatah janji adalah utang.

Maka utang haruslah dibayar. Maka tidak ada alasan untuk tidak menepati janji meskipun hanya pada anak kecil sekalipun.

Jadi juga tidak ada hubungannya jika anak sakit-sakitan itu karena janji yang pernah kita buat untuknya tapi tidak ditepati.

Anak menjadi sakit-sakitan bisa juga karena beban pikiran yang terus menerus akan janji-janji orang tua yang belum juga ditepati.

Ada anak yang cenderung diam saja dan lebih menyimpak untuk dipikirkan sendiri, dan ada juga anak yang terus menuntut orangtuanya.

Mengabaikan janji pada anak ternyata juga beresiko buruk pada perkembangan psikologis anak. Menurut psikolog Dra. Marti Alifa Fauzia, bahwa anak membangun pribadinya melalui proses belajar, termasuk meniru. 

Dan, sumber belajar yang paling dekat dan lekat untuk anak usia sekolah adalah orang tuanya, disamping lingkungan sekolah dan orang - orang terdekatnya.

Karena orang tua sebagai sumber belajar bagi anak, megingkari janji pada anak akan menyebabkan orang tua sulit menanamkan nilai pada anak. Misalnya nilai, jangan mencuri atau jangan berbohong. Anak akan sulit percaya karena menurut anak itu hanya janji belaka.

Kebiasaan orang tua yang suka mengabaikan janji pada anak, akan memberikan efek anak akan merasa tidak dihargai. 

Ini akan melahirkan sikap negatif pada anak, ia tidak akan mudah lagi percaya pada orang tuanya. Dan bisa saja ia juga akan belajar untuk berbohong, meskipun dalam hal-hal sederhana.

Sebagai orang tua kita seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak. Karena pada dasarnya anak akan meniru apa saja yang dilakukan orang tuanya. 

Jika kita sering mengingkari janji pada anak, sama saja kita mengajarkan sifat tercela pada mereka. Ibarat kata pepatah janji adalah hutang. Maka hutang haruslah dibayarkan. Maka tidak ada alasan untuk tidak menepati janji meskipun hanya pada anak kecil sekalipun.

Tapi, jika janji tersebut sudah terlanjut terucap dan kita sebagai orang tua tidak dapat memenuhinya, maka segeralah minta maaf pada anak dan jelaskan alasannya. Bisa juga, ajak kegiatan lain yang mereka inginkan untuk mengganti janji yang lalu itu.

Ketika orang tua menepati janji pada anak, secara tidak langsung orang tua telah mengajarkan tentang kepercayaan dan menghormati orang lain. Jika sebaliknya, jika orang tua tidak menepati janjinya, anak akan tidak percaya pada orang tuanya sendiri dan mengikuti yang dilakukan orang tuanya (berbohong).

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Top