Agar Bayi Terhindar dari Biang Keringat, ini Cara Merawat Kulit Bayi Tetap Halus, Lembut dan Sehat

Komentar


Foto via wajibbaca.com

Bunda yang cerdas harus teliti jangan sampai anak tersiksa karena penyakit kulit seperti ini....

Cuaca yang tak menentu, mudah membawa penyakit pada bayi yang paling sering terjadi adalah biang keringat hingga yang lebih parah adalah ruam popok hingga infeksi jamur, karena kulit bayi masih mudah terserang, untuk itu bunda harus rajin merawat kulit bayi agar tetap sehat dengan rangakaian merawat kulit bayi ini....

Apa saja, sih, masalah kulit yang kerap terjadi pada bayi yang tinggal di iklim tropis? Berikut beberapa gangguan kulit bayi yang perlu Bunda ketahui

Sinar matahari yang berlimpah di iklim tropis seperti Indonesia membuat kondisi udara cenderung lebih panas dan memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Baca juga : Jangan Asal Mencampur ASI dengan Susu Formula, 4 Akibatnya ini Sangat Bahaya

Tapi tahukah Bunda bahwa kondisi udara yang seperti ini sebenarnya agak tidak bersahabat dengan kondisi kulit bayi sehingga bisa sebabkan gangguan kulit bayi?

Dibandingkan kulit orang dewasa, kondisi kulit bayi masih sangat rentan akibat fungsinya yang belum sempurna.

Selain memiliki ukuran sel yang lebih kecil, lapisan epidermis dan dermisnya pun lebih tipis. Tak heran jika berbagai masalah kulit sering menghampiri para bayi yang tinggal di iklim tropis ini.

Lalu, apa saja, sih, masalah kulit yang kerap terjadi pada bayi yang tinggal di iklim tropis? Berikut beberapa gangguan kulit bayi yang perlu Bunda ketahui:

1. Biang keringat



Masalah kulit yang satu ini dapat dikenali berupa ruam merah dan gatal akibat tersumbatnya kelenjar keringat. Biasanya muncul di sekitar leher, punggung, perut, dan lipatan kulit.

Biang keringat adalah masalah kulit paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak yang tinggal di iklim tropis, seperti Indonesia, akibat cuaca yang panas dan lembap sehingga membuat bayi dan anak-anak menjadi lebih mudah berkeringat.

Biang keringat bisa diatasi dengan menjaga tubuh si kecil tetap kering, misal dengan memindahkannya ke tempat yang sejuk dan teduh, dan memberinya pakaian yang adem dan menyerap keringat.

Hindari juga terlalu sering menggendong si kecil, karena membuatnya lebih mudah kepanasan akibat terpapar panas tubuh dari penggendongnya.

2. Eksim



Gangguan kulit bayi ini sering dialami bayi baru lahir hingga berusia satu tahun. Bentuknya bisa berupa eksim kering yang ditandai dengan kondisi kulit memerah, kering, dan mengelupas, atau eksim basah berupa bruntusan kecil yang mengeluarkan cairan.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, eksim akan mengubah kulit bayi menjadi cenderung menebal, menggelap,kering, dan bersisik.

Jenis eksim yang paling umum pada kulit bayi adalah dermatitis atopik yang seringkali disebabkan oleh alergi, dan dermatitis kontak yang bisa terjadi ketika kulit kontak dengan zat iritan atau allergen seperti makanan, deterjen pakaian, sabun, atau bahan pakaian yang kasar.

Eksim harus diatasi dengan cara menjauhkan si kecil dari sumber-sumber yang membuatnya alergi atau zat-zat iritan yang akan mengiritasi kulitnya. Jadi, Bunda harus tahu dulu dengan persis apa yang menyebabkan eksim pada si kecil ini.

Baca juga : Tiap Tahun Tewaskan Ratusan Ribu Nyawa, Penyakit ini Juga yang Sebabkan Chef Harada Meninggal

3. Ruam popok



Ini salah satu gangguan kulit bayi yang juga cukup sering terjadi pada bayi Indonesia. Sesuai dengan namanya, penyebab kondisi ini adalah penggunaan popok yang tidak sesuai, seperti popok terlalu sempit, popok tidak berkualitas baik, atau popok terlalu lama digunakan.

Ruam popok bisa bikin bayi Anda rewel, lho, Bun. Apalagi jika dibiarkan tanpa segera diatasi, kondisi ruam bisa semakin parah, serta menimbulkan bintil-bintil kecil yang melepuh dan akan pecah.

Salah satu cara yang sering dianjurkan untuk mengatasi ruam popok adalah memastikan cara penggunaan popok yang baik, yaitu sesuai dengan ukuran bayi, segera mengganti ketika popok basah, dan meningkatkan kualitas popok itu sendiri.

4. Infeksi jamur



Tak hanya si kecil, orang dewasa yang tinggal di iklim tropis pun rentan terkena infeksi jamur. Meski begitu, kulit bayi lebih rentan terinfeksi karena lapisan kulitnya cenderung lebih tipis, terutama pada bayi yang lahir prematur.

Gangguan kulit bayi ini bisa muncul di bagian kulit mana pun, tapi infeksi jamur pada lipatan kulit seperti lipatan paha dan bokong paling sering terjadi.

Biasanya, ini terjadi pada bayi yang sudah mengalami ruam popok sebelumnya. Kulit yang lembap dan mengalami peradangan akan lebih mudah terinfeksi jamur

Penanganan infeksi jamur harus lebih berhati-hati. Sebaiknya Bunda membawa si kecil ke dokter untuk memastikan apakah penyebab masalah kulit yang dialaminya jamur atau bukan.

Kalau memang karena jamur, obat yang diberikan pun harus sesuai dengan jenis jamur yang menginfeksinya. Kalau tidak sesuai, bisa-bisa masalah kulit tak kunjung sembuh.

Nah, setelah Bunda tahu berbagai permasalahan kulit yang rentan terjadi pada bayi dan cara mengatasi setiap permasalahan tersebut, satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah memilih produk pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit bayi.

Banyak yang mengira kulit di iklim tropis tak memerlukan pelembap. Padahal, pelembap diperlukan untuk memberi lapisan pelindung pada kulit, agar kelembapan tak cepat hilang gara-gara udara panas.

Baca juga : Bukan Karena Suami Lebih Tua, ini Fakta Kenapa Istri Terlihat Lebih Tua dari Usianya

Rangkaian perawatan atasi gangguan kulit bayi

Rangkaian perawatan kulit bayi yang sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Tak hanya melindungi kulitnya yang sangat lembut dan halus, semua bahan-bahan kandungannya merupakan bahan alami yang hypoallergenic dan dermatologically tested, sehingga aman digunakan sejak bayi baru lahir.



Salah satu ekstrak alami yang ada adalah elstrak chamomile dan olive oil yang dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan kulit bayi. Chamomile diketahui memiliki manfaat menenangkan dan meredakan iritasi pada kulit.

Sifat chamomile ini tentu saja sangat cocok untuk kondisi kulit bayi yang masih rapuh. Chamomile juga dapat membantu meredakan gatal akibat digigit serangga atau karena kondisi kulit lainnya, sudah lama dikenal sebagai pelembab yang aman untuk semua jenis kulit, termasuk kulit bayi sekalipun.



Keunggulan tak hanya pada kandungan chamomile dan olive oil-nya, tetapi yang paling penting adalah semua rangkaian perawatan ini bebas paraben.

Paraben merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam produk perawatan dan kecantikan.



Meski penggunaannya diperbolehkan sampai batas tertentu, paraben sesungguhnya bersifat neurotoksin yang dapat menyebabkan gangguan hormone, imunotoksisitas, dan iritasi kulit.

Rangkaian perawatan atasi gangguan kulit bayi ini halus seperti cairan namun tetap terasa kering dan halus di kulit si kecil bagai memakai bedak tabur
Top