5 Negara ini Klaim Punya Bunker Anti Kiamat

Komentar

Foto via wajibbaca.com

Apa bisa manusia menghindari kiamat?

Bukankah semua akan hancur dan kita tidak memiliki tempat untuk bersembunyi?

Fakta bahwa negara maju tersebut berlomba dan mempercayai adanya tempat berlindung ketika bumi hancur sebenarnya cukup lucu. Bagaimana tidak, mereka harus menghabiskan uang triliunan rupiah hanya untuk membangun bunker yang tak tahu kapan bisa digunakan. Tapi kiamat itu tidak akan terjadi jika masih ada orang ini.

Terjadinya kiamat serta berakhirnya dunia ini memang tidak ada yang mampu memprediksi.

Berbagai ramalan mengenai hari menakutkan itu juga belum ada yang terwujud.

Baca juga : Bukti Islam Sama Sekali Tidak Mengajurkan Nikah Siri, Meski itu Sah

Nah, untuk persiapan ini, beberapa negara maju sudah bersiap dan membangun fasilitas untuk perlindungan diri.

Dengan teknologi canggih, mereka mendirikan bunker-bunker lengkap dengan segala jenis pemenuh kebutuhan hidup untuk puluhan tahun mendatang.

Kira-kira seperti apa keadaan dan penampakan bunker-buker penyelamat ini.

1. Bunker bekas militer yang disulap menjadi rumah perlindungan anti-kiamat 

AS Sebagai negara adikuasa, Amerika dikenal dengan kekuatan militer serta kecanggihan teknologi nomer wahid di dunia.

Dalam persiapan menghadapi kehancuran dunia, tak tanggung-tanggung, Amerika sudah mempersiapkan bunker tahan terhadap segala jenis serangan.

Terletak di South Dakota, bunker bekas Angkatan Darat Amerika Serikat ini dibangun di atas lahan 23 Kolometer persegi, dengan 557 ruangan.

Setiap ruangan bisa menampung 10-20 orang. Soal ketahanan terhadap serangan, bunker ini kuat menahan hingga ledakan setara 500 ribu ton TNT

Bahkan serangan seperti asteroid, virus mematikan, tsunami tak akan bisa menembus dinding bajanya

2. Bunker di atas perbukitan New South Wales, Australia

Isu ramalan akan datangnya hari kiamat pada 21 Desember 2012 oleh Suku Maya telah membuat semua orang resah. Selain Amerika yang sudah punya persiapan penuh, negeri Kangguru juga tak mau kalah.

Sekelompok orang yang tidak mau disebut namanya telah merealisasikan sebuah tempat yang digadang bisa menyelamatkan diri mereka saat dunia luluh lantak.

Berlokasi di bukit Tenterfield, New South Wales, bunker ini disewakan seharga 67 juta rupiah per kamar bagi siapapun yang ingin memasukinya.

Baca juga : Tetangga Sering Hutang Bahkan Tiap Minggu, Berdosakah Jika Tidak Meminjami?

3. Burlington, kota bawah tanah di Wiltshire Inggris

Pada masa silam, perang dingin pernah pecah di Inggris. Namun, keluarga kerajaan bisa selamat berkat bunker yang dijuluki sebagai kota bawah tanah. Bangunan dengan dalam 100 kaki di bawah permukaan tanah ini dijadikan tempat prioritas untuk melindungi keluarga kerajaan dari berbagai serangan, termasuk bom nuklir. Dengan daya tampung 4.000 orang bunker ini bisa dijadikan tempat bersembunyi, termasuk ketika dunia kiamat.

4. Oppidum, rumah perlindungan mewah di Republik Ceko

Kehancuran dunia yang akan terjadi membuat seorang miliarder di Ceko tergerak hatinya membangun sebuah rumah perlindungan yang bisa dihuni seandainya mereka harus meninggalkan rumah yang asli.

Disebut dengan nama The Oppidum, bunker raksasa ini dibangun berada 30 ribu meter persegi di bawah tanah dengan luas 323 ribu kaki persegi. Berdiri sejak tahun 1984, sebagai rumah perlindungan Oppidum sangat strategis.

5. Desa Bugarach, Perancis yang dijuluki tempat suci

Berbeda dari negara lain dengan teknologi super canggih, tempat perlindungan kiamat kali ini hanyalah sebuah desa, namanya Bugarach. Desa Bugarach yang terletak di Barat Daya Perancis ini disebut sebut sebagai salah satu dari dua tempat yang terhindar kehancuran saat kiamat.

Pasalnya, di sana terdapat sebuah pegunungan (Gunung Bugarach) yang dikenal dengan wilayah suci dan dihuni oleh makhluk asing.

Mampukah Manusia Lari dari Kiamat? 

ika kiamat terjadi saat itu, kemungkinan besar spesies manusia memang akan punah. Namun, jika kiamat terjadi kali lain, mampukah spesies manusia menyelamatkan diri? Salah satu teori kepunahan massal di Bumi yang dikenal dalam ilmu pengetahuan adalah berubahnya Matahari menjadi bintang raksasa merah karena menua dan kehabisan energi.

Peristiwa tersebut akan terjadi sekitar 5 miliar tahun kemudian. Jika kiamat yang dimaksud adalah apa yang akan terjadi saat Matahari menua, maka kesempatan manusia untuk menyelamatkan diri, menurut dosen kosmologi Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB), Premana W Premadi, "Mungkin saja. Ini bukan sesuatu yang sangat mustahil".

Nana mengatakan, "Jika kita berbicara hal ini, maka terkait dengan bagaimana manusia sebagai makhluk berakal mengupayakan diri untuk membuat teknologi. Kita bisa saja mengembangkan pesawat ulang alik untuk terbang ke planet lain atau bulan planet di Tata Surya."

Kemungkinan manusia untuk menyelamatkan diri di masa itu boleh jadi sangat besar. Kini, manusia sudah bisa mengembangkan pesawat ke luar angkasa. Antara tahun 2025-2030, telah ada target untuk mendarat di Mars.

Lima miliar tahun mendatang, terbang ke planet lain bisa jadi dianggap mudah. Tujuan eksodus Melarikan diri dari kiamat mungkin terdengar futuristik dan sangat mustahil. Namun, tanpa sadar manusia telah mengembangkan teknologi untuk mengupayakannya.

Manusia juga sudah punya pengetahuan untuk menetapkan tujuan pelarian. Salah satu tempat yang bisa dituju adalah Mars, planet "favorit" manusia saat ini.

Baca juga : Tata Cara Hukum Cambuk dan Rajam Bagi Seseorang yang Terbukti Berbuat Zina

Christopher McKay, peneliti dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat NASA mengatakan bahwa manusia bisa mengatasi kendala lingkungan Mars dan hidup nyaman selama 4,5 miliar tahun tambahan.

McKay seperti diberitakan Discover Magazine, 28 Februari 2012, mengatakan, manusia bisa memproduksi gas rumah kaca di Mars, menghangatkan iklim Mars hingga air di planet itu mencair dan atmosfernya lebih mendukung.

Jika Mars sudah tak mendukung, manusia bisa pergi ke bulan Jupiter, Europa. Saat Europa tak lagi mendukung, bulan Saturnus, Titan, bisa menjadi tujuan selanjutnya. Setidaknya, manusia bisa tinggal di Tata Surya sebelum bintang raksasa merah berubah menjadi katai coklat.

Selain planet-planet di Tata Surya, manusia juga bisa menuju planet lain di Galaksi Bimasakti. Salah satunya adalah planet di bintang Proxima Centauri. Bintang itu merupakan katai merah yang bisa berumur 4 triliun tahun dan berjarak 4,2 tahun cahaya dari Bumi.

Saat ini memang belum dikonfirmasi adanya planet yang mendukung kehidupan di sekitar Proxima Centauri. Namun, katai merah adalah bintang yang umum di Bimasakti. Jika Proxima Centauri memang tak menyediakan planet layak huni, masih banyak pilihan lain.

Astronom memprediksikan, semesta akan "mati" 100 triliun tahun kemudian. Saat itu, semesta menjadi sangat gelap dan dingin. Namun, dalam kondisi semesta tersebut, manusia masih mampu mengupayakan kehidupan.

Perkembangan terbaru dalam kosmologi menunjukkan, semesta tidak cuma satu, diperkirakan bisa mencapai 10.500. Manusia bisa menuju semesta lain melewati wormhole, semacam gerbang ke semesta lain. Nah, ada banyak skenario yang bisa disusun manusia untuk selamat dari bencana besar.Anda percaya manusia bisa mengupayakannya?

Namun Kiamat Tidak Akan Terjadi Jika Masih Ada Orang Ini.

Waktu datangnya kiamat ini tidak satu orangpun di dunia yang mengetahuinya, bahkan Rasulullah sendiri tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat ini.Allah SWT telah merahasiakan rapat-rapat hari kiamat dan menjadikannya sebagai kejutan bagi kaum yang tidak memiliki taqwa kepada Allah.

Meskipun Allah SWT telah merahasiakan dengan rapat kapan datangnya hari kiamat, namun Allah telah memberi tahu suatu rahasia jika masih ada orang ini kiamat tidak akan terjadi. Siapa orang itu CARI tahu jawabannya disini

Namun kiamat tidak akan terjadi jika masih ada orang ini
Foto via instagram wajibbaca.com
Top